Dear backpackers,
Adakah teman-teman yang memahami strategi penjualan tiket setiap maskapai penerbangan domestik? Dari dulu saya berpikir, jika kita beli tiket jauh-jauh hari sebelum hari keberangkatan, kita bisa mendapatkan harga tiket yang lebih murah ketimbang beli tiket mendekati hari-H. Ini jika diasumsikan tidak ada promosi apapun. Jadi, jika berniat untuk backpacking, saya menyiapkan segala sesuatunya, termasuk beli tiket pesawat, beberapa bulan sebelumnya. Tapi ternyata saya salah atau mungkin salah. Sebagai contoh, ketika saya membeli tiket Jakarta-Banda Aceh, 3 bulan sebelum berangkat, Sriwijaya Air menawarkan harga di kelas M. Namun, 2 bulan sebelum berangkat, ketika saya cek lagi, harga turun ke Kelas X. Jika dikalkulasi, perjalanan bolak balik, saya rugi 900ribu. Begitupun dengan Lion Air, ketika membooking tiket ke Balikpapan, 4 bulan sebelum berangkat, kena harga yang fantastis, hampir 3 kali harga normal. Namun, secara tiba-tiba beberapa minggu sebelum berangkat, harga turun ke harga normal. Padahal saat itu tidak ada promosi apapun. Lain halnya dengan Batavia Air, saya beli tiket ke Manado 4 bulan sebelum berangkat, kena harga dibawah normal, yang mana artinya tiket dengan kelas terendah. Semakin mendekati hari-H, harganya semakin meningkat. Memang harga tiket "mahal" erat kaitannya dengan fasilitas refund, reroute, open date, etc. Tetapi jika kepergian kita sudah fix, alias pasti berangkat pada waktu yang disepakati, maka saya mengutamakan keuntungan ekonomi ketimbang kelebihan fasilitas. Toh, mau tiket mahal atau murah, kalo sama-sama kelas ekonomi, tempat duduknya sama, minum dan makannya sama (kalau dapat), asuransinya juga sama. Nah, kalo teman-teman ada yang memahami kapan setiap maskapai mengeluarkan/membuka tiket termurah atau kelas terendah, bisa di-share disini. Jadi kegiatan backpacking kita bisa lebih dioptimalisasi dari segi biaya. Thx, Estra [Non-text portions of this message have been removed]
