Ceritanya dalam rangka kerjasama ASEAN, Pemerintah Laos menulis surat 
resmi kepada Malaysia, yang intinya;

"Laos memohon bantuan kepada Kerajaan Malaysia untuk memberikan 
asistensi teknis dalam rangka mendirikan Armada Angkatan Laut"

Malaysia menjawab suratnya;
"Kami bersedia memberikan bantuan, tapi kami tidak melihat perlunya 
Laos mendirikan Angkatan Laut karena Laos tidak memiliki garis pantai"

Laos kembali menjawab;

'Tapi bukankah Malaysia juga memiliki Kementrian Kebudayaan?"

<diadaptasi dari buku "mati ketawa cara rusia">

Dan akhirnya;

Selamat Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin...

tabik,

Puguh

--- In [email protected], Ambar Briastuti 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mbak Nuki, komentar tentang jualan-nya Malaysia ini  jadi inget  
> artikel yang ditulis seorang analis Andry Asmoro di JP beberapa 
waktu  
> lalu.  Saya kutipkan dibawah saja untuk lengkapnya.
> 
> Dari artikel itu disebutkan bahwa Malaysia menghabiskan US$80 juta  
> untuk promosi pariwisatanya, Singapura malah lebih gila2an dengan 
US 
> $316.2 juta. Indonesia dalam VIY2008 'hanya' menghabiskan US$15 
juta.
> 
>

Kirim email ke