Wah mbak Sita....kebetulan saya punya rencana yang sama ......dan sama2 bulan May juga ( i wish i can join with you all, mbak ).
Untuk Tibet, saya rasa susah mbak kalo Mbak masuk dari Nepal (mbak harus ke kedutaan China di Nepal dan ada waktu tunggu nya ) ,karena perlu ada special permit dari pemerintah China. Jika masuk dari China, mbak harus ke Tibet Tourism Bureau untuk mengurus ijinnya. Untuk lebih jelasnya Mengenai Tibet, ini yg mbak Sita perlukan untuk get in , taken from wikitravel All foreign visitors to Tibet need one or more permits. The basic one is the Tibet Tourism Bureau (TTB) permit, which can be issued to you by Chinese travel agencies that handle trips to Tibet, or (if overseas and arriving via Nepal) by the Chinese embassy in Kathmandu on proof of purchasing a package tour (there is no way around this). If you buy an expensive package tour, the TTB permit will only cost you US$6, but if you just want train/plane tickets, the travel agency will inflate their cut accordingly and you'll need to fork out up to US$50-70. For land crossings (including the train), you'll get a physical permit that will be checked; for plane tickets, the permit may just be an annotation on your ticket record. Some parts of Tibet also require an Aliens' Travel Permit (ATP), which is issued by the Public Security Bureau (PSB) in major Tibetan cities like Lhasa, Xigatse and Ali. The list of regions that require ATPs changes constantly, so enquire locally. Lhasa's PSB has a poor reputation, while Xigatse and Ali are said to issue permits without any unnecessary difficulties. If your papers are in order, the permit can be issued in several hours for Y100. Finally, some remote areas also require a military permit. These are only available in Lhasa, where processing takes several days, and are only granted for an appropriate reason. --- On Mon, 1/5/09, teresita listyani <[email protected]> wrote: From: teresita listyani <[email protected]> Subject: [indobackpacker] Nepal / Tibet? To: [email protected] Date: Monday, January 5, 2009, 2:30 AM Dear Backpackers, Perkenalkan, saya anggota baru di milis ini - senang sekali bergabung dengan komunitas yang mestinya dapat dijadikan referensi terpercaya untuk berbagai informasi mengenai backpacking. Pertanyaan saya berikut ini, mungkin pernah dibahas sebelumnya, jadi mohon maaf jika demikian. Saya dan teman-teman (5 orang) rencananya akan backpacking ke Kathmandu selama 1 minggu. Saya membutuhkan masukan dari backpackers lainnya sehubungan dengan beberapa detail mengenai rencana ini Saya berencana berangkat di bulan Mei, dari Jakarta ke Kathmandu dengan Thai Airways via Bangkok Harga tiket: $550-ish. Adakah alternatif yang lebih murah, misal: dengan Royal Nepal Airlines dari Bangkok (Jakarta- BKK flight pakai Air Asia)? Tapi bagaimana dengan reliability jadwalnya? Saya sudah mengecek jadwal Royal Nepal flight dari Bangkok dan hanya ada hari Rabu. Ada yang punya pengalaman apakah jadwal ini tertepati atau missed dan tercancel entah kapan? (teman saya punya pengalaman terkatung-katung dengan Drag Air ke Bhutan via Bangkok, jadi agak waswas, maklum cuti terbatas) Rencananya kami akan mendarat di Kathmandu lantas (jika memungkinkan) masuk ke Tibet Sepertinya jalan darat tidak mungkin karena terbatas waktu (padahal Friendship Highway sepertinya sangat menarik). Maskapai apa dan berapa ya, harga tiket pesawat Kathmandu-Lhasa (round trip) paling murah? Jika kita sudah punya visa China, apakah masih perlu permit khusus lagi untuk masuk ke Tibet? Denger2 seperti itu, just need to reconfirm Jika ya, bagaimana sistemnya? Seperti konsep visa on arrival kah? Apakah ada prosedur khusus untuk pengunjung WNI? Dari info beberapa forum chat backpacking asing, sepertinya harus menggunakan jasa tour untuk memperoleh sang hyang permit ini. Validkah info ini? Jika ya, berapa kira2 biayanya, dan berapa hari proses aplikasinya? Denger2 lagi, sebenarnya sulit untuk mendapat permit masuk ke Tibet dari Kathmandu akibat restriksi pemerintah China. Apakah lebih mudah untuk mendapatkan ijin jika rutenya dibalik? Maksud saya, masuk Tibet melalui China, lantas ke Kathmandu? Sehingga rutenya menjadi Jakarta - Beijing, naik kereta ke Chengdu, apply permit di Chengdu, masuk ke Tibet, dan lantas ke Kathmandu? Budget wise, apakah rute seperti ini jadinya akan mahal banget? Advice pls... Terima kasih sebelumnya atas sharing infonya - sebenarnya saya masih punya beberapa stok pertanyaan lagi mengenai trip ini, tapi masih dicicil :-) salam, -tereSita- [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
