Sorry telat ngikuti, baru kembali ke peredaran,

Bagi2 pengalaman juga..kebetulan saya baru saja terserang malaria tipe vivax 
oleh2 dari Sorong..
Sekedar info, berdasar konsultasi dengan dokter (mohon dikoreksi), malaria 
vivax ini dapat disembuhkan sementara dengan kina, atau fansidar. Dan untuk 
mengejar sampe ke hati (virusnya biasa sembunyi di hati) dapat dengan obat 
primaquine. Namun tentu saja bila sembuh dan tidak kumat, kalo kena gigit lagi 
ya sakit lagi. Kemudian saya tanya, pencegahan malaria dengan obat apa? Apakah 
kina, reschoquine, fansidar yang diminum sebelum, saat dan sesudah berangkat 
dapat mencegah malaria? Jawaban dokter mengagetkan, tidak. Obat yang sanggup 
mencegah hanya doublecycline (maap kalo salah tulis), kebetulan obat inilah 
yang saya minum sebelum ke Sorong, namun kurang lama. Seharusnya seminggu 
sebelum, disaat dan seminggu sesudah.

Teman2 saya yang di Halmahera rata2 terkena Malaria Falcifarum, kalo di Irian 
biasanya Vivax dan Tersiana..kalo apes dapat yang Tropicana yang bisa fatal.

Sekedar info juga, saya sering kali survey ke pedalaman Kalimantan (semua 
provinsi), digigitin nyamuk tetapi belum pernah terkena malaria. Eeeh, sekali 
ke Irian, langsung manjur deh, tewas 10 hari (lama karena dapet bonus DB juga). 
Intinya, lebih ekstra hati2 untuk ke daerah timur Indonesia. Minum2an 
tradisional seperti pasak bumi, akar putih di Kalimantan ataupun sarang semut 
di Irian tidak menjamin terbebas. Terbukti rekan2 saya di Irian dan Halmahera 
yang minum ramuan tradisional plus fansidar pun sukses tergeletak karena 
malaria.  Autan gak mempan, bahkan jeans pun tembus..ini fenomena umum di 
Irian. Untuk di Kalimantan ada beberapa lokasi di Kaltim dan Kalteng yang 
seperti itu juga nyamuknya. DI Halmahera, penduduk lokal pantang makan kelapa 
muda karena dipastikan akan cepat kumat malarianya, dan bila kumat, untuk 
mempercepat penyembuhan belakang lutut kiri dipijit sambil digosok minyak 
tawon/balsem dan sejenisnya (wallahualam).

Paling aman adalah menggunakan baju tutupan, jeans yang rapat (lebih baik 
kepanasan dan keringetan ketimbang kesengat nyamuk), pake autan, dan lebih 
ekstrem lagi bawa semprotan nyamuk dan disemprot tipis2 ke pakaian..(resikonya 
baju sekali pake harus cuci), hati2 jangan kena kulit. Tidur pake kelambu 
(pilih camp yang terbuka dan banyak angin), idupin obat nyamuk bakar lebih 
efektif usir nyamuk (penduduk lokal biasanya pake bekas tempat telur, sabut 
kelapa atau kayu basah untuk usir nyamuk dan agas).

Terakhir, waspadalah...nyamuk malaria itu sebenarnya hanya satu ekor...tapi 
teman-temannya itu lho yang banyak banget..he he..

Cheers

Heru

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke