ikutt ikutannn ahhh......
 
SETUBUH sama yg dibilang si Buyung :D

Buat gw nech.. dari pada bayar fiskal mahal2 buat "JJS" keluar negeri.. entah 
itu s'pore, malay, etc.. apalagi cuma JJS "tour antar kota" kayak bis aja.. 
mending duitnya buat JJS ke Nias,Padang,Bangka,Karimun Java,Soroke,Bunaken,Gili 
Lombok,Rinjani,Kanawa,Kelimutu, Tambora,Komodo,Banda,Toraja,Kepulawan 
Selayar,Maluku,Papua..dan masih banyakkkkkkkkk lage kalo mau disebutin satu2.. 
buat JJS nya pun ga cukup deh kalo cuma setahun! mana tempat2nya excotic 
abisssss..  "buat gw sech"

Fiskal kan buat yg mau keluar negeri aja.. "dah siap duit lebih tentunya" kalo 
jalan2 ke tempat2 yg gw sebutin diatas.. paling buat bayar ongkos 
bis,angkot,ojek,kapal laut,sampan bla..bla..bla..
 
Gw jamin dan bergaransi tanpa sertifikat..  indonesia tetep yg terindah "kayak 
lagu aja"
So.. pilih mana.. JJS keliling indonesia dulu atau ke luar negeri......?
 
salam
ebbie 
 

Buyung Akram <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
ikutan beropini ah,.. :D

Fiskal dibebaskan ? Siapa yang ngak suka ? Pasti asyk tuh,...
bayangkan bisa jalan-jalan keluar negeri yang bagi sebagian orang
mungkin akan "meningkatkan" strata sosialnya saat dia bisa cerita
"bla...bla...bla..." tentang apa yang dia ketahui dan alami saat
dinegeri orang lain.

Jujur aja, apa sih yang anda rasakan saat mendengar cerita rekan anda
yang bercerita panjang lebar tentang perjalanannya di luar negeri ?
bandingkan dengan cerita yang sama oleh orang yang sama saat dia
berwisata di .. Padang misalnya. Kalau ditarik pooling, saya yakin
lebih dari 50% akan lebih merasa jalan-jalan ke luarnegeri adalah
suatu yang "wah". padahal objek wisata yang didatangi nggak jauh beda
bahkan kadang nggak semanarik apa yang ada di Indo.

Belum lagi sebagian mental masyarakat kita yang lebih suka dan bangga
product import. "Rasanya pede abis gitchu lho.. :D" Saat jalan -jalan
pakai barang ber merk hasil belanja di luar negeri, padahal kalau
ditelusuri eh, ternyata keluaran cibaduyut atau tanggul angin... :D
Bisa dibayangkan masyarakat kelas menengah negeri ini, mulai "gila"
jalan-jalan ke luar negeri, yang akhirnya terakumulasi menjadi trend
dan gengsi. Diskusi-diskusi wisata luar negeri akan jadi topik-topik
hangat di berbagai tempat dan media yang mau tidak mau akan
menimbulkan gelombang baru untuk berkunjung karena yaitu tadi, ada
kesan gengsi yang nampaknya masih mendominasi mental masyarakat kita.

Lalu apakah itu berarti objek wisata kita udah ngak menarik lagi ?
Weeehh,... siapa yang berani bilang gitu ? Kalau hanya bicara objek
wisata aja,. gua yakin dah Indonesia nomer satu,  (wiihhhh bangganya).
Tapi kalau bilang sarana + prasarana saat menuju dan berada di objek
lokasi, kayaknya di ASEAN ini, negara kita berada di urutan paling
bawah deh dalam pengelolaannya :((

Itu juga "mungkin" menjadi sisi lain atau alasan mengapa berwisata
keluar negeri  lebih menarik dibandingkan dalam negeri. "disana mah,
nyaman, bersih, aman.. nggak seperti disini semuanya serba kotor dan
tak terawat" => mungkin akan menjadi kata klise yang bakal sering kita
didengar saat menanyakan bagaimana  kesan berwisata disana.

Dan karena itu pula, mungkin bisa menjadi sebagai alasan bagai
pemda-pemda tertentu saat ditanya mengapa objek wisata didaerahnya
tidak dikelola dengan baik. "Percuma aja,. nggak ada yang duit yang
bisa diperoleh karena kebanyakan orang lebih cenderung berwisata ke
luar negeri dari pada ke daerah kami" => tentu merupakan sebuah alasan
klasik dan terlalu dicari-cari, but siapa tahu itu memang masih
menjadi mental dari sebagian pejabat negeri kita ..... gua gak nuduh
lho, cuman berargumen :) ?

So, gua sendiri nggak terlalu pusing apakah sebuah fiskal itu bakal
dibebaskan atau tidak. Memang memperdebatkan kasus ini bagi gua sama
seperti memperdebatkan apakah sebuah gelas disebut separuh terisi,
atau separuh kosong. Semua "beragurmen keras" dari sisi yang menurut
mereka benar dengan bukti ABCDEFG dan analisa XYZ, padahal dua-duanya
benar .... jadi ????

Dan bagi gue sih ok-ok aja fiskal bebas atau nggak, asal loe nggak
nyengol gue ...... watawwww !!!  (loh ?)

salam

Buyung Akram
setiap tempat adalah unik, http://www.navigasi.net/




On Fri, 4 Mar 2005 08:49:32 +0700, ::Aris <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> Setuju sekali Mba Ambar,... Kalau perlu kita bikin  Mail action for stop
> fiskal..hahaha...
> 
> Salam
> 
> ARIS


Indonesian Backpacker Communities
visit our website at www.indobackpacker.com
"No Spamming or forwarding unrelated messages, you will be banned immediately"



Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT


---------------------------------
Yahoo! Groups Links

   To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/
  
   To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
  
   Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 


                
---------------------------------
Celebrate Yahoo!'s 10th Birthday! 
 Yahoo! Netrospective: 100 Moments of the Web 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/5iY7fA/6WnJAA/Y3ZIAA/yppolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Indonesian Backpacker Communities
visit our website at www.indobackpacker.com
"No Spamming or forwarding unrelated messages, you will be banned immediately"
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke