Pindah membrane -> dengan konsekuensi kita mengalami waktu yg berbeda
baik dari segi definisi
maupun esensi seperti yg kita kenal sekarang.
Pertanyaannya mgk, jika esensi dari waktu itu berubah, apakah kita bisa
tetap hidup di membrane yg lain?
________________________________
From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of ER [Energy
Revolution]
Sent: 22. joulukuuta 2008 12:54
To: [email protected]
Subject: RE: [Indo-StarTrek] Re: Tme Travel
Halo om Benny!
Hehehe nimbrung juga kalo udah ke string theory gini. Udah
selesai baca buku
"The Fabric Of The Cosmos" -nya Brian Greene ya?
Hehehehe
Salut deh dengan pendapatnya.
Betul, kita hidup di sebuah membrane dan "mungkin" bisa pindah
ke membrane
lain, seperti halnya graviton yang merupakan satu-satunya
partikel dengan
string tertutup yang bisa pindah kesana-kemari antar membrane.
Namun, bukan pindah waktu. Tapi pindah membrane.
Salam,
ER
___________________________
Save Paper! Save Trees! Before printing, think about the
Environment.
Support Energy [R]evolution Now!
www.human-earth.blogspot.com
http://www.solargeneration.co.cc/
<http://www.solargeneration.co.cc/>
_____
From: [email protected]
<mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
[mailto:[email protected]
<mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> ]
On Behalf Of Benny Iskandar
Sent: Monday, December 22, 2008 12:07 PM
To: [email protected]
<mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
Subject: [Indo-StarTrek] Re: Tme Travel
Hey all,
Hanya share pendapat ...
Menurut Boltzmann , entropi yang ada pada waktu saat ini
mempunyai
nilai yang lebih kecil daripada waktu yang akan datang maupun
waktu
masa lampau . Efek samping yang akan didapat jika kita berhasil
melampaui waktu yang sekarang baik masa lampau atau masa depan
yaitu :
kita akan hidup disuatu waktu yang kita sendiri tidak tahu
apakah
waktu tsb masa lalu atau masa lampau dan kita juga tidak tahu
pada
tepat nya tahun berapa kita sampai. Disini kita menjadi tidak
jelas
kita berada dimana ? :-)
High entropi juga membuat kita menjadi tidak bisa meng kalkulasi
secara tepat seberapa jauh waktu yang kita bisa lampaui. Tapi
menurut
Einsteins dengan teori time and space nya, menjelaskan kalau
kita
hidup pada dunia makro tentunya kita mempunyai waktu yang jelas
karena
segala sesuatu nya berjalan lurus seperti ada nya , tetapi
menurut
string theory kalau kita hidup pada dunia mikro kita menjadi
yang
penuh ketidakjelasan, karena format jalan nya waktu pun menjadi
random. Di dalam string teori kita temukan bahwa setidaknya kita
hidup
pada dunia (membran) yang sama, dan kita bisa meloncat ke dunia
(membran) yang lain jika kita bisa bersatu dengan graviton.
Hanya
partikel graviton lah yang bisa loncat dari membran satu ke yang
lain,
tapi itu pun membuat kita hidup ke dunia yang lain dan di dunia
yang
lain mempunyai satuan waktu yang berbeda tentunya .
Tepatnya semakin kita bisa melampaui waktu baik masa depan
ataupun
masa lampau, kita menjadi tidak jelas posisi kita ada dimana.
Regard,
Bening
--- In indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
yahoogroups.com, "ER [Energy Revolution]"
<erianto.rach...@...> wrote:
>
> Gw ubah aja subject nya. :-)
>
>
>
> Time Travel menurut Michio Kaku, kalu kita travel back in time
dan
appear di
> suatu titik waktu du masa lalu, maka sebenarnya kita telah
> membuat/menyebrang ke realita lain atau Parelel Universe.
>
> Sejarah jadi bercabang oleh gangguan tersebut. Sejarah pada
time line si
> pelaku tidak beribah sama sekali.
>
>
>
>
>
> Yeah.. I hate time travel.
>
>
>
> Salam,
>
> ER
>
>
>
> ___________________________
>
> Save Paper! Save Trees! Before printing, think about the
Environment.
>
>
>
> Support Energy [R]evolution Now!
>
> www.human-earth.blogspot.com
>
> http://www.solargen <http://www.solargeneration.co.cc/
<http://www.solargeneration.co.cc/> > eration.co.cc/
>
> _____
>
> From: indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
yahoogroups.com
[mailto:indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
yahoogroups.com]
> On Behalf Of Thio Agustinus
> Sent: Monday, December 22, 2008 10:44 AM
> To: indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
yahoogroups.com
> Subject: RE: [Indo-StarTrek] Teknologi shield federasi melawan
Borg
>
>
>
> Kalo gue punya prinsip..
>
> Time travel (kalau memungkinkan) nggak bakal merubah sejarah.
Gue lebih
> percaya bahwa sejarah yang sudah tertulis, nggak bakal
berubah.
Kalau ada
> yang bisa time travel, justru dia yang akan melengkapi,
menggenapi,
malah
> justru dia yang membuat sejarah itu terjadi.
>
> Jadi sejarah, dimasa lalu itu, bisa terjadi justru karena ada
orang yang
> bisa time travel. Niatnya time travel mau mengubah sejarah,
tapi justru
> malah jadi pelaku sejarah.
>
> Tapi.... lama-lama, ketularan Eri nih....
>
> I hate time travel...
>
> _____
>
> From: indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
> yahoogroups.com [mailto:indo-startrek@
> <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> yahoogroups.com]
> On Behalf Of ER [Energy Revolution]
> Sent: 22 Desember 2008 10:05
> To: indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
yahoogroups.com
> Subject: RE: [Indo-StarTrek] Teknologi shield federasi melawan
Borg
>
> Tapi bro Arland,
>
> Pertimbangan 'menyentuh' time line biasanya adalah reaksi dari
musuh
yang
> lebih dulu mengacau time line.
>
> Kalo diambil contoh First Contact, Picard memutuskan mengejar
Borg
karena
> Borg yang "mulai duluan".
>
> Tetapi kasus Voyager, ini bener2 dimulai dari janeway sendiri
karena
rasah
> berasalahnya itu.
>
> Dalam salah satu episode di Voyager, Chakotay menegur Janeway
karena
Janeway
> punya sifat memendam rasa bersalah yang terlalu besar bila
menyangkut crew
> yang dipimpinnya.
>
> Seperti seorang Ibu yang rela berbuat apa saja demi
menyelematkan
anaknya.
>
> Di masa depan-nya Star Trek, akan ada unit khusus di StarFleet
yang
menjaga
> "Temporal Prime Directive". Salah satu starship nya adalah
"USS
Reltivity".
> Tugasnya Cuma me-scan timeline kalo2 ada yang orang iseng yang
mencoba
> merubahnya. --> jadi sifatnya defensive lah. --> menurut gw
sih jadi
seperti
> playing god.
>
> Ini disinggung di Voyager.
>
> Di serial Enterprise juga disinggung tuh, si Daniel sang
polisi waktu.
> Mungkin jamannya lebih ke depan lagi setelah Relativity.
>
> Gitu deh.. yang jeasl, I hate time travel.
>
> Hehehe
>
> Salam,
>
> ER
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]