Dilematis booo....pertanyaannya adalah: 1. Apakah suku baduy mau selamanya di sebut suku terasing? Mereka juga pastinya pengen dong chating - browsing
2. Para kaum IBP pastinya ndolanan ke Suku Baduy hanya tuk hilangin penat Jakarta....cerita ke teman2 kantor "aku dah dari Baduy"..Apakah Suku Baduy bangga terus disebut kaum terasing dan hanya jadi tontonan para IBP? Salam _budhi_ Setuju. Pada saat dunia makin seragam, semua orang pake baju, hpnya kalau di indonesia kebanyakan Nokia, trus kalau jalan2 referensinya pasti IBP :) kehadiran suku2 asli ini sangat berharga. Mereka menawarkan nilai2 lain yg selamat dari penghancuran peradaban yg masih berlangsung sampai sekarang. Dengan berbagai macam alasan, agama, etika kesopanan dst. Tapi ya pertanyaannya memang sampai kapan? Kalau di indonesia, bahkan agama asli mereka saja tidak dilindungi departemen agama. diakui negara saja tidak, apalagi budaya mereka yang rapuh menghadapai modernisasi (baca keseragaman budaya) ----- Original Message ---- From: Ambar Briastuti <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Friday, September 14, 2007 7:56:28 AM Subject: [indobackpacker] First Contact, Orang Asli dan Deklarasi PBB melindungi suku2 terasing. Walau sempat ditentang negara2 besar seperti Canada, Australia, New Zealand dan US. Suku terasing ini berhak untuk menentukan nilai-nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia berdasar mereka sendiri. Rasanya kita (ie. modern society dengan nilai2 kemanusiaan) tidak berhak lagi memaksakan 'keberadaban' kepada suku terasing. Hanya sebagai renungan buat temen2 yang masih ingin melihat Baduy, Dayak atau suku2 pedalaman lainnya. Sumber : First Contact Expedition Kelly Wolford http://www.papua- adventures. com/first- contact.html News feeds dari AFP UN General Assembly backs indigenous peoples' rights http://afp.google. com/article/ ALeqM5ixWgtCGxM1 ZSp0cA7qDku9h87p RA
