Wah kalau memang kejadian ini benar, kebangetan.....Perbuatan awak kapal yang sangat memalukan, tidak sportif, serta mencoreng citra ke-pariwisata-an di Kep Seribu..........Sebab setahu saya, sejauh saya bergaul dengan para awak kapal yang biasa melayani trayek Muara Angke - P.Pramuka, mereka ramah, welcome, dan terbuka kepada pendatangan meski perawakan mereka kelihatan garang. Maklum lah biasa di laut....Untuk harga pun mereka tidak berani main-main.....Selain sudah tertanam sikap jujur kalau mereka suka mainin harga mereka sendiri yang akan susah karena akan berhadapan dengan penduduk pulau. Waktu lebaran aja untuk Muara Angke - Pramuka pp mereka tidak menaikan harga, tetap 30 rb. Padahal kalau mau naikin harga lumrah dan bisa saja....Tetapi mereka tidak....Justru yang terjadi pendatang, turis, walau tidak semua menganggap mereka seperti kenek bis......Kalau tidak ditagih ya tidak bayar.....
Pernah di rombongan saya ada ibu yang bawa anak sekitar 10 tahun. Si ibu minta agar tiket untuk si anak di diskon 50%. Waktu di tagih hanya mau bayar 15 rb. Ngeyel lagi sama awak kapal. Wah saya malu juga salah satu anggotan rombongan saya begitu...Saya bilang ke si ibu bahwa di kapal kecuali bayi semua harga sama....Tapi si ibu ngotot katanya dimana-mana harga untuk anak harus di diskon...Saya piikir seenaknya aja ngomong dimana-dmana dikon 15%. Itu hanya omongan asbun dan yakin tidak bisa membuktikan. Tapi saya ngga mau ribut dan tidak ingin berbelit-belit....Saya bilang ke si ibu kalau tidak mau bayar penuh saya yang bayarin dech...Terus terang saya kasihan dengan awak kapal, income dari tiket kapal ngga seberapa lalu masih ada yang minta diskon....Saya keluarin 15 ribu kasih ke si ibu di depan penumpang lain untuk silahkan di bayarkan ke awak kapal....Saya bilang kalau ibu merasa berat atau lagi ngga punya uang untuk bayar 15 rb, oke saya bayarin....Jangan korbankan awak kapal. Si ibu merasa malu dia ngga mau terima uang dari saya lalu bayar penuh. Setelah di pulau si ibu komplain berat dengan saya...Harusnya saya bela dia bukan awak kapal...Saya bilang, saya kenal ibu baru sekarang ini...tetapi dengan awak kapal saya sudah kenal lama...Ngga hanya kenal, saya biasa ngopi bareng dengan mereka...sedikit banyak saya tahu dan simpati dengan kesulitan mereka...... Kembali ke kasus di bawah ini.... Awak kapal berani begitu karena dia merasa pegang kendali.... Kebetulan saya akan nyoba jajal rute ini...Kalau saya ngalami seperti itu suka tidak suka ya harus ngalah...Apalagi kalau masih di tengah laut...Tapi nanti kalau sudah sampai di darat tentu akan ada perhitungan lagi..... salam prihatin R Adolf Izaak ----- Original Message ----- From: Angel Williams To: [email protected] ; [email protected] Sent: Saturday, December 20, 2008 9:24 PM Subject: Re: [indobackpacker] Daerah yang banyak tukang tipu (tertipu atau membantu?) Wah, di pulau untung jawa juga gitu... aku punya pengalaman pas mau pulang sore hari dr untung jawa ke tanjung pasir, krn ongkos nyebrang wkt pergi dr tj. pasir ke untung jawa 7rb rupiah, aku jg pastikan ongkosnya 7rb pas pulang, abang2 kapalnya bilang ya 7rb.. eeeehhh pas ditagihin di tengah2 (laut) dia minta 10rb ke semua penumpang, kontan semua penumpang marah krn biasanya memang 7rb, penumpang tidak mau bayar, bahkan sempat ada bpk2 yg marah2 sm si abang2 kapal, trus abang2 kapal menghentikan kapal di tengah2 laut padahal angin waktu itu kencang sekali karena sudah menjelang malam, mrk mengancam tidak mau menjalankan kapal kl tidak bayar 10rb, lama penumpang diombang-ambingkan di kapal, sampai akhirnya kami penumpang mengalah bayar 10rb... [Non-text portions of this message have been removed]
