thanks infonya nih. apalagi buat yg baru gabung d milist ini yah & yg baru jd 
backpacker ya..sy Ranti, asli kalbar, skrg d jkt..walaupun sy kerja d lsm 
lingkungan, tp batas kerja sy d manajemen..jd jalannya belum sampai ke ke 
banyak daerah di pedalaman.

rgds

Ranti

--- On Thu, 12/11/08, Aris <[email protected]> wrote:
From: Aris <[email protected]>
Subject: RE: [indobackpacker] daerah wisata yg banyak tukang tipu  (waspada)
To: [email protected]
Date: Thursday, December 11, 2008, 8:05 PM










    
            Nimbrung, sekalian Ikut Share!



Kalau teman2x mengenal Backpacking yng sebenernya, di Indonesia saya

menyebut rute mereka ini dengan

Nama "classic Route",  alias "Popular Route", tentu patokannya Buku2x Guide,

seperti LP, Roughguide, FootPrint,

Ada juga beberapa backpacker Jepang, Modalnya Pulpen dan Kertas, sisanya

mengikuti Arah angin.



Sumatra?  Pulau yang menurut saya paling Garang!  

"mohon ma'af, untuk teman2x yang asal Sumatra, karena saya juga orang

Sumatra hehe"



Rute paling banyak diminati, Cuma dari Medan - Btinggi - Padang"   ini

classic route, kalau yang suka ke gunung atau hutan, mereka menjelajah

beberapa lokasi di daerah Jambi..tak ketinggalan mendaki kerinci.

Sisanya, bisa di Pastikan kalau naik Bus, Langsung ke Jakarta!



Sumsel?  Hmm.. ini deaerah paling rawan di Sumatra, salah sedikit urusan

sangat Kacau!   Tapi, saya nggak tau kota Palembang seaman apa sekarang?

Dulu saya sering main ke 16 ilir..

Ada yang pernah nyebrang ke Bangka Pake Ferry?   Apakah masih banyak tukang

palak?



Lampung?  Terminal nya, jauh lebih baik di bandingkan tahun 90-an, walaupun

kebanyakan orang tetap nggak berani masuk terminal kalau Malam Datang!

Nggak heran di bakauheni disediakan Dormitory Room.

Umumnya penduduk lampung juga kemana2x masih suka Bawa Badik! Sekarang sudah

jarang, 



Java?   Mas heru, saya piker emang modelnya gitu di Jawa, jangan kan di

tempat rame, di tempat yang Ndeso, juga seringnya juga gitu, tapi karena

saya suka nya ke Gunung, saya belum pernah ngalami wong Ndeso berusaha

ngadalin..

Di Jawa, saya lihat tempat yg lumayan tidak aman untuk Backpacker, Cuma di

Probolinggo. .Kenapa?



Ini Bagian dari Clasic Route " Yogya to Bali..."   jarang Backpacker bule

yang mulai dari Jakarta, kecuali mereka mau ke Krakatau atau Ujung Kulon...

tentu selanjutnya Pangandaran. .sampe bali atau Lombok



Di jawa, sudah bisa di bilang nggak ada yang bawa clurit.



Bali-Lombok, ini juga bagian dari Clasic Route, tapi Sumbawa?  Duh... masih

serem, saya pernah naik Bus, anak mudanya masih Bawa senjata Tajam...

alasanya untuk jaga2x.  pernah ketok2x Homestay di empang-sumbawa, pemilik

Homestay buka pintu dengan Parang di tangan..  Begitu juga yang antar kami

ke Homestay.



Ada yang mau Nambahin?

Atau ada yang punya pengalaman  ngikutin "classic Route"  Makassar to

Menado?



Salam

ARIS



-----Original Message-----

From: indobackpacker@ yahoogroups. com [mailto:indobackpacker@ yahoogroups. com]

On Behalf Of R. Heru Hendarto

Sent: 11 Desember 2008 13:32

To: dian_marsiska@ bca.co.id

Subject: Re: [indobackpacker] daerah wisata yg banyak tukang tipu (was : t

ranport yang murah ke Gili Trawangan)



Sebenarnya yang namanya tukang tipu ya dimana2 banyak. Terutama di tempat

wisata yang sudah memang terkenal atau malahan di desa terpencil. Dari

pengalaman ngetrip ke beberapa tempat di Jawa dan luar Jawa, memang ada

beberapa tempat yang harus hati2 seperti Sumsel (apalagi pedalamannya) ,

Kalsel (bag pantai selatan, dan timur), Kaltim (Samarinda, Kutim), Sulsel

(sebagian kecil), Malut  (sebagian Halmahera timur dan utara) dan Papua

Barat (Sorong, sebagian). Plus seluruh Jawa sendiri tentunya. 



Dulu pernah rame2 mau ke curug di Surade, udah baek2 bayar karcis e malah

mau dikadalin. Katanya : 'naek perahu aja Mas,Mbak. Ke sana jauh'. Kami

timpali, nggak papa lah mas kalo cuma 3 kilo si kami jalan santai aja, ngk

buru2. Disambung dia, 'tapi nanti lewat sawah, licin trus nanti ada

pagarnya, dikunci lagi'. Kami tanya lagi : tapi bisa dilewati kan?. Dianya

jawab, ya mesti nglompat.



Kami akhirnya jalan dan ternyata cuma di bawah satu km dan pagar yg dia

bilang cuma jejeran kayu rusak di atas pematang lebar 80 cm tinggi 50 cm.

Halah!



Intinya, di daerah yang relatif aman pun peluang ketipu tetap ada. Tipsnya :

Jangan nego dengan gerombolan pemuda atau bapak2 muda. Hampir dipastikan

mereka akan memanfaatkan kita. Biasanya gerombolan itu kan pengangguran,

merasa ramai mereka jadi berani, banyak akal (karena banyak kepala yg mikir,

kalo sendiri si ya bloon) dan licik trus kita jadi mangsanya. Maaf buat

teman2 yg suka ngegerombol he he. 



Yang jelas ada yang harus kita pahami, selain menipu, atau mengarahkan kita

untuk ikut maunya, ada lagi yang bahaya kalo kita ke daerah dan harus

dipahami : komitmen mereka yang rendah. Janji dijemput, taunya ngk. Belum

ngaretnya, kendaraan ga sesuai spek ditawarkan, ada charge extra utk apalah

gitu dan bla bla bla. Pasti yg ini teman2 pernah mengalami.



Salam



Heru



Subject:        [indobackpacker] daerah wisata yg banyak tukang tipu  (was :

tranport yang murah ke Gili Trawangan)

Author: "Dian Marsiska" <dian_marsiska@ bca.co.id>

Date:           11th December 2008 05:12



Wah, dari cerita dari temen", ternyata di Gili Terawang banyak tukang

tipunya, ya...



Klo menurut teman", di daerah wisata mana di Indo yg banyak tukang

tipunya?



Ada yg sampe kapok ke sana, mungkin?



Saya tdk bermaksud mendiskreditkan daerah wisata tsb, hanya ingin

menambah informasi spy klo ke sana, bs lebih hati".



Dan sangat disayangkan, apabila tukang tipu-tukang tipu itu tetap

dibiarkan berkeliaran, perlahan-lahan akan membunuh daerah wisata itu

sendiri (kabar buruk biasanya kan lebih cepat menyebar..).



Warung kaki 5 di daerah Malioboro dulu (mgkn skr masih jg..) dikenal

suka "nutug" alias mengenakan tarif mahal saat qta membayar.



Tapi, menurut saya, Jogja merupakan salah satu surga wisata kuliner

karena masih banyak warung makan enak yg harganya murah.



Asal kita tau triknya, kita bs menghindari insiden "nutug"...



Hidup pariwisata Indonesia!!



Cheers, Agnes Dian.



------------ --------- --------- ------



Send instant messages to your online friends http://asia. messenger. yahoo.com 


      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke