Mas Andi,

"Hal yang khusus yang saya rasakan adalah ketika melakukannya itu,
Saya seolah-olah keluar dari sistem kehidupan/tidak jadi pemain
utamanya"

Anda bicara tentang backpacking, ato meditasi ya?

Menghilangkan "Aku", detached, dan mengamati diri sendiri dari luar...

Tabik,
Puguh



--- In [email protected], andi rachman <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Dear All,
> Tema sharing untuk kali ini tentang "Apa yang dicari seorang
backpakers/penjelajah??". Hal ini berawal ketika Saya mulai melihat
sepak terjang beberapa rekan backpaker yang punya jam terbang tinggi,
telah melanglang buana ke banyak tempat diberbagai negara dan
tentunya spending a lot of money. Rekan2 ini terlihat seolah-olah
menjelajah adalah sebagai jalan hidup. Kebetulan Saya juga doyan hal
ini, meskipun cuman pemain lokal(baca;Indonesia pada umumnya dan jawa
pada khususnya), kadang-kadang bersepeda dengan membawa peta dan
nyasar kemana-mana. Dan dibeberapa trip, berjalan dengan rekan2
backpakers yang lain. Kalau "nggrayangi udelku dewe"/mengaca diri
sendiri, motivasi terbesar adalah "tidak ada yang spesial", artinya
view atau lokasi yang dituju cuman sekedar sarana saja buat saya
untuk melakukannya. Hal yang khusus yang saya rasakan adalah ketika
melakukannya itu, Saya seolah-olah keluar dari sistem kehidupan/tidak
jadi pemain utamanya. Saya suka mengamati kehidupan orang lain dilingkungan 
yang saya
kunjungi/lewati dan sekalian mengambil keuntungan dari lingkungan
tersebut, misalnya: mencoba makanannya, mengambil pemandangannya dan
sedikit masuk dalam lingkungan tersebut, atau sekedar duduk
bersantai.... Kadang terasa dengan melakukan perjalanan, seolah-olah
punya kehidupan baru yang sangat menyegarkan tetapi dilain sisi
seperti sedang melarikan diri dari kehidupan sesungguhnya. Maksud
Saya, jauh didalam diri sebenarnya masih ada masalah dan pertanyaan
hidup yang belum terselesaikan. Mmmm...tetapi bukan berarti Saya
sedang melarikan diri dari masalah, cuman secara tidak sadar kadang-
kadang merasakannya( ada sesuatu yang belum terjawab). Yah begitulah
sharing dari Saya.....Sebagai pertanyaan penutup, apakah bisa dengan
berpacker sepanjang hidup itu dijadikan salah satu sarana memaknai
kehidupan sekaligus tetap berada didalamnya??? ataukah sebenarnya
antara backpaker dan memaknai hidup itu tidak
>  terkait secara langsung( hanya sarana refreashing dan sedikit
restart)??? Monggo teman2 yang punya pengalaman berbeda, bisa
disharing...
> Salam,
> -Pentol
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke