Guys,

Cobalah datang ke Afrika ini. Udah 2 bulanan saya
ngeluyurin Afrika. Terus terang saya merasa bersyukur
banget kalo saya hidup di Indonesia. Dimana harga
semua sandang pangan dan barang2 yang lain jauh lebih
murah dibanding Afrika. Belum lagi transportasinya. 
Urusan bandara Cengkareng ga ada apa2nya dibanding
keruwetan transportasi di Afrika. Apa pernah pergi
naik bis bareng mayat atau babi di kursi penumpang di
indonesia? Di Afrika anda tidak boleh komplain kalo
ada yang bawa mayat atau babi ke dalam bus.

Saya sendiri pernah tinggal di 2 Malaysia dan Turki.
Tapi terus terang semakin banyak negara yang saya
kunjungi saya semakin tidak punya keinginan komplain
terhadap negara saya sendiri. Apalagi ketika saya
bertugas di Iraq. So thanks God....For sure. Menurut
saya daripada komplain lebih baik berbuat sesuatu yang
berguna bagi bangsa ini. Share something good walaupun
tidak menutupi hal2 yang jelek. Karena setiap negara
ada baik dan buruknya. Kualitas pemerintahan mungkin
akan sama dalam beberapa tahun ke depan. Perlu waktu
untuk berbenah. Tapi alangkah baiknya kita berbuat
sesuatu walaupun kecil, mungkin sekedara rasa respect
daripada komplain mulu.....

Salam dari Malawi
JE

--- Ambar Briastuti <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

> Kris,
> 
> Ada perbedaan perilaku yang saya amati antara orang
> jawa (maaf tidak
> primordial tapi saya sendiri orang jawa tulen) dan
> orang inggris kalau
> tiba di bandara. Orang jawa begitu datang segera
> menyapa petugas,
> clingak clinguk cari tempat. Gagal, bertanyalah pada
> orang atau
> siapapun yang terlihat pake seragam. Lah mereka kan
> pasti lebih tahu.
> Sedang orang inggris kagak pake basa basi terus aja.
> Membaca situasi
> lihat 'tanda-tanda alam' misalnya papan penunjuk.
> Bertanya adalah
> urusan kesekian. 
> 
> Rupanya memang saya masih mengandalkan komunikasi
> verbal untuk
> mendapatkan informasi, sedang mereka lebih
> mengandalkan komunikasi
> visual. Papan penunjuk, peta lantai itu sangat
> penting. Tanpa petugas
> bagian informasi-pun kalau dua hal tadi ada akan
> sangat memudahkan
> penumpang. 
> 
> Saya mengibaratkan bandara Sukarno Hatta itu alas
> gung liwang-liwung.
> Kalau bukan yang sering kesana, mana tau hal sekecil
> begitu. Belum
> penitipan tas, warnet saja nylempit hanya satu. He
> he he...memang
> itulah uniknya Kris. Kalau ngga beda mana ada
> cerita. 
> 
> Salam,
> Ambar
> 
> 
> --- In [email protected], krisna
> diantha
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > dua hal yang mungkin membuat negeri ini begitu
> susah :
> > terlalu banyak yang harus dilayani dan mutu sdm
> yang
> > rendah.
> > 
> > setidaknya, terkesan dalam kunjungan kesekian ke
> tanah
> > air saya ini belakangan ini.
> > 
> > kisah untuk mendapatkan penitipan barang di
> bandara
> > soekarno hatta, begitu menjengkelkan. mungkin
> karena
> > saya yang terbiasa dengan kehidupan swiss yang
> sangat
> > efisien, begitu mendapatkan kesulitan kecil ini,
> > akhirnya terasa menjengkelkan.
> >
> 
> 


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke