Sebuah pencurian mustahil terjadi tanpa kelalaian si pemilik.  Apakah si 
pencuri ini sekadar memanfaatkan kesempatan atau memang (maaf) sudah dari 
sononya begitu bagi saya tidak penting.  Mencuri hanya dibolehkan jika untuk 
mempertahankan kelangsungan hidup.  Di luar itu mencuri tetap sebuah tindakan 
kriminal.  Setelah batik, reyog, angklung, cendol, ‘rasa sayange’, dan wayang 
kulit, benarkah Malaysia mencuri untuk kelangsungan hidup?  Kita semua sudah 
tahu jawabnya!  Mengaku saudara serumpun tapi merendahkan saudaranya dengan 
julukan ‘indon’.  Mereka kirim Siti Nurhaliza untuk menguras kantong remaja 
yang termehek-mehek dengan segala kemelayuan, di saat bersamaan mereka 
selundupkan 2 buron yang menjadikan Indonesia paria di dunia internasional.  
Setelah punya Bung Karno kecil, jangan-jangan sebentar lagi akan datang klaim 
bahwa (alm) Pramoedya Ananta Toer bermoyang asal tanah semenanjung.
 
Bagaimana dengan pihak yang merasa kecurian?  Apakah mereka baru merasa 
memiliki sesuatu setelah ‘benda’ itu diklaim sebagai milik orang lain?  Seperti 
yang sudah ditulis rekan-rekan di sini, mengharap tindakan yang signifikan dari 
(aparat) pemerintah itu ibarat menggantang asap (kali ini saya meminjam 
perumpaan Malaysia).  Tindakan cinta budaya yang nyata agaknya hanya bisa 
datang dari para praktisi yang mungkin hidupnya jauh dari mapan.  Saat angklung 
di klaim milik mereka, sebuah padepokan di Jawa Barat menghentikan pengiriman 
pelatih angklung ke negeri jiran.  Ketika reyog dipatenkan, perajin reyog di 
Ponorogo enggan melayani (memboikot) pesanan dari sana.
 
Dua contoh tindakan nyata itu pasti bukan semata-mata urusan perut!   Ada yang 
lebih mendasar dari itu.  Benda budaya adalah bagian dari hidup.  Pengakuannya 
sebagai milik orang lain sama artinya dengan mencabut sebagian nyawa mereka.  
Yang mereka lakukan kira-kira tak jauh dari ‘jargon’ yang tertulis di monumen 
Magadheg, “rumangsa melu handarbeni, wajib melu hanggondeli, mulat sarira 
hangrasa wani.”  Kata-kata dalam bahasa Jawa itu kira berarti “mereka yang 
merasa memiliki, harus wajib mempertahankan dan berani mawas diri”.  Jika kita 
sakit hati wayang kulit digunakan untuk ikon pariwisata sang ‘truly Asia’, 
seberapa dari kita yang masih mengenal (sekadar mengenal dan bukan menonton 
pertunjukkan semalam suntuk) wayang kulit?  Berapa stasiun televisi yang rela 
mengalokasikan jam tayangnya untuk acara yang jauh dari slot iklan ini?
 
Ketimbang sekadar mengkritik yang belum tentu tepat sasaran, ketimbang 
mengutuki kegelapan, saya rasa lebih baik menyalakan lilin.  Di balik hal yang 
amat menyakitkan ini terselip pelajaran yang sangat berharga.   Harus diakui 
bahwa Malaysia sangat bangga dengan identitas Melayunya.  Demi identitas ini 
mereka rela menebus naskah-naskah Melayu kuno di tanah Riau dengan harga 
selangit kendati belum tentu dengan cara terpuji.  Di bandara KLIA tak jarang 
lagu melayu membahana.  Kemelayuan itu lalu mereka perkuat dan perluas dengan 
mengklaim hal-hal yang mereka anggap orisinil produk tanah Malaya.
 
Apakah kita bangga dengan ke-Indonesia-an kita?  Jika jawabnya ya mengapa orang 
lebih merasa bergengsi memakai nama ‘riverside villa’ ketimbang ‘perumahan tepi 
sungai’?  Berapa sering (di luar saat kampanye VIY) lagu-lagu daerah bertamu ke 
telinga yang menunggu di bandara Soekarno-Hatta?  Untuk para pejalan 
pertanyaannya bisa diperpanjang.  Mana yang lebih kita kenal: menara Petronas 
atau istana Wolio di Baubau?  Jangan-jangan kita pernah mampir Putrajaya tapi 
belum sempat menjenguk situs Trowulan!
 
Salam dari Sangatta
29-Januari-2009




________________________________
From: gilabimo <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, 28 January 2009 2:28:43
Subject: [indobackpacker] Re: Surat Cinta Kepada Kementrian Kebudayaan Malaysia


Waduuuhhh... .
Bnr2 keterlaluan tuh malaysia..
Satu sisi malaysia emang ga punya sesuatu yg bisa mereka banggakan 
spt indonesia yg punya banyak keanekaragaman budaya.Malaysia emang 
kreatif, tapi dengan cara yg ga bener atau bisa dibilang MEMALUKAN.
Dan mereka pintar mengemasnya untuk dunia bahwa itu memang 
kebudayaan milik mereka,dan perlahan-lahan seluruh kekayaan budaya 
milik Indonesia akan diketahui oleh dunia sebagai milik dan ciri khas 
malaysia. 
Dari pemerintah indonesia sendiri juga udah keterlaluan. Spertinya 
tidak ada keseriusan untuk menjaga,melestarika n dan memperkenalkan 
budayanya sendiri ke dunia internasional yg notabene menjadi daya 
tarik wisatawan.Dan dengan semakin banyaknnya kasus seperti 
ini,berarti bangsa indonesia ini sama sekali tidak punya wibawa di 
mata malaysia.Apakah pemerintah indonesia menyadari ini? Dengan kata 
lain pemerintah malaysia bener2 menginjak2 wajah pemerintah 
indonesia. Knp bisa sampai seperti itu? Tentu banyak faktor yg 
menyebabkan itu terjadi, dan sudah seharusnya pemerintah indonesia 
intropeksi diri knp wibawanya bnr2 jatuh di mata malaysia.
Banyak contoh kok, dulu indonesia adalah guru bagi malaysia, tapi 
sekarang??

Kalau bukan kita yg memajukan dan menjaga indonesia, siapa lagi?

Salam,
Bimo

--- In indobackpacker@ yahoogroups. com, Ms tari rahardjo 
<kuntarini_rahsilaw a...@...> wrote:
>
> Malam ini ketika log in email, 
> 
> Terkejut di advertisement ada wayang kulit Arjuna dengan panah : 
VIsit Malaysia dengan bla...bla... .bla...keindahan dan keramahahan 
dan aneka budayanya... .
> 
> Buat teman-teman yang merasa terkagum-kagum dan hobi bolak-balik 
traveling ke Malaysia, jangan lupa ditunggu ya foto2nya...
> 
> Terutama foto2 kekayaan budaya Malaysia tahun 2009 : Angklung, 
Reog, Batik motif Parang Rusak, Wayang, minuman cendol, dlsb...dlsb. ..
> 
> Hebat ya Malaysia, tiap tahun inventaris budayanya nambah 
terus....tahun 2008 nambah reog dan batik Parang Rusak, tahun 2009 
wayang kulit....... Salut euy terhadap kerja keras Kementrian 
Kebudayaan Malaysia dalam memperkaya khazanah budayanya... .
> 
> *sambil berdendang dalam hati : Rasa Sayange e rasa sayang-sayange 
Malaysie gak ada otaknye....*
> 
> Salam, 
> 
> Tari
> 
> YM ID : kuntarini_rahsilawa t...@...
> http://kuntarini. multiply. com
> http://profiles. friendster. com/kuntarini

Recent Activity
        *  80
New MembersVisit Your Group 
Yahoo! News
Get it all here
Breaking news to
entertainment news
Yahoo! Finance
It's Now Personal
Guides, news,
advice & more.
Cat Groups
on Yahoo! Groups
discuss everything
related to cats.
. 
 


      Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/sg/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke