http://www.kompas.com/kompas%2Dcetak/0409/27/teropong/1258908.htm
Senin, 27 September 2004

Mengelola Uang Gaya Baduy

MESKIPUN dikenal sebagai suku terasing yang tidak diperbolehkan berdagang, 
masyarakat Baduy sudah menggunakan uang sejak dulu. Uang digunakan dalam 
acara-acara adat, salah satunya adalah upacara kematian. Masyarakat Baduy 
hingga sekarang masih menaburkan uang kuno zaman Belanda di sepanjang jalan 
hingga di atas makam.
POLA pikir masyarakat Baduy Luar dan Dalam tentang uang mulai bergeser. 
Uang tetap digunakan pada berbagai upacara, namun di bidang transaksi, uang 
yang awalnya menjadi alat tukar nomor dua setelah barter akhirnya menjadi 
alat transaksi utama.
Penggunaan uang oleh masyarakat Baduy Luar lebih banyak daripada Baduy 
Dalam. Orang Baduy Luar harus membeli tanah, sedangkan orang Baduy Dalam 
bebas menggunakan tanah kampung untuk berladang.
Masyarakat Baduy mendapatkan uang dari penjualan hasil bumi, seperti talas, 
ubi, pisang, dan durian. Hasil pertanian berupa padi sengaja tidak dijual 
karena dilarang adat. Untuk keperluan rumah tangga, Dasrif, bapak tiga 
anak, warga Kampung Cibeo, mengeluarkan minimal Rp 10.000 per hari.
Selain dari hasil penjualan pertanian, masyarakat Baduy Dalam dan Luar juga 
mendapatkan uang dari penjualan kerajinan yang mereka buat sendiri. 
Kerajinan tangan yang mereka buat antara lain cincin, gelang, tas, sarung 
telepon genggam (handphone) dari rotan dan serat kayu teureup, serta sarung 
dan selendang tenun. Harga barang kerajinan berkisar antara Rp 1.000 sampai 
Rp 70.000.
Masyarakat Baduy juga mempunyai pola pikir lain dalam menghasilkan uang. 
Mereka menggadaikan pohon-pohon, seperti durian, rambutan, dan petai. 
Sebatang pohon durian digadaikan Rp 500.000. Sementara sebatang pohon 
rambutan Rp 250.000. Pihak penyewa berhak atas hasil panen pohon sampai 
pemilik pohon berhasil mengembalikan uang.
"Pohon durian yang bagus bisa menghasilkan buah sekitar 500 buah. Satu buah 
bisa dijual Rp 3.000," ungkap Yuli (33), salah seorang warga Baduy Luar.
Orang Baduy menginvestasikan uang dengan cara membeli pohon buah-buahan. 
Harga sebatang pohon durian seharga Rp 1,5 juta, sedangkan pohon rambutan 
Rp 450.000. Cara investasi lainnya adalah dengan membeli tanah dan emas.
Masyarakat Baduy menggunakan uang untuk tujuan jangka panjang. Tidak 
sedikit masyarakat Baduy yang memiliki kalung emas dalam ukuran besar. 
Mereka sengaja membelinya untuk persiapan di kemudian hari apabila ada 
keperluan, seperti hajatan maupun kematian.
Jumlah uang yang disimpan warga Baduy Dalam dibatasi oleh kesepakatan warga 
dan puun (pemimpin adat). Masyarakat Cibeo, misalnya, hanya diperbolehkan 
menyimpan uang sebesar Rp 60.000 di rumah. "Tetapi, banyak juga orang Baduy 
Dalam yang punya tabungan lebih dari itu," ungkap Antiwin (30) alias Erwin, 
warga Cibeo yang sudah berstatus Baduy Luar.
Untuk menyimpan uang lebih dari kesepakatan masyarakat kampung, orang Baduy 
Dalam menitipkan uangnya pada teman atau kerabatnya yang tinggal di Baduy Luar.
"Orang Baduy Luar, kan bisa menabung di bank atau menyimpannya di rumah," 
imbuh Yuli yang juga sering menitipkan uang seperti ini ketika masih 
berstatus sebagai warga Baduy Dalam.
Uang yang disimpan di bank diatasnamakan kerabat mereka di Baduy Luar. 
Mereka memperbolehkannya untuk digunakan sebagai modal usaha. Jika mereka 
butuh, orang Baduy Luar yang dititipi akan segera memberikan sejumlah uang 
yang diminta.
Masyarakat Baduy terkenal dengan kejujuran dan keteguhan memegang 
kepercayaan. Walau menitipkan uangnya dalam jumlah besar, mereka tidak 
pernah ditipu oleh saudaranya yang warga Baduy Luar.
Cara pengelolaan uang ini merupakan salah satu perubahan yang terjadi pada 
masyarakat Baduy kini. Dulu, orang Baduy hanya menginvestasikan uang di 
bidang pertanian dan tidak mengenal bank.
Menurut pakar budaya dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas 
Indonesia, Prof Dr Ayatrohaedi, manusia normal selalu ingin berkembang dan 
tidak ada yang dapat melarang mereka untuk berubah.
Perkembangan akan membawa dampak yang baik jika perubahan itu tidak 
dipaksakan dari segi mana pun, tetapi atas kemauan mereka 
sendiri.(Y01/Y02/Y09/Y10)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/6iY7fA/5WnJAA/Y3ZIAA/yppolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Indonesian Backpacker Communities
visit our website at www.indobackpacker.com
"No Spamming or forwarding unrelated messages, you will be banned immediately"
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke