KEINDAHAN ALAM PERAWAN

KARIMUN JAWA

Kepulauan dengan seribu keindahan. Itulah sebutan yang pantas diberikan kepada 
gugusan 27 pulau di Karimunjawa. Aneka biota laut hingga fosil hidup, indahnya 
pantai, dan beningnya laut, serta hutam lebat dengan satwa liarnya merupakan 
bagian dari seribu keindahan yang ditawarkan

Kawasan yang secara administratif masuk wilayah Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa 
Tengah ini, memiliki tipe ekosistem hutan hujan dataran rendah, padang lamun, 
algae, hutan pantai, hutan mangrove, dan terumbu karang. Karena kekayaan itu 
pulalah sejak 1988 kawasan seluas 110.625 hektar tersebut ditetapkan sebagai 
Taman Nasional Laut Karimunjawa. Dari luasan itu luas daratan sekitar 1.505,4. 
hektar. Perpaduan indah antara air laut, pasir putih pantai, dan hutan pantai 
yang masih utuh, menjadi pemandangan tak terlupakan begitu kaki mendarat di 
Karimunjawa.

Keindahan alam yang  ditawarkan tidak saja di darat. Di bawah permukaan laut, 
taman nasional yang terletak sekitar 48 mil atau 83 kilometer di utara Kota 
Jepara ini menawarkan indahnya kehidupan terumbu karang dan aneka jenis ikan 
hias yang tidak kalah dengan Taman Laut Bunaken, Sulawesi Utara. Bagi mereka 
yang dapat menyelam tentu bias menyaksikan keindahan alam seperti dalam film 
animasi �Finding Nemo�  produksi Walt Disney. Menurut catatan Balai Taman 
Nasional Karimunjawa (BTNK) di kawasan ini ada 64 jenis karang, 290 spesies 
ikan karang, 7 spesies kima, 3 spesies penyu dan aneka jenis biota laut lain 
seperti sponge, soft koral, krustasea, dan anemon.
Dari Feri Hingga Pesawat Terbang
            Tak usah takut bergoyang akibat ombang hanya untuk mengunjungi 
Karimun Jawa, karena sejak Maret 2004 lalu. Kapal kelas bisnis ini berangkat 
dari Semarang hari Sabtu pukul 09.00 dan kembali lagi ke Semarang dari 
Karimunjawa Minggu pukul 14.00, dengan lama perjalanan paling cepat sekitar 
empat jam. Selain dari Semarang KM Cepat Kartini I juga berangkat dari Jepara 
hari Senin pukul 10.00 dan Minggu pukul 09.00, serta kembali lagi ke Jepara 
hari Selasa pukul 09.00 dan Sabtu pukul 14.00. Lama perjalanan sekitar tiga jam.

Sebenarnya ada perjalanan yang lebih cepat, yakni menggunakan pesawat terbang 
carteran dari Bandara Ahmad Yani Semarang menuju Bandar Udara Dewandaru 
Karimunjawa di Pulau Kemujan dengan lama perjalanan tidak sampai satu jam. 
Tarif carteran pesawat kecil berpenumpang dua orang Rp 3,4 juta, sedangkan 
untuk pesawat dengan 6-7 penumpang tarifnya Rp 6,6 juta. Sayangnya sejak puncak 
krismon 1998 lalu jalur udara ini dihentikan. 
Lima Pulau Berpenghuni
            Kepulauan ini memiliki 27 gugusan pulau tapi baru lima berpenghuni, 
yakni Karimunjawa, Kemujan, Parang, Nyamuk, dan Genting. Pulau Karimunjawa � 
sekitar 48 mil laut atau 83 kilometer dari Jepara � menjadi kota kecamatan 
kepulauan tersebut. Dari kelima pulau berpenghuni itu baru Karimunjawa dan 
Kemujan memiliki fasilitas jalan darat. Kedua pulau ini disatukan oleh jembatan 
kecil, sehingga dari Karimunjawa ke Kemujan atau sebaliknya bisa dengan jalan 
darat, misalnya bersepeda motor.

Sedangkan untuk mencapai tiga pulau berpenghuni lain � apalagi pulau-pulau lain 
yang tak berpenghuni � harus menggunakan transportasi perahu motor kecil 
(perahu nelayan) dengan jarak tempuh sekitar 3 jam perjalanan. Di Kemujan 
sampai sekarang masih bisa dilihat bangkai kapal Panama INDONO yang tenggelam 
tahun 1955. Kini bangkai kapal itu menjadi habitat ikan, dan biasa untuk lokasi 
penyelaman. 

            Potensi wisata juga banyak terdapat di kepulauan ini. Sebut saja 
beberapa pulau seperti Menjangan Besar, Menjangan Kecil, Tanjung Gelam, Legon 
Lele, Genting, Kembar, Parang, Cemara, dan Krakal yang sebenarnya memiliki daya 
tarik luar biasa untuk wisatawan. Wisatawan bisa berlayar, selancar air, ski 
air, berenang, berjemur di pantai pasir putih, pengamatan rusa dan burung, 
serta menyelam.
Kayu Dewandaru Sebagai Cinderamata
            Dengan alam yang sangat kaya, Kepulauan Karimunjawa sepertinya 
menjadi anugerah Tuhan kepada Pulau Jawa yang kian lama hanyut dalam kehidupan 
metropolis. Beragam terumbu karang dan rumput laut, berikut biota laut yang 
beraneka ragam (sekitar 242 spesies ikan hias hidup di perairan Karimunjawa), 
serta alam yang masih natural menjadi potensi yang mempesona.

