Salam Sejahtera... Pada Selasa, 21 April 2009, Roys A. Pangayoman menulis:
> Dahulu kala, seluruh ahli terpandai sedunia berkata bahwa bumi itu rata. > Semuanya bilang bahwa itu teori yg paling logis dan mutakhir. Setelah > ditemukan bahwa bumi itu seperti bola, semua bilang bahwa teori yg tadinya > paling hebat itu salah besar. Makanya, yang namanya teori yg dibuat > manusia atau mahluk apapun juga, sehebat apapun juga, pasti bukanlah > kebenaran yang sejati. Bisakah kita menggantikan kata "apa pun" di atas dengan "agama" dan "keyakinan", yang juga dipengaruhi keterbatasan kemampuan pemahaman manusia ? Apa yang membuat bahwa yang definitif (ajaran menurut garis Ibrahim/Abraham) benar dibandingkan yang infinitif (Brahmaisme) ? Bagaimana species berakal pada zaman Star Trek berpikir mengenai itu ? Sharif Dayan
