Baru saja saya membaca tulisan mas Agus Weng di Kompas.com. Judulnya: Hidup Menurut Buku Panduan.
Tulisan itu membuka mata saya, bahwa menjadi backpacker itu tidak selalu harus mengikuti buku panduan. Kalau seorang backpacker hanya tergantung semata-mata pada buku panduan seperti Lonely Planet, dia tidak akan punya semangat menggali dan mengeksplore sendiri. Karena apa yang ada dibuku panduan itulah yang akan diikuti. Mau cari hotel atau penginapan, lihat dulu buku panduan. Jadi hotel-hotel dan restoran yang ada dalam buku panduan semakin laris, sementara yg nggak masuk buku akan tersingkir. Ada persaingan yang tidak sehat akan terjadi. Semangat petualangan untuk mengalami sesuatu yang baru, yang orisinal kita temukan sendiri menjadi hilang. Padahal dengan penemuan kita sendiri, petualangan kita akan lebih seru. Kalau kita berhasil menginap ditempat yg kita temukan sendiri ketika tersesat dijalan, makan di warung dipinggir jalan misalnya...akan jauh lebih menarik daripada hanya mentah-mentah ikut rekomendasi buku panduan. Artikel lengkapnya disini: http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/02/0759116/titik.nol.87.hidup.menurut.buku.panduan Salam, Sisca
