Salam Kenal sebelumnya, saya Azzy di Jakarta, baru saja register pada milis menarik ini dan tertarik untuk ikut berbagi cerita sesuai dengan thema email.
Cuma sekedar sharing agar kawan2 backpacker berhati-hati jika sedang berpergian mengendarai mobil baik sendiri atau bersama kawan2 dengan tujuan daerah Cipanas, Gn Gede atau Bandung karena tepat di daerah Ciloto, sesudah Hotel Puncak Pass sampai daerah Hanjawar (belokan villa kota bunga) seringkali ada sekelompok orang menunjuk kearah bawah mobil kita, maksudnya adalah untuk memberitahu bahwa ada kerusakan pada ban atau rem. Jika ini terjadi kawan2 gak perlu panik dan menghentikan mobil karena ketika kita menepi mereka akan mendekati mobil dan menyiramkan air ke velg dan berargumen bahwa mereka telah menyelamatkan kita dengan memadamkan kebakaran yang akan terjadi. Realitanya, seperti yang kita tahu jika kanvas rem bergesekan dengan besi rem maka akan mengeluarkan asap jika disiram air. Setelah itu mereka biasanya mengatakan bahwa mobil kita rusak dan dengan setengah memaksa membetulkan mobil kita.... hati-hati jangan terbujuk omongan mereka karena mobil sebenarnya tidak rusak sama sekali sebab jika kita ikuti keinginan mereka maka kita harus membayar sejumlah uang berkisar antara 300.ooo - 700.00 untuk perbaikan rem yang sebenarnya sama sekali tidak perlu. Demikian mudah-mudahan berguna salam Azzy --- On Fri, 12/12/08, riko vu <[email protected]> wrote: From: riko vu <[email protected]> Subject: [indobackpacker] Daerah yang banyak tukang tipu (tertipu atau membantu?) To: [email protected] Date: Friday, December 12, 2008, 10:15 PM Sedikit mengalihkan tema sebelumnya, teringat pengalaman jalan2 ke Ujung Genteng, ketika kita tiba di pinggir sungai menuju Curug Cikaso, banyak anak mudah yang menawarkan sewa perahu karena jarak yang harus di tempuh ke curug tersebut sangat berat medannya jika dilalui sehabis hujan dan jaraknya cukup jauh. akhirnya kita memutuskan untuk menggunakan perahu tersebut walaupun kita tahu bahwa curug cikaso dapat dengan mudah dan santai dilalui walaupun sehabis hujan. Tertipu atau membantu lokal guide? Teringat pengalaman ke lombok, di pelabuhan lembar saya ditawari nasi bungkus seharga Rp7000 setelah menawar saya membeli nasi bungkus Rp5000 Sedangkan rekan bule dari swedia menawar Rp 3000 dan berhasil. Tertipu atau membantu pedagang lokal? Teringat pengalaman di kampung rambutan, ditarik2 calo untuk tujuan tertentu, kita sudah bilang bahwa mau yang Rp 25.000 tetapi tetap digiring ke bus executive, lalu kita pastikan lagi mengenai tarifnya dan dengan tegas calonya bilang Rp25.0000 pas jalan dan ditagi sama kondekturnya ternyata Rp33.000 Tertipu atau membantu Tour Buss lokal? Teringat pengalaman di Bali, sewa motor dengan penjaga penginapan dengan request motor keluaran terbaru, ternyata setelah deal dan membayar di kasih pinjam motor miliknya yang sudah butut tapi masih bisa ngebut? Tertipu atau membantu pelayan lokal? memang beda tipis antara tertipu dan ingin membantu membangkitkan pariwisata lokal ada yang punya pengalaman lain?? Kenali kotamu, Bang Rik [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
