Saya setuju sekali dgn bos Benny Yusron. Ada baiknya kita semua menilai diri 
kita sendiri atas upaya apa yg telah dilakukan utk melestarikan budaya sendiri.

Sungguh tak elok rasanya ribut mengenai pencurian budaya sementara selama ini 
kita memang kurang atau mungkin tak ada effort utk menjaganya. Ini tentu bukan 
kelalaian pemerintah saja, tp kita semua sbg warga negara ini. 




Thanks!
Transported from my RIM's device

-----Original Message-----
From: "Beny Yusron" <[email protected]>

Date: Tue, 27 Jan 2009 23:30:32 
To: <[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>
Subject: Re: [indobackpacker] Surat Cinta Kepada Kementrian Kebudayaan Malaysia


Alhamdulillah....rasa nasionalisme masih tinggi :)

Menurut saya, sebagai yang empunya budaya, kita juga harus fair dalam 
melestarikan budaya sendiri. Definisi melestarikan yang saya saksikan selama 
ini adalah hanya dalam tataran diinventarisir, dicatat dan kemudian dijadikan 
hafalan adik-adik siswa sekolah. Keluar di ujian dan ulangan.

Kalau saya jadi tukang lenong, kemudian datang utusan Kerajaan Malaysia 
menawarkan pentas di sana, dibayar mahal lalu diminta untuk tinggal dan 
ngajarin orang Malaysia ngelenong, tentu tanpa pikir panjang saya akan berkata 
iya. Kehidupan saya diperhatikan. Anak-anak saya disekolahkan dengan baik dan 
tanpa bayar kenapa juga saya harus menolak?

Lambat laun saya akan diminta pindah kewarganegaraan atas 'jasa' saya 
'melenongkan' Malaysia. Hweeiiii siapa yang tidak bangga menjadi 'duta budaya' 
bangsa. Dan seluruh Malaysia pun ngelenong.

Kementrian Budayanya langsung mencantumkan lenong dalam brosur Visit Malaysia 
dan menyatakan bahwa itu budaya asli mereka. Soal asal-usul budaya lenong kok 
bisa asli Malaysia, ah...it's just five minutes paper works or maybe less. Kita 
kan serumpun. Ini pekerjaan sangat mudah.

Gandrung Banyuwangi
Legong Bali
Cakalele Maluku
Tabot Bengkulu
....
Tinggal menunggu waktu untuk masuk dalam daftar 'budaya asli Malaysia' Dan kita 
cuma bisa marah-marah, misuh-misuh, mengumpat...what a looser. Sudah budayanya 
diambil, dosanya nambah.

Tahukah kita sudah banyak bahasa daerah yang punah?
Sadarkah kita para pekerja budaya dan anak-anaknya itu rata-rata ngga sekolah?
Pedulikah kita ketika mereka sakit ditolak oleh rumah sakit sehingga harus 
dirawat seadanya di rumah dengan obat paling mujarab sedunia, air putih?
Berapa banyak masakan khas kita yang sudah tidak tahu lagi gimana masaknya?

Kalau kita merasa punya budaya, pake dong!
Berapa dari kita ngundang lenong waktu ada hajatan?
Berapa dari kita yang ngundang jaipongan waktu ada acara kantor?
Berapa dari kita...ah bakal panjang daftarnya.

Itulah, paling tidak menurut saya, definisi melestarikan. Atau mau menambahkan 
definisi melestarikan itu misuh-misuh ketika budaya kita diambil?


Sent from my BoldBerry® wireless device from XL GPRS/EDGE/3G network

-----Original Message-----
From: Liston Siahaan <[email protected]>

Date: Tue, 27 Jan 2009 12:16:25 
To: <[email protected]>; <[email protected]>
Subject: Re: [indobackpacker] Surat Cinta Kepada Kementrian Kebudayaan Malaysia


Keterkejutan yang sama juga saya alami ketika melihat hal yang sama dengan mba 
Tari, akan tetapi saya mencoba untuk melihat dari sisi yang berbeda dengan mba' 
Tari terhadap situasi tersebut. Apa yang membuat Malaysia tiap tahun dapat 
menambah koleksi "jarahannya" ? Apakah karena mereka lebih kuat dari kita ? 
atau lebih pandai ?? tentu tidak....!!!

jadi apa ???? Jawaban yang saya dapat setelah saya renungkan adalah "karena 
orang2 yang berwenang mengatasi hal tersebut BERMENTAL lebih RENDAH dari mental 
maling (mentalnya Malaysia), sehingga membiarkan itu semua terjadi.Kalau sejak 
"pencurian" budaya pertama kali terjadi, mereka MAU mengantisipasi untuk 
kedepan, tentu tidak akan banyak koleksi malaysia yang berasal dari leluhur 
kita.

Percuma kita memaki maki malaysia kalu dari dalam sendiri kondisinya mendukung 
mereka untuk melakukan itu.....Dalam banyak hal, saya sering mendengar kata 
bahwa bangsa kita adalah bangsa pecundang, sehingga dapat diperlakukan dengan 
seenaknya saja oleh bangsa lain. Marilah kita introspeksi diri agar bisa 
memperoleh jalan untuk memajukan mentalitas bangsa ini yang sudah sangat 
parah....Instead of mengirimkan surat cinta kepada kementrian Malaysia, lebih 
baik dikirimkan kepada Kementrian Kebudayaan Indonesia...

Siapa tahu th 2010 Malaysia tidak memperoleh kebudayaan baru karena kebudayaan 
di Indonesia sudah terproteksi dengan baik.

Salam
Liston

------------------------------------

Indonesian Backpacker Community
visit our website at http://www.indobackpacker.com atau bisa juga di 
http://www.backpacker-indonesia.info/


Silakan membuka arsip milis http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/   
untuk melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan.

No SPAMMING or forwarding unrelated messages.
Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari Jumat. 

Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip bagian 
yang perlu saja

Milis Indobackpacker tidak bisa menerima ATTACHMENT, untuk menghindari virus 
dan menghemat bandwidth.

Cara mengatur keanggotaan di milis ini :

- Satu email perhari: [email protected]
- No-email/web only: [email protected]
- menerima email: [email protected]
- berhenti dari milist kirim email kosong : 
[email protected]
- Begabung kembali ke milist kirim email kosong : 
[email protected]! Groups Links




------------------------------------

Indonesian Backpacker Community
visit our website at http://www.indobackpacker.com atau bisa juga di 
http://www.backpacker-indonesia.info/


Silakan membuka arsip milis http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/   
untuk melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan.

No SPAMMING or forwarding unrelated messages.
Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari Jumat. 

Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip bagian 
yang perlu saja

Milis Indobackpacker tidak bisa menerima ATTACHMENT, untuk menghindari virus 
dan menghemat bandwidth.

Cara mengatur keanggotaan di milis ini :

- Satu email perhari: [email protected]
- No-email/web only: [email protected]
- menerima email: [email protected]
- berhenti dari milist kirim email kosong : 
[email protected]
- Begabung kembali ke milist kirim email kosong : 
[email protected]! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke