Menurut pendapat gw (IMHO),

(Ini adalah sejarah manusia versi gw semata yg gw anggap paling logis)

 

Manusia akan berkembang hingga menguasai space, time, matter dan energy
berkat usaha sendiri.

Nah, setelah itu, ketika manusia menemukan warp dan replicator, dll, maka
manusia akan mampu mencukupi kebutuhan sendiri.

Apakah kemudian terjadi Frist contact dengan ETI seperti pada film Star
Trek?

Menurut saya belum tentu begitu.

 

Para alien yang telah maju juga akan mandiri seperti manusia. Mereka tidak
butuh kontak dengan siapa pun.

 

Untuk gampangnya, sama halnya dengan Jin. Apakah manusia "perlu" bertemu
dengan mereka?

Tanpa mereka pun kita bisa exist. Mereka ga ada relevansi nya sama sekali
dengan manusia.

Mereka too alien for us.

Sama dengan ETI. Mareka akan terlalu asing, terlalu alien buat kita sehingga
hampir tidak ada satu benang-merah -pun yang bisa menghubungkan kita dengan
mereka.

 

Begitu kira2 pendapat gw.

 

Salam,

ER

 

 

-------------------------------------------------------------

Support Energy [R]evolution Now!

www.human-earth.blogspot.com

  _____  

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
On Behalf Of Dwi Santoso
Sent: Friday, 4 June 2010 9:46 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [Indo-StarTrek] foto UFO di Kendari

 

  

Mengapa ETI tidak relevan terhadap keberadaan manusia?

Cheers,

Dwi Santoso
----------------------------------------------
YM = anto_ti96
FB = [email protected] <mailto:dwisantoso%40gmail.com> 
----------------------------------------------

2010/6/4 ER [Energy Revolution] <[email protected]
<mailto:erianto.rachman%40gmail.com> >

>
>
> Tidak ada yang bisa membuktikan saya benar atau salah.
>
> Tidak ada juga yang bisa membuktikan bahwa UFO itu bener2 alien atau Extra
> Terrestrial Intelligent (ETI).
>
> So? The doubt continues.
>
> :-)
>
> Gw sering nonton History Channel mengenai UFO, USO, dll, dll.
>
> Entah kenapa semua pembahasan itu tidak menggelitik rasa ingin tau gw.
>
> Gw suka banget Star Trek dan gw yakin bahwa ETI ada di luar sana.
>
> Tapi gw ga percaya UFO.
>
> First Contact dengan Jin pernah dibahas di milis ini.
>
> Itu juga sebenarnya ga ada manfaatnya sama sekali.
>
> Sama dengan ETI, they have nothing to do with us. They are not relevant to
> our existence.
>
> Menurut gw, human can be the master of the universe.
>
> We can and shall master space and time, matter and energy.
>
> Coba pahami sebentar maksud penjelasan gw ini.
>
> Jika manusia bisa menguasai space, time, matter, energy, maka tidak ada
> lagi
> batasan untuk explorasi. Galaxy Bima sakti yang tadinya sangat luas
menjadi
> sediit lebih kecil.
>
> Shall we meet ETI by then?
>
> I am not so sure.
>
> Kenapa? Karena gw lebih cenderung meyakini bahwa those ETI are too alien
> for
> us.
>
> Pertanyaan banyak ilmuwan: "Mengapa alam semesta ini diciptakan begitu
> luasnya?"
>
> Azas Antropik menjawabnya dengan: "Alam ini tercipta sangat luas adalah
> untuk mengantisipasi keingin-tahuan manusia yang menanyakan pertanyaan
> itu".
>
> So, kalau kita sudah menguasai space, time, matter, energy, apakah kita
> akan
> menemukan ujung alam semesta. Jawabannya adalah TIDAK.
>
> Karena kemampuan itu sudah diantisipasi oleh Sang Pencipta.
>
> Bahkan apabila pun manusia sampai bisa accent to be a higher being seperti
> Q, tetap tidak akan bisa menemukan batas alam ini.
>
> So apakah kita akan bertemu ETI?
>
> Jawabannya adalah YA! Akan tetapi they are not relevant to our existence.
>
> .
>
> Menarik eh?
>
> Ada tanggapan? Menarik juga untuk dibahas.
>
> Perbedaan pendapat itu menarik.
>
>
> Salam,
>
> ER
>

[Non-text portions of this message have been removed]





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke