Kira-kira sebulan yang lalu saya japri ke Mas Aris, gimana kalau IBP mencetak tabloid. Sekarang ini berjamur segala rupa tabloid yang sudah sangat segmented. Jangan takut bersaing dengan majalah Tamasya, karena pasti segmen pasarnya berbeda. Mas Aris bilang ada kendala di percetakan, terutama masalah pembiayaan.
Nah, adakah member IBP ini yang berkecimpung dibidang percetakan (atau malah yang punya percetakan) yang kira-kira bisa membantu terwujudnya tabloid IBP. Tentunya tabloid ini akan sangat berguna buat independent traveller dengan budget terbatas yang ingin menjelajah pelosok dunia. Maaf lho Mas Aris saya bawa ke milis usulan saya waktu itu. Mas Aris bilang, kalau kontributor pasti banyak yang bersedia, kalau hal yang satu ini saya juga yakin, tapi kembali kepada kualitas penulisannya. Salam, Sophie *pengen beli tabloid IBP dengan harga goceng* ________________________________ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Yus Vince Sent: Wednesday, October 03, 2007 2:43 PM To: Indobackpacker Subject: Re: [indobackpacker] Re: Buka Puasa Bersama IBP Jakarta (reminder) Kalo boleh sedikit saran mengenai topik ini. Beberapa kenyataan : 1. IBP seperti yang sudah ditulis oleh yang lain, malah sudah menjadi semacam barometer wisata bagi banyak kalangan khususnya yang memiliki akses internet 2. Saya juga yakin banyak sekali orang-orang yang bergerak di bidang pariwisata menjadi member di sini. 3. Ulasan dan informasi yang disampaikan baik di milis ini maupun di web IBP sangatlah komprehensif 4. Kegiatan dari IBP yang sangat mendukung hidupnya pariwisata Indonesia terutama dengan kegiatan masalnya. 5. Banyaknya program bertemakan pariwisata yang bisa kita jumpai di televisi 6. Kurangnya support dari instansi terkait 7. Yang paling penting adalah seperti yang ditulis juga oleh rekan-rekan lain, bahwa Indonesia ini super duper kaya akan tempat wisata dan keragaman budaya, namun sepertinya belom pernah dimanage secara baik dan serius.
