Pendakian di Taman Nasional sudah seharusnya
didampingi oleh guide. Selain menjaga keselamatan juga
mencegah kerusakan yang ditimbulkan oleh ulah tangan2
jahil. Bisa saja semua orang yang masuk ketaman
nasional tersebut bilangnya ga akan
ngerusak..kenyataannya?

Pengelolaan taman nasional di Indonesia masih
memprihatinkan, larinya dana kehutanan bahkan hak
pengelolaan hutan yang diberikan "pusat" ke pengusaha
"pengrusak" juga merupakan permainan. Lihat saja hutan
Lindung Dago Pakar..

Di Kinabalu, semua pendaki wajib didampingi guide.
bahkan pengelolaan taman nasional tersebut sudah
bersifat profesional, penginapan yang disediakan
bertujuan menghindari pembukaan kamping ground yg
merusak. Jangankan menebang pohon untuk dijadikan
tongkat, mengambil ranting jatuh untuk dijadikan
tongkat saja dilarang. Saya pernah bertemu peneliti
dari universitas lokal malaysia, beda sekali dgn yang
dikita, kalau kita..cabut,petik bawa pulang..mereka
cuma sentuh tanpa merusak dan mengambil fotonya
saja..walaupun hanya tanaman liar setinggi 20cm yg dpt
dgn mudah dibawa dalam tas...

Saya setuju dgn pengurangan kunjungan ketaman nasional
atau hutan lindung..karena lebih banyak pengunjung
lebih ngerusak,binatang atau tumbuhan lebih
terganggu...yaaaa anggap saja rumah kita banyak
dikunjungi orang, apalagi tanpa didampingi pemilik...


Peace


      

Kirim email ke