Nimbrung, sekalian Ikut Share!

Kalau teman2x mengenal Backpacking yng sebenernya, di Indonesia saya
menyebut rute mereka ini dengan
Nama "classic Route",  alias "Popular Route", tentu patokannya Buku2x Guide,
seperti LP, Roughguide, FootPrint,
Ada juga beberapa backpacker Jepang, Modalnya Pulpen dan Kertas, sisanya
mengikuti Arah angin.

Sumatra?  Pulau yang menurut saya paling Garang!  
"mohon ma'af, untuk teman2x yang asal Sumatra, karena saya juga orang
Sumatra hehe"

Rute paling banyak diminati, Cuma dari Medan - Btinggi - Padang"   ini
classic route, kalau yang suka ke gunung atau hutan, mereka menjelajah
beberapa lokasi di daerah Jambi..tak ketinggalan mendaki kerinci.
Sisanya, bisa di Pastikan kalau naik Bus, Langsung ke Jakarta!

Sumsel?  Hmm.. ini deaerah paling rawan di Sumatra, salah sedikit urusan
sangat Kacau!   Tapi, saya nggak tau kota Palembang seaman apa sekarang?
Dulu saya sering main ke 16 ilir..
Ada yang pernah nyebrang ke Bangka Pake Ferry?   Apakah masih banyak tukang
palak?

Lampung?  Terminal nya, jauh lebih baik di bandingkan tahun 90-an, walaupun
kebanyakan orang tetap nggak berani masuk terminal kalau Malam Datang!
Nggak heran di bakauheni disediakan Dormitory Room.
Umumnya penduduk lampung juga kemana2x masih suka Bawa Badik! Sekarang sudah
jarang, 

Java?   Mas heru, saya piker emang modelnya gitu di Jawa, jangan kan di
tempat rame, di tempat yang Ndeso, juga seringnya juga gitu, tapi karena
saya suka nya ke Gunung, saya belum pernah ngalami wong Ndeso berusaha
ngadalin..
Di Jawa, saya lihat tempat yg lumayan tidak aman untuk Backpacker, Cuma di
Probolinggo..Kenapa?

Ini Bagian dari Clasic Route " Yogya to Bali..."   jarang Backpacker bule
yang mulai dari Jakarta, kecuali mereka mau ke Krakatau atau Ujung Kulon...
tentu selanjutnya Pangandaran..sampe bali atau Lombok

Di jawa, sudah bisa di bilang nggak ada yang bawa clurit.

Bali-Lombok, ini juga bagian dari Clasic Route, tapi Sumbawa?  Duh... masih
serem, saya pernah naik Bus, anak mudanya masih Bawa senjata Tajam...
alasanya untuk jaga2x.  pernah ketok2x Homestay di empang-sumbawa, pemilik
Homestay buka pintu dengan Parang di tangan..  Begitu juga yang antar kami
ke Homestay.

Ada yang mau Nambahin?
Atau ada yang punya pengalaman  ngikutin "classic Route"  Makassar to
Menado?

Salam
ARIS


-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]]
On Behalf Of R. Heru Hendarto
Sent: 11 Desember 2008 13:32
To: [email protected]
Subject: Re: [indobackpacker] daerah wisata yg banyak tukang tipu (was : t
ranport yang murah ke Gili Trawangan)

Sebenarnya yang namanya tukang tipu ya dimana2 banyak. Terutama di tempat
wisata yang sudah memang terkenal atau malahan di desa terpencil. Dari
pengalaman ngetrip ke beberapa tempat di Jawa dan luar Jawa, memang ada
beberapa tempat yang harus hati2 seperti Sumsel (apalagi pedalamannya),
Kalsel (bag pantai selatan, dan timur), Kaltim (Samarinda, Kutim), Sulsel
(sebagian kecil), Malut  (sebagian Halmahera timur dan utara) dan Papua
Barat (Sorong, sebagian). Plus seluruh Jawa sendiri tentunya. 

Dulu pernah rame2 mau ke curug di Surade, udah baek2 bayar karcis e malah
mau dikadalin. Katanya : 'naek perahu aja Mas,Mbak. Ke sana jauh'. Kami
timpali, nggak papa lah mas kalo cuma 3 kilo si kami jalan santai aja, ngk
buru2. Disambung dia, 'tapi nanti lewat sawah, licin trus nanti ada
pagarnya, dikunci lagi'. Kami tanya lagi : tapi bisa dilewati kan?. Dianya
jawab, ya mesti nglompat.

Kami akhirnya jalan dan ternyata cuma di bawah satu km dan pagar yg dia
bilang cuma jejeran kayu rusak di atas pematang lebar 80 cm tinggi 50 cm.
Halah!

Intinya, di daerah yang relatif aman pun peluang ketipu tetap ada. Tipsnya :
Jangan nego dengan gerombolan pemuda atau bapak2 muda. Hampir dipastikan
mereka akan memanfaatkan kita. Biasanya gerombolan itu kan pengangguran,
merasa ramai mereka jadi berani, banyak akal (karena banyak kepala yg mikir,
kalo sendiri si ya bloon) dan licik trus kita jadi mangsanya. Maaf buat
teman2 yg suka ngegerombol he he. 

Yang jelas ada yang harus kita pahami, selain menipu, atau mengarahkan kita
untuk ikut maunya, ada lagi yang bahaya kalo kita ke daerah dan harus
dipahami : komitmen mereka yang rendah. Janji dijemput, taunya ngk. Belum
ngaretnya, kendaraan ga sesuai spek ditawarkan, ada charge extra utk apalah
gitu dan bla bla bla. Pasti yg ini teman2 pernah mengalami.


Salam

Heru

Subject:        [indobackpacker] daerah wisata yg banyak tukang tipu  (was :
tranport yang murah ke Gili Trawangan)
Author: "Dian Marsiska" <[email protected]>
Date:           11th December 2008 05:12

Wah, dari cerita dari temen", ternyata di Gili Terawang banyak tukang
tipunya, ya...

 

Klo menurut teman", di daerah wisata mana di Indo yg banyak tukang
tipunya?

Ada yg sampe kapok ke sana, mungkin?

Saya tdk bermaksud mendiskreditkan daerah wisata tsb, hanya ingin
menambah informasi spy klo ke sana, bs lebih hati".

Dan sangat disayangkan, apabila tukang tipu-tukang tipu itu tetap
dibiarkan berkeliaran, perlahan-lahan akan membunuh daerah wisata itu
sendiri (kabar buruk biasanya kan lebih cepat menyebar..).

 

Warung kaki 5 di daerah Malioboro dulu (mgkn skr masih jg..) dikenal
suka "nutug" alias mengenakan tarif mahal saat qta membayar.

Tapi, menurut saya, Jogja merupakan salah satu surga wisata kuliner
karena masih banyak warung makan enak yg harganya murah.

Asal kita tau triknya, kita bs menghindari insiden "nutug"...

 

Hidup pariwisata Indonesia!!

 

Cheers, Agnes Dian.

------------------------------------

Send instant messages to your online friends http://asia.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke