mba ambar, iya aku setuju...kayaknya departemen pariwisata kita kurang
serius ya mempromosikan negeri kita yang sangat kaya akan keindahan alam
semestanya....apalagi tahun 2008 ini disebut2 Visit Indonesia Year 2008.
saya mengalami kesulitan dinegeri sendiri....
untuk mencari informasi nomor telepon hotel-hotel murah dibandung saja
sangat tidak mudah (ini pengalaman pribadi saya, dimaan saya termasuk
gaptek), tidak seperti saat saya coba booking utk hotel murah di kuala
lumpur....mereka bisa diakses dan kamarnya bisa dibooking melalui web.
Seharusnya pemerintah terutama departemen pariwisata bisa merangkul
pihak-pihak, terutama yg menguasai teknologi, untuk dapat mengkoordinasikan
semua informasi yang dibutuhkan turis lokal maupun mancanegara.
ayo semangatttt dalam mempromosikan pariwisata indonesiaa....
^_^

On Mon, Sep 29, 2008 at 11:51 PM, Ambar Briastuti <[EMAIL PROTECTED]
> wrote:

>   Mbak Nuki, komentar tentang jualan-nya Malaysia ini jadi inget
> artikel yang ditulis seorang analis Andry Asmoro di JP beberapa waktu
> lalu. Saya kutipkan dibawah saja untuk lengkapnya.
>
> Dari artikel itu disebutkan bahwa Malaysia menghabiskan US$80 juta
> untuk promosi pariwisatanya, Singapura malah lebih gila2an dengan US
> $316.2 juta. Indonesia dalam VIY2008 'hanya' menghabiskan US$15 juta.
>
> Membandingkan dengan Malaysia rasanya kalau ngga adil dilihat dari
> faktor marketing saja. Di sana layanan (services) untuk tourism
> sangat banyak dengan kemampuan bahasa yang sangat bagus. Website dan
> e-commerce sudah tancap gas jauh sebelum Indonesia di era speedy.
> Ketika kita masih berkutat dengan text sms, mereka sudah membangun
> infrastruktur promosi yang lebih matang. Hostel ditawarkan di web
> internasional walau kondisinya so-so, tempat2 ditampilkan dengan
> 'indah'.
>
> Sebagai orang Indonesia saya ngiri tapi malah jadi tantangan. Bisa
> ngga sih kita seperti mereka? tanpa mengandalkan pemerintah, bergerak
> dari sektor masyarakat saja. Rekan2 yang backpacker ke luar negeri,
> promosikan Indonesia. Tunjukkan banyak tempat yang jauh lebih indah
> dari Malaka, jauh lebih bersejarah dari Malaka. Tinggal kita ini di
> Indonesia untuk menggali sendiri potensi, memberitahukan dunia betapa
> ngga kalah Indonesia dengan negara lainnya.
>
> Salam,
> Ambar
>

Kirim email ke