Saraswati Mulyono wrote:
> Dear All,
> Bicara soal Malaria menjadi sangat menarik. 
> Baru saja saya kemarin kembali dari Desa Keerom - Papua. Jalan menuju
> ke Keerom (dari Jayapura kota) 60 an km, sekitar 1 jam 15 menit lah.
> Sebelum ke Papua, saya minum Fansidar sesuai anjuran dokter, 2 tablet
> saya makan sebelum berangkat, 2 tablet sehari setelah tiba di papua
> dan 2 tablet lagi saya minum saat kembali ke Jakarta lagi.  Desa
> Keerom letaknya sebelah utaranya Desa Koya Timur yang berbatasan
> dengan PNG. Tentu saja melewati rawa-rawa tempatnya nyamuk Malaria
> bersarang. Saya selalu membawa Lavender (Autan) di kantong, tapi oleh
> teman-teman di Keerom, saya diketawain, katanya "Eh..nyamuk sini
> (maksudnya di Kabupaten Keerom) sudah nggak mempan sama Autan, celana
> jeans aja tembus"...waduh, padahal saya paling anti sama nyamuk.
> Ternyata orang Papua asli hanya memakai Minyak Babi yang baunya
> (ma'af) apek banget.
> Pikir-pikir, kalau saya harus pakai minyak babi, nggak cuma nyamuk
> malaria yang lari, tapi teman-teman saya juga lari menjauh karena bau
> saya yang jadi aneh.
> All the best,
> Saras 
>
>     ----- Original Message -----
>     *From:* Aris <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
>     *To:* [email protected]
>     <mailto:[email protected]>
>     *Sent:* Friday, April 27, 2007 9:26 AM
>     *Subject:* [indobackpacker] Pelajari Nyamuk Malaria, sebelum
>     Backpacking to Jungle
>
>     sekedar info, selanjutnya silahkan pelajari sendiri..
>
>     untuk tau apakah daerah akan di kunjungi adalah endemic, saya selalu
>     menyarankan untuk mempelajari destination yang akan di visit!
>
>     nah, karena sebagian besar hutan di Indonesia... termasuk Endemic of
>     Malaria, bukan berarti harus takut masuk hutan atau hidup di wilayah
>     endemic., umumnya penduduk yang tinggal di wilayah endemic sudah
>     kebal... sama malaria!
>
>     saya sendiri jangan2x sudah kena malaria! bagaimana tidak sejak kenal
>     hutan saya kadang lupa minum anti - malaria...
>
>     umumnya para bakpacker sebelum backpacking selalu minum obat ini,
>     terutama orang asing, karena memang di negara nya nggak ada Nyamuk
>     pembunuh tidak lagi menjadi No. 1 pembunuh terbesar di dunia...
>     sekarang, lebih yg nggak kalau Hebat, ya DBD... dia hidup di kolong
>     tempat tidur, di belakang rumah, di got-got kota.
>
>     Kena Malaria? nggak harus takut.. walaupun kalau sudah kena, sama
>     seperti kena HIV !
>
>     berikut referensi, copy from dan lengkap nya visit:
>     http://www.traveldoctor.co.uk/malaria.htm
>     <http://www.traveldoctor.co.uk/malaria.htm>
>
>     *Malaria is a serious* and sometimes fatal disease which is widespread
>     in many tropical and subtropical countries. It is caught by being
>     bitten
>     by an infected mosquito that is carrying the malaria parasites in its
>     saliva.
>
>     *The malaria parasite* is a microscopic organism called a *Plasmodium*
>     and it belongs to the group of tiny organisms known as protozoans.
>     There
>     are four types of plasmodium: P. falciparum (the most dangerous), P.
>     vivax, P. ovale and P. malariae. The species of mosquito that carries
>     the malaria parasites is the *Anopheles* mosquito.
>
>     salam
>     ARIS
>
>     -- 
>     Send instant messages to your online friends
>     http://asia.messenger.yahoo.com <http://asia.messenger.yahoo.com>
>
>      
>


-- 
Send instant messages to your online friends http://asia.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke