nambah usul: bagi mereka yang punya hobi tari/seneng olah raga, ayo wajibkan diri kita untuk menguasai at least satu tarian tradisional/olahraga tradisional, dan mengajarkannya at least ke satu orang, efek berantai yang ditimbulkan akan menguatkan semangat cinta kesenian tradisional kita.
saya sendiri meski tidak dipakai pentas, saya meluangkan waktu setiap hari minggu untuk belajar tari, enam bulan sekali mempelajari satu tari. hal yang sama saya terapkan juga ke anak saya. saya pernah kesentil waktu mengantar seorang profesor dari Belanda ke museum Ullen Sentalu di Kaliurang. di salah satu patung, ada prasasti dalam huruf jawa. dia tanya ke saya apa artinya, saya jawab saya ga bisa baca, karena terakhir belajar waktu SMP, dan sudah lupa. dia bilang sayang sekali kalau sampe pada ga bisa baca, soalnya di Thailand mereka masih pakai huruf Thai. Saya masih punya PR belajar lagi huruf jawa. On Wed, Jan 28, 2009 at 8:30 AM, Beny Yusron <[email protected]> wrote: > Ayo!!! Setuju!!! Kalau bangsa kita besar dan kuat, kita akan menang perang > tanpa berperang. Orang lain akan segan. Mari kita bersatu, rapatkan barisan. > Kita jaga budaya (bahasa daerah, makanan, kesenian, dll) sesuai dengan > posisi masing-masing. > > Yang di pemerintahan, benahi peraturan dan pembinaan. Yang di swasta > promosi kita galakkan. Yang di masyarakat, tunjukkan bahwa kita bangsa dan > bermartabat, kemanapun kaki melangkah. Hiduplah Indonesia Raya! > > Moderator, usul bikin desain kaos menarik tuh. Kalau jadi dibuka, saya > ndaftar ya. > > > www.yusron.com > > [Non-text portions of this message have been removed]