            Tumbuhan yang menjadi ciri khas adalah dewandaru yang terdapat pada 
hutan hujan dataran rendah. Kelompok algae yang dapat dijumpai terdiri dari 
tiga kelompok, yaitu algae hijau, algae cokelat, dan algae merah. Dulu ada 
kepercayaan, kayu dewandaru dilarang dibawa ke luar kepulauan ini dalam bentuk 
apa pun. Jika pantangan ini dilarang, akan menimbulkan petaka bagi yang 
membawa. Tapi kini pantangan ini seperti tidak berarti, terbukti makin banyak 
wisatawan membawa kayu dewandaru dalam bentuk suvenir ke luar wilayah.
Tempat Tinggal Fosil Hidup
            Jenis terumbu karang di Taman Nasional Laut Karimunjawa merupakan 
terumbu karang pantai (fringing reef), terumbu karang penghalang (barrier 
reef), dan beberapa taka (patch reef). Kekayaan jenis ini mencapai 51 genus, 
lebih dari 90 jenis karang keras dan 242 jenis ikan hias. Dua jenis biota yang 
dilindungi yaitu akar bahar/karang hitam (Antiphales spp) dan karang merah 
(Tubipore musica). Biota laut lainnya yang dilindungi seperti kepala kambing 
(Cassis comuta), triton terompet (Charonia tritonis), nautilus berongga 
(nautilus pompillius), batu laga (Turbo marmoratus), dan enam jenis kima.

Populasi Nautilus berongga sekarang sangat langka di dunia, tetapi di 
Karimunjawa masih banyak jumlahnya. Karena itulah moluska jenis ini dijadikan 
simbol Taman Nasional Laut Karimunjawa. Nautilus berongga adalah biota laut 
yang dilindungi undang-undang. Julukan kepada moluska adalah �living fossil� 
karena sudah ada sejak 100 juta tahun lalu. Populasi di alam mulai berkurang 
karena banyak diburu manusia. Cangkangnya yang indah, berornamen garis-garis 
berwarna merah, digunakan untuk hiasan. Tapi tidak mudah menjumpai biota laut 
jenis ini karena mereka hidup di dasar laut dengan kedalaman 1800 meter. 
Sebagai obat kecewa, wisatawan bisa melihat cangkangnya yang indah di pusat 
informasi Balai Taman Nasional Karimunjawa.
Atraksi Elang Dada Putih
            Satwa lain yang sering dijumpai antara lain rusa (Cervus timorensis 
subspec) dan kera ekor panjang (Macaca fascicularis karimondjawae). Selain itu 
ada 40 jenis burung di antaranya pergam hijau (Ducula aenea), elang laut dada 
putih (Haliaetus leucogaster), trocokan/merbah cerukcuk (Pycnonotus goiavier), 
betet (Psittacula alexandri), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau 
(Chelonia mydas). Burung elang dada putih  merupakan satwa yang terancam punah 
di dunia. Menurut sebuah survei, di Karimunjawa ada sekitar 8�10 pasang elang 
laut dada putih. Beberapa waktu lalu satu kelompok lingkungan di Yogya melepas 
dua pasang ekor elang laut itu, sehingga diharapkan populasi burung raptor  
dengan makanan utama ikan ini dapat bertambah. Bila populasi makin banyak, 
wisatawan dapat menyaksikan obyek baru, yaitu atraksi elang laut dada putih 
saat menyambar ikan di laut. [Heru Prasetya]

 

KREMUN KREMUN SAKA JAWA

Menurut penuturan beberapa penduduk, wilayah tersebut dulu kelihatan angker dan 
terisolir. Namun semuanya berubah ketika pemerintah menetapakan daerah ini 
sebagai taman nasional.

Saat ini masyarkat terlihat sudah siap dengan kedatangan para wisatawan. Muncul 
homestay dengan harga kamar Kesiapan masyarakat juga ditunjukkan dengan 
banyaknya homestay dan kamar berkisar Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu. Selain itu 
juga terdapat hotel melati dengan tarif Rp 40 ribu per kamar per hari. Jumlah 
penginapan mencapai belasan, sehingga wisatawan tidak bakal kebingunan bermalam 
di Karimunjawa.

            Soal nama Karimunjawa sendiri, tidak ada catatan atau prasasti yang 
bisa menjawab dengan pasti. Tetapi menurut cerita dari mulut ke mulut, nama 
tersebut dikenal pada zaman Sunan Muria, salah satu tokoh penyebar Agama Islam 
di kawasan Pantai Utara Jawa. Sunan Muria melihat pulau-pulau di Karimunjawa 
sangat samar dari Pulau Jawa, �Kae kok kremun-kremun saka Jawa. (Itu kok 
kelihatan samar dari Jawa).� Mulai saat itulah nama Karimunjawa melekat untuk 
kawasan tersebut. [Heru Prasetya]

 

MENIKMATI SUNSET DI TENGAH LAUT
Bilapulang ke Semarang dari Karimunjawa sebaiknya menggunakan KM Cepat Kartini 
I yang berangkat pukul 14.00. Saat mendekati  Semarang, penumpang akan mendapat 
satu bonus sunset yang sangat indah. Oiii�indahnya�!!! [Heru Prasetya]


                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Yahoo! Search presents - Jib Jab's 'Second Term'

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/5iY7fA/6WnJAA/Y3ZIAA/yppolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Indonesian Backpacker Communities
visit our website at www.indobackpacker.com
"No Spamming or forwarding unrelated messages, you will be banned immediately"
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke