Mencoba menimpali, 
 
Dari hasil pengamatan pembelian tiket untuk :
 

Garuda....sebaiknya dibeli jauh hari sebelumnya karena masih terbuka peluag 
untuk dapat tiket promosi yg tidak dapat ditukar biasanya 1-3 bulan tiket sudah 
bisa dipesan. 
Lion...jika secara online 4 hari sebelum keberangkatan adalah harga yang 
termurah (pengalaman setelah 4 tahun di aceh) tp berbeda dengan peak seoson, 
biasanya malah lebih murah jika 1 atau 2 hari menjelang keberangkatan. 
Sriwijaya...dia baru akan mengeluarkan harga promo seminggu sebelum 
keberangkatan. 
Nah untuk yg lainnya saya kurang tahu, karena dari Aceh cuman ada 3 pesawat itu 
plus air asia. 
 
Somoga berguna yah.... 
 
Lala


--- On Fri, 1/30/09, Ray Indra <[email protected]> wrote:

From: Ray Indra <[email protected]>
Subject: Re: [indobackpacker] Strategi penjualan tiket penerbangan domestik
To: [email protected]
Date: Friday, January 30, 2009, 4:11 PM






Mungkin bisa sedikit membantu:

1) Lihat iklan.
Umumnya yang diiklankan itulah harga promosi. (Logikanya, kalau bukan harga 
promosi buat apa diiklankan mahal2).

2) Yang lainnya tergantung sikon keseluruhan. Teori dasarnya memang kalau pesan 
jauh hari lebih murah. Tapi kalau menjelang hari-H ternyata pesawatnya tetap 
kosong ya dibanting lah harganya. Nah kosong tidaknya pesawat itu walahualam. 
Tahun lalu misalnya, jauh2 hari sebelum Desember harga tiket melambung karena 
bahan bakar sedang gila2an, lebih dari USD 140/barel. Eh menjelang akhir tahun 
malah merosot ke USD 40, ya otomatis harga turun. Ditambah lagi resesi global, 
jadi pesawat kosong (terutama long haul), ya makin murah, padahal sebenarnya 
high season. 

Belum lagi faktor kurs Rupiah - Dollar, yang kayak yoyo. 

--- On Fri, 1/30/09, [ e | s | t | r | a ] <estradivari@ centrin.net. id> wrote:
From: [ e | s | t | r | a ] <estradivari@ centrin.net. id>
Subject: [indobackpacker] Strategi penjualan tiket penerbangan domestik
To: indobackpacker@ yahoogroups. com
Date: Friday, January 30, 2009, 2:51 PM

Dear backpackers,

Adakah teman-teman yang memahami strategi penjualan tiket setiap maskapai

penerbangan domestik? 

Dari dulu saya berpikir, jika kita beli tiket jauh-jauh hari sebelum hari

keberangkatan, kita bisa mendapatkan harga tiket yang lebih murah ketimbang

beli tiket mendekati hari-H. Ini jika diasumsikan tidak ada promosi apapun.

Jadi, jika berniat untuk backpacking, saya menyiapkan segala sesuatunya,

termasuk beli tiket pesawat, beberapa bulan sebelumnya. Tapi ternyata saya

salah atau mungkin salah.

Sebagai contoh, ketika saya membeli tiket Jakarta-Banda Aceh, 3 bulan

sebelum berangkat, Sriwijaya Air menawarkan harga di kelas M. Namun, 2 bulan

sebelum berangkat, ketika saya cek lagi, harga turun ke Kelas X. Jika

dikalkulasi, perjalanan bolak balik, saya rugi 900ribu. Begitupun dengan

Lion Air, ketika membooking tiket ke Balikpapan, 4 bulan sebelum berangkat,

kena harga yang fantastis, hampir 3 kali harga normal. Namun, secara

tiba-tiba beberapa minggu sebelum berangkat, harga turun ke harga normal.

Padahal saat itu tidak ada promosi apapun. Lain halnya dengan Batavia Air,

saya beli tiket ke Manado 4 bulan sebelum berangkat, kena harga dibawah

normal, yang mana artinya tiket dengan kelas terendah. Semakin mendekati

hari-H, harganya semakin meningkat. 

Memang harga tiket "mahal" erat kaitannya dengan fasilitas refund, reroute,

open date, etc. Tetapi jika kepergian kita sudah fix, alias pasti berangkat

pada waktu yang disepakati, maka saya mengutamakan keuntungan ekonomi

ketimbang kelebihan fasilitas. Toh, mau tiket mahal atau murah, kalo

sama-sama kelas ekonomi, tempat duduknya sama, minum dan makannya sama

(kalau dapat), asuransinya juga sama. Nah, kalo teman-teman ada yang

memahami kapan setiap maskapai mengeluarkan/ membuka tiket termurah atau

kelas terendah, bisa di-share disini. Jadi kegiatan backpacking kita bisa

lebih dioptimalisasi dari segi biaya. 

Thx,

Estra

[Non-text portions of this message have been removed]











[Non-text portions of this message have been removed]

 














      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke