[begin transmission] Utk miliser trekkers, mods, maafkan gaya penulisan "saya" yang memakai kata ganti orang pertama "gw" dan kata ganti orang kedua "elo", dari awal join milis sampai skrg dan selamanya utk posting - kecuali japri.
[start message] > Apa yang membuat bahwa yang definitif (ajaran menurut garis > Ibrahim/Abraham) benar dibandingkan yang infinitif (Brahmaisme) ? meskipun kita bisa time travel kita pake cloack untuk men-video-kan kehidupan Ibrahim/Abraham/Brahma, (inspirasi dari pelem layar lebar ST hehehe) tetap aja yang menilai kebenaran pasti kita2 juga. Siapa "kita2 juga"? Yang video-in? Bosnya Yang menugaskan video-in? (individu) atau komite yang menugaskan si Bos Yang menugaskan video-in? Kita2 ya pasti otak manusia juga. Apa otak kita, setiap individu manusia itu sama? Ya enggak kan??!! Beda otak beda brainwave koq. OOT - btw otak itu emangnya ada beda ukuran yaa? gak tau, jadi gw tanya dikit, (^.^) Jadi mau tanya kebenaran ya menurut gw pilihan manusia itu sendiri (relatif) kalo dikumpulin semua manusia di bumi dan yang lagi tugas di luar angkasa, jawab pertanyaan Kang Syarif, meskipun cuman milih dua jawaban "benar" atau "tidak", tetep aja ada 2 jawaban. Dibuat pooling kali yee.... mo lebih ribet lagi? benar atau salah tergantung perspektif manusia yang mikirin. > Bagaimana species berakal pada zaman Star Trek berpikir mengenai itu ? Gw gak tau komennya gimana, maksudnya species manusia (starfleet) atau alien berakal? Spesiesnya beda2 juga akalnya. Yang akalnya sama ya borg. keren tuh species. Gw pokoknya terkagum kagum kalo episode ada borgnya. apalagi nanti yang mau keluar di layar lebar ya.. - Gw share opini gw yang lain aja. gw tau bahwa star trek itu berperan penting sekali buka wawasan gw. Gw yakin karena gw memilih untuk yakin bahwa hal tsb buka wawasan gw. Dari cerita2 per episode itu membuat otak melayang layang, berpikir apabila begini apabila begitu. Ditambah efek yang bagus mempermudah imajinasi gw yang berupa kolam kecil dangkal lagi...! Yang bikin gw salut adalah pemaparan cerita ST (baru nonton mulai dari New gen, Voy, Entr) mereka gak memaparkan rumah ibadah di starfleet sama sekali. kalo gw salah tolong koreksi ya. Anyway, Gene r. malah memaparkan rumah ibadah spesies lain: vulcan, dll, yang menurut gw juga gak ada yang menyinggung agama manapun. Ada ras licik, ada ras teroris, ada ras penipu, ada ras tertutup, pokoke aneh2 deh (masih ras humanoid deskripsi kata sifat negatif. belum yang deskripsi ras bentuk spt binatang: ikan, gajah etc.) Bahkan ada episode voyager yang spesies dinosaurus bumi ketemu di quadrant delta dan membentuk masyarakat dengan hirarki. Di situpun digambarkan dinosaurus berbahasa inggris tapi tidak berpikiran sama juga. Ceritanya sang profesor yakin spesies dino berhubungan dengan asal planet manusia di quadrant alpha tapi si raja/ratu politikus menolak mentah2 ide tsb. Dia bilang dia gak suka ide bahwa mereka adalah imigran di daerahnya. Jangan2 manusia adalah imigran di planet bumi. Sampai2 gw malah sempet berpikir selama 0.000023 microsecond (durasi yang termasuk lama untuk seorang android) (apakah gw android??? hehehe), apakah 100 - 200 tahun lagi kita akan seperti cerita st itu? Tidak memikirkan perbedaan, agama hilang meskipun semua karakter starfleet tau mereka diciptakan Tuhan karena harus ada pencipta (tar mulai thread masalah Q- gw butuh pencerahan). Yang konyol gw mikir lagi seandainya gw ngetik email ini ternyata simulasi holodeck yang dari kecil gw hidup diprovide oleh program sedari bayi dan yang dibilang hantu adalah "glitch" kesalahan program atau dibuat untuk membentuk / menguji mental kepercayaan gw. (krg lebih seperti idealisme film matrix). Do you believe in ghost? - Apa pengaruh ST buat gw??? - Gw berpikir hidup ini adalah pilihan, lahir diberikan hak untuk memilih pilihan. Perbedaannya hanya seberapa banyak pilihan yang kita punya per individu (keadaan2 yg disodorkan kehidupan) Gw pilih Tuhan itu adalah pencipta, dan kalau kita bisa hidup kurang lebih seperti cerita Star Trek itu kenapa enggak ?!!! tiba2 jadi inget film sandra bullock yang cerita FBI nyamar jadi miss universe, semua kandidat pilih kata2 terakhir "...and world peace". hahahahahaaaaa - jadi, "the conclusion" [suara majel b. kalo film sambungan 2 episode] mikirin yang enak2 aja deh. Gw tau gelombang otak gw pasti lebih aktif merelay message sampai ke jari gw ngetik sambil melihat hasil tulisan gw di di monitor akan tersambung dan di-relay di internet melalui email. Tapi kalo dipikir2 lagi, banyak orang2 susah di Dhaka (bangladesh - pulang kerja tv kabel lg rusak, nonton tvone/global), bahwa gaji buruh pabrik tekstil yang menjadi patokan 80% penunjang negara hanya US$ 34 / bulan, dan gw ngetik ini sekadar buat ngasih tau temen2 trekkers, sambil komponen "agmidala" di otak gw men-scan apa ada atau tidak ancaman bahaya pada kondisi sekitar sehingga kalau ada ancaman "amigdala" memotong jalur sinaptik langsung ke vortex agar gw menghindar dari bahaya. Ngapain juga nulis 1 paragraf barusan. Nonton tv Dhaka-bangladesh semalam dengan nonton ST, apapun yang gw nonton, [jangan bilang teh botol minumannya yaaa- wuahahahahaaaa] gw ambil dan pakai yang baiknya, buang yang buruk. orang banyak yang susah, kalau tidak bisa bantu orang susah, bersyukur aja udah cukup. ngapain belajar sufisme. kecuali elo memilih untuk belajar sufisme untuk mengetahui hal2 semacam leonardo davinci ati-ati keblinger. [ending] kalo gw punya replikator, gw replikasi kambing domba trus gw kirim ke manapun orang lapar biar kenyang. Tapi tar amoxcilin (antibiotik) gw replikasi juga. Kalo dah gitu bisa2 kehancuran kapitalisme dan awal dari kehidupan manusia di cerita ST, atau kehancuran manusia? Entar bahas di thread lain lagi. Peace bro mikirin yang enak2 aja deh. Hidup cari yang enak, tapi jangan keenakan. Nonton ST jangan lupa kerjaan. bantu orang lain, derma/zakat. punya keluarga: sayangin istri, sayangin anak. Cium orang tua kita, mereka pasti seneng banget. banting tulang untuk mendulang 1 gram emas. Ngapain berantem, ngapain perang, ngapain korupsi... bersyukurlah. Dimanapun di penjuru dunia ini ada yang jauh lebih miskin sehingga uang yang elo bayarin bandwith internet adsl high speed notebook elo itu adalah gaji mereka sebulan. hidup adalah pilihan. besok milih sby yuk? hahahaaa iseng iseng disempilin iklan. biar pada gak serius lagi mukanya. yang jelas setelah membaca lagi tulisan gw dari atas sampe baris terakhir bahkan sempet mengedit iklan yahoo biar gak tampil pada postingan ini, gw memilih untuk "send" pada webmail google-ku tersayang dan kalian pembaca yang budiman dapat membaca postingan ini. hahahaa.... otak gw ribet ya? [end message] [end transmission] <attach_prev_emails> 2009/4/21 Kuntadi, Andi (NSN - ID/Jakarta) <[email protected]> > > > Kang Sharif, > > Kayaknya kita sudah setuju bahwa kebenaran sejati adalah relatif. > > Ajaran Islam dan Kristen tidak berdasarkan pada teori... > tapi pada kepercayaan akan adanya firman Tuhan. > Secara relatif, ini adalah kebenaran sejati bagi kami penganut ajaran > agama. > Misalnya, firman Tuhan ini mendiktekan keberadaan surga dan neraka. > Maka penganut agama percaya bahwa keberadaan surga dan neraka adalah > benar adanya. > Tanpa harus ada pembuktian, tanpa harus ada penjelasan ilmiah. > > Ajaran agama tidak sama dengan teori buatan manusia. > > Teori manusia didasarkan pada fakta hasil observasi, di mana teori > dibuat > untuk menjelaskan fakta hasil observasi. > > Jadi, susah juga mencampuradukkan atau melakukan analogi antara teori > dan dogma. > > > > Apa yang membuat bahwa yang definitif (ajaran menurut garis > Ibrahim/Abraham) benar dibandingkan yang infinitif (Brahmaisme) ? > > Rasanya, di thread ini, belum ada yang membuat klaim seperti di atas, > shg sampai > anda pertanyakan. Setiap ajaran agama, karena mendasarkan pada dogma, > mengatakan > bahwa ajarannya lah yang benar. Tentu tidak bisa dijelaskan dengan bukti > ilmiah. > > Sufisme... ahh... susah... > > BR, > Andi. > > > ________________________________ > > From: [email protected] <indo-startrek%40yahoogroups.com> > [mailto:[email protected] <indo-startrek%40yahoogroups.com>] > On Behalf Of ext Sharif Dayan > Sent: Tuesday, April 21, 2009 4:06 PM > To: [Indo-StarTrek] > Subject: [Indo-StarTrek] Bls: "The Last Question" > Importance: High > > Salam Sejahtera... > > Pada Selasa, 21 April 2009, Roys A. Pangayoman menulis: > > > Dahulu kala, seluruh ahli terpandai sedunia berkata bahwa bumi itu > rata. > > Semuanya bilang bahwa itu teori yg paling logis dan mutakhir. Setelah > > ditemukan bahwa bumi itu seperti bola, semua bilang bahwa teori yg > tadinya > > paling hebat itu salah besar. Makanya, yang namanya teori yg dibuat > > manusia atau mahluk apapun juga, sehebat apapun juga, pasti bukanlah > > kebenaran yang sejati. > > Bisakah kita menggantikan kata "apa pun" di atas dengan "agama" dan > "keyakinan", yang juga dipengaruhi keterbatasan kemampuan pemahaman > manusia ? > > Apa yang membuat bahwa yang definitif (ajaran menurut garis > Ibrahim/Abraham) benar dibandingkan yang infinitif (Brahmaisme) ? > > Bagaimana species berakal pada zaman Star Trek berpikir mengenai itu ? > > Sharif Dayan > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > -- *Hilmy Rachman* <advertorial-0> Donasi Anda membantu kelangsungan Wikipedia! Dukung Wikimedia Foundation hari ini: http://www.wikimediafoundation.org/wiki/Penggalangan_dana <advertorial-1> "kita lihat seseorang yang sedang duduk. Meski secara kasatmata ia nampak diam, namun menurut mekanika kuantum sebenarnya tidaklah demikian. Orang itu jelas tersusun oleh partikel2 seperti elektron, proton dan neutron ditambah meson (yang saling bertukaran antar neutron dalam menciptakan gaya inti) yang semuanya selalu bergerak." <advertorial-2> " Tuhan tidak melempar dadu ". [Non-text portions of this message have been removed]
