iya , pada akhirnya memang penumpang yang selalu berada pada posisi kalah ..
Kejadian , waktu kawan saya ( Malaysia ) harus ke Yogya dari Bali ,
ternyata pesawat maju tanpa di info , pas mereka sampai di airport, pesawat
sudah berangkat , memang sih airline mau tanggung jawab karena mereka provide
akomodasi mereka di Bali tetapi sama saja toh saya harus membayar cancelation
fee untuk hotel di Yogya ..
Air Asia , saya pernah juga delay sampai 7 jam di Kuala Lumpur .. tetapi toh
mereka tetap nggak mau di salahkan karena policy mereka adalah point to point
.. padahal saya ( ber 37 orang ) sudah spare waktu untuk transit di Jakarta
selisih 5 jam , saya pikir cukup aman .. tetapi karena delaynya sampai 7 jam ,
belum lagi proses imigrasi , ambil bagasi dan sebagainya .. sampai Jakarta
sudah tertinggal pesawat ke Yogya .. masih ada last flight tetapi nggak bisa
dapatkan semua , paling hanya 4 orang bisa dapat seat ..
Jadi memang kita harus selektif .. kalau memang mau Air Asia ya sebaiknya
yang tidak memerlukan connection flight , karena pada akhirnya mereka akan
lepas tangan . Untuk domestik flight , ya tetap harus reconfirm lagi ..
Ann
riko vu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Iya sedikit menambahkan, beberapa kali (lebih dari 4X) saya terbang
menggunakan airasia di reschedule ulang karena macam-macam alasan (biasanya
mantaining pesawat).
untungnya mereka selalu bisa menghubungi saya baik lewat telp dan sms sehingga
bisa saya hubungi kembali dan melakukan re-schedule berdasarkan schedule kita.
yang membuat sedikit gusar adalah karena saya harus meng-reschedule jadwal
keberangkatan dan semua Itenerary perjalanan karena perubahan jadwal.
Selama alasannya karena keselamatan (maintaining pesawat) menurut saya tindakan
airlines dapat di benarkan untuk dilakukan reschedule penerbangan sehingga
tidak membahayakan penumpang.
mudah2an reschedule jadwal penerbangan tidak dijadikan alasan untuk menutupi
buruknya pelayanan airlines tersebut.
Regards,
Bang Rik
----- Original Message ----
From: Adolf I T <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, February 18, 2008 3:20:29 PM
Subject: [indobackpacker] Re-Schedule Flight
By definisi adalah perubahan jadwal penerbangan yang dilakukan salah satu
pihak, bisa dari pihak penumpang bisa juga dari airline. Kondisi-nya bisa jam
penerbangan bisa maju bisa juga mundur. Yang repot adalah kalau maju, misalnya
rencana terbang jam 18.00 di majukan menjadi 15.00. Sesuatu yang tidak mustahil
terjadi. Lalu calon penumpang tidak tahu / tidak diberitahu. Begitu datang
tepat waktu untuk check in di kabarkan pesawat sudah berangkat.
Melihat kondisi airline di Indonesia, bukan mustahil kondisi ini terjadi. Saya
ngalami 2 kali tanpa pemberitahuan sama sekali. Baru ketahuan waktu ngga
sengaja re-konfirm. Pihak airline mengaku sudah kirim SMS. Tetapi sama sekali
saya tidak pernah menerima pemberitahuan apa pun. Hp saya serta no telp rumah
yang saya berikan waktu beli tiket selalu dalam kondisi on. Untung waktu itu
saya konfirm ulang. Kalau tidak, ya apes lah.
Belajar dari pengalaman pribadi dan rekan-rekan yang punya pengalaman sama,
tampaknya ada beberapa hal yang bisa disharingkan :
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]