Mo sharing juga.... Kalau bagi saya, backpacker itu adalah suatu proses
dalam belajar, dan rasanya dunia ini merupakan tempat belajar yang ga
ada habis-habisnya.... Jadi mungkin saya akan melakukan yang namanya
backpacking seumur hidup.

Dari backpacking yang saya jalani, jauh lebih menyenangkan daripada ikt
tour yang tinggal duduk manis, tidur di tempat enak, tapi yang didapat
hanya saya mengunjungi tempat yang bagus. Bagi saya backpacking lebih
dari itu, saya belajar bagaimana menyelesaikan suatu masalah, bagaimana
budaya di satu tempat, bagaimana seharusnya menghargai orang asing
dengan tulus (sayangnya bukan orang kota, orang desa paling pintar dalam
hal ini), dan backpacking terus terang mengajarkan saya untuk tidak
mudah curiga pada lingkungan tertentu, misalnya bagaimana menunggu di
terminal, di tempat asing, dan kita merasa nyaman di dalamnya. 

Rasanya setiap perjalanan saya, baik dalam negeri, maupun luar negeri
(baru beberapa) selalu memberi pelajaran baru, selalau ada saja sesuatu
yang rasanya saya ga pernah temui, meskipun saya sudah beberapa kali
mengunjungi tempat itu.

Bagi saya backpacking itu mungkin bukan pelarian diri, tapi lebih ke
phylosophi. Tidak peduli tujuan kita, apa yang kita pakai (maksudnya ga
selalu backpack), dengan siapa, apa sarananya, selama kita menjalani
untuk mencari pencerahan (bukan berdarmawisata), bagi saya itu adalah
backpacking.


Rgds,
Yung Liang

-----Original Message-----
From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of yudas moro
Sent: Tuesday, June 24, 2008 1:07 PM
To: back pack; [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [indobackpacker] Ingin sharing ttg backpacking

sekedar sharing aja mas
bagi saya backpacking, bertualang ato apalah namanya adalah bagian dari
hidup saya. seringkali saya kalo cuma ke kantor kelurahan buat ngurus
surat2 lebih milih jalan kaki (cuma 2km) karena ngelewatin kampung2 jadi
asyik banget. dulu saya kerja juga naek sepeda (+/-20km).
memaknai hidup? agak berat nih.. yang jelas dgn backpcking saya bisa
belajar banyak ttg hidup mandiri, disiplin, n menjalin persahabatan dgn
banyak orang. dan hal ini sudah jadi kebutuhan yg berkelanjutan. jujur
aja kalo saya sekarang nggak boleh jalan2, wah kayak dikubur hidup2
tuh...nggak tahaaan.
lari dari masalah?..mmm awalnya saya sempet mikir juga kayak gitu. namun
ternyata dgn segala pengalaman yg saya dapet dari sekedar "jalan2",
banyak persoalan khususnya urusan kantor saya yg dulu bikin saya stres
sekarang saya udah bisa ngadepinnya dengan jauh lebih baik.
jujur aja boss, saya belum punya "fly watch" (jam terbang) yg tinggi.
saya juga belum pernah keluar negeri. bagi saya backpacking, bertualang
ato apalah, itu bisa dimana aja. pulang kantor karena macet total, saya
pernah jalan kaki dari kebayoran lama - lebak bulus. kalo capek ya
duduk, haus ya cari warung nyruput teh botol, pegel ya nongkrong dulu.
nyari jalan tikus mblesak-mblesuk ke kampung2 eh ketemu tukang kerak
telor n ngobrol macem2. duh baru itu tuh ada tukang kerak telor selain
di PRJ hehehe wah pokoke backpacking itu bagi saya.. membuat hidup lebih
hiduup

regards
yudas

--- On Tue, 6/24/08, andi rachman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: andi rachman <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [indobackpacker] Ingin sharing ttg backpacking
To: "back pack" <[email protected]>
Date: Tuesday, June 24, 2008, 12:46 AM






Dear All,
Tema sharing untuk kali ini tentang "Apa yang dicari seorang
backpakers/penjelaj ah??". Hal ini berawal ketika Saya mulai melihat
sepak terjang beberapa rekan backpaker yang punya jam terbang tinggi,
telah melanglang buana ke banyak tempat diberbagai negara dan tentunya
spending a lot of money. Rekan2 ini terlihat seolah-olah menjelajah
adalah sebagai jalan hidup. Kebetulan Saya juga doyan hal ini, meskipun
cuman pemain lokal(baca;Indonesi a pada umumnya dan jawa pada
khususnya), kadang-kadang bersepeda dengan membawa peta dan nyasar
kemana-mana. Dan dibeberapa trip, berjalan dengan rekan2 backpakers yang
lain. Kalau "nggrayangi udelku dewe"/mengaca diri sendiri, motivasi
terbesar adalah "tidak ada yang spesial", artinya view atau lokasi yang
dituju cuman sekedar sarana saja buat saya untuk melakukannya. Hal yang
khusus yang saya rasakan adalah ketika melakukannya itu, Saya
seolah-olah keluar dari sistem kehidupan/tidak jadi pemain utamanya.
Saya suka mengamati kehidupan orang lain dilingkungan yang saya
kunjungi/lewati dan sekalian mengambil keuntungan dari lingkungan
tersebut, misalnya: mencoba makanannya, mengambil pemandangannya dan
sedikit masuk dalam lingkungan tersebut, atau sekedar duduk bersantai...
. Kadang terasa dengan melakukan perjalanan, seolah-olah punya kehidupan
baru yang sangat menyegarkan tetapi dilain sisi seperti sedang melarikan
diri dari kehidupan sesungguhnya. Maksud Saya, jauh didalam diri
sebenarnya masih ada masalah dan pertanyaan hidup yang belum
terselesaikan. Mmmm...tetapi bukan berarti Saya sedang melarikan diri
dari masalah, cuman secara tidak sadar kadang-kadang merasakannya( ada
sesuatu yang belum terjawab). Yah begitulah sharing dari
Saya.....Sebagai pertanyaan penutup, apakah bisa dengan berpacker
sepanjang hidup itu dijadikan salah satu sarana memaknai kehidupan
sekaligus tetap berada didalamnya?? ? ataukah sebenarnya antara
backpaker dan memaknai hidup itu tidak terkait secara langsung( hanya
sarana refreashing dan sedikit restart)??? Monggo teman2 yang punya
pengalaman berbeda, bisa disharing...
Salam,
-Pentol

[Non-text portions of this message have been removed]

 














      



::BCA::


::BCA::

Kirim email ke