sekedar sharing aja mas bagi saya backpacking, bertualang ato apalah namanya adalah bagian dari hidup saya. seringkali saya kalo cuma ke kantor kelurahan buat ngurus surat2 lebih milih jalan kaki (cuma 2km) karena ngelewatin kampung2 jadi asyik banget. dulu saya kerja juga naek sepeda (+/-20km). memaknai hidup? agak berat nih.. yang jelas dgn backpcking saya bisa belajar banyak ttg hidup mandiri, disiplin, n menjalin persahabatan dgn banyak orang. dan hal ini sudah jadi kebutuhan yg berkelanjutan. jujur aja kalo saya sekarang nggak boleh jalan2, wah kayak dikubur hidup2 tuh...nggak tahaaan. lari dari masalah?..mmm awalnya saya sempet mikir juga kayak gitu. namun ternyata dgn segala pengalaman yg saya dapet dari sekedar "jalan2", banyak persoalan khususnya urusan kantor saya yg dulu bikin saya stres sekarang saya udah bisa ngadepinnya dengan jauh lebih baik. jujur aja boss, saya belum punya "fly watch" (jam terbang) yg tinggi. saya juga belum pernah keluar negeri. bagi saya backpacking, bertualang ato apalah, itu bisa dimana aja. pulang kantor karena macet total, saya pernah jalan kaki dari kebayoran lama - lebak bulus. kalo capek ya duduk, haus ya cari warung nyruput teh botol, pegel ya nongkrong dulu. nyari jalan tikus mblesak-mblesuk ke kampung2 eh ketemu tukang kerak telor n ngobrol macem2. duh baru itu tuh ada tukang kerak telor selain di PRJ hehehe wah pokoke backpacking itu bagi saya.. membuat hidup lebih hiduup
regards yudas --- On Tue, 6/24/08, andi rachman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: andi rachman <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [indobackpacker] Ingin sharing ttg backpacking To: "back pack" <[email protected]> Date: Tuesday, June 24, 2008, 12:46 AM Dear All, Tema sharing untuk kali ini tentang "Apa yang dicari seorang backpakers/penjelaj ah??". Hal ini berawal ketika Saya mulai melihat sepak terjang beberapa rekan backpaker yang punya jam terbang tinggi, telah melanglang buana ke banyak tempat diberbagai negara dan tentunya spending a lot of money. Rekan2 ini terlihat seolah-olah menjelajah adalah sebagai jalan hidup. Kebetulan Saya juga doyan hal ini, meskipun cuman pemain lokal(baca;Indonesi a pada umumnya dan jawa pada khususnya), kadang-kadang bersepeda dengan membawa peta dan nyasar kemana-mana. Dan dibeberapa trip, berjalan dengan rekan2 backpakers yang lain. Kalau "nggrayangi udelku dewe"/mengaca diri sendiri, motivasi terbesar adalah "tidak ada yang spesial", artinya view atau lokasi yang dituju cuman sekedar sarana saja buat saya untuk melakukannya. Hal yang khusus yang saya rasakan adalah ketika melakukannya itu, Saya seolah-olah keluar dari sistem kehidupan/tidak jadi pemain utamanya. Saya suka mengamati kehidupan orang lain dilingkungan yang saya kunjungi/lewati dan sekalian mengambil keuntungan dari lingkungan tersebut, misalnya: mencoba makanannya, mengambil pemandangannya dan sedikit masuk dalam lingkungan tersebut, atau sekedar duduk bersantai... . Kadang terasa dengan melakukan perjalanan, seolah-olah punya kehidupan baru yang sangat menyegarkan tetapi dilain sisi seperti sedang melarikan diri dari kehidupan sesungguhnya. Maksud Saya, jauh didalam diri sebenarnya masih ada masalah dan pertanyaan hidup yang belum terselesaikan. Mmmm...tetapi bukan berarti Saya sedang melarikan diri dari masalah, cuman secara tidak sadar kadang-kadang merasakannya( ada sesuatu yang belum terjawab). Yah begitulah sharing dari Saya.....Sebagai pertanyaan penutup, apakah bisa dengan berpacker sepanjang hidup itu dijadikan salah satu sarana memaknai kehidupan sekaligus tetap berada didalamnya?? ? ataukah sebenarnya antara backpaker dan memaknai hidup itu tidak terkait secara langsung( hanya sarana refreashing dan sedikit restart)??? Monggo teman2 yang punya pengalaman berbeda, bisa disharing... Salam, -Pentol [Non-text portions of this message have been removed]
