Nah...ini dia nih pertanyaan cakep banget Mas Riko. Kalau kita gak tahu harga standar berapa, dan tidak tahu alternatif lain, terpaksa kita meng-ok-kan sebuah harga yang ditawarkan, dan alangkah kesal-nya begitu mendengar seseorang bisa membayar dengan harga yang jauh sekali dari yang kita bayarkan.
Prinsip saya(menurut saya ya) kalau harga yang ditawarkan jauh dari takaran standar yang semestinya, dan kita bayarkan juga, itu bukan lagi dikatakan Membantu tetapi namanya Ditipu boss... Pertanyaan saya jadi begini, kmana kita harus laporkan ? apakah hal itu penting kita laporkan ? dan apabila kita melaporkan ke Pengelola Wisata misalnya, sejauh mana laporan kita bisa membantu masalahnya menjadi lebih baik. Adakah rekan-rekan yang punya saran atau pengalaman, adakah yang bekerja didinas pariwisata di millis ini ? adakah solusinya ? Mari majukan Wisata Indonesia. salam. lo' --- In [email protected], riko vu <riko...@...> wrote: > > Sedikit mengalihkan tema sebelumnya, > > teringat pengalaman jalan2 ke Ujung Genteng, ketika kita tiba di pinggir sungai menuju Curug Cikaso, banyak anak mudah yang menawarkan sewa perahu karena jarak yang harus di tempuh ke curug tersebut sangat berat medannya jika dilalui sehabis hujan dan jaraknya cukup jauh. akhirnya kita memutuskan untuk menggunakan perahu tersebut walaupun kita tahu bahwa curug cikaso dapat dengan mudah dan santai dilalui walaupun sehabis hujan. > Tertipu atau membantu lokal guide? > > Teringat pengalaman ke lombok, di pelabuhan lembar saya ditawari nasi bungkus seharga Rp7000 setelah menawar saya membeli nasi bungkus Rp5000 Sedangkan rekan bule dari swedia menawar Rp 3000 dan berhasil. > Tertipu atau membantu pedagang lokal? > > Teringat pengalaman di kampung rambutan, ditarik2 calo untuk tujuan tertentu, kita sudah bilang bahwa mau yang Rp 25.000 tetapi tetap digiring ke bus executive, lalu kita pastikan lagi mengenai tarifnya dan dengan tegas calonya bilang Rp25.0000 pas jalan dan ditagi sama kondekturnya ternyata Rp33.000 > Tertipu atau membantu Tour Buss lokal? > > Teringat pengalaman di Bali, sewa motor dengan penjaga penginapan dengan request motor keluaran terbaru, ternyata setelah deal dan membayar di kasih pinjam motor miliknya yang sudah butut tapi masih bisa ngebut? > Tertipu atau membantu pelayan lokal? > > memang beda tipis antara tertipu dan ingin membantu membangkitkan pariwisata lokal > > ada yang punya pengalaman lain?? > > > Kenali kotamu, > Bang Rik > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] >
