Menurut teman saya yang pernah bekerja di airlines, membeli tiket (yang
tidak promo) jauh" hari sebelumnya memang akan jauh lebih mahal karena
seaka-akan kita yang "membuka" (atau bs jg dikatakan meminta) agar
penerbangan itu diadakan.

 

Tp, hal ini berbeda dengan penawaran promo yg biasa dilakukan AirAsia.

Pembelian tiket ketika pertama kali AirAsia mengeluarkan promo akan
lebih murah ketimbang promo-promo yang berikutnya dikeluarkan AirAsia.

 

Yang pernah saya lakukan untuk mendapatkan harga "bagus" adalah dengan
mengontak salah satu ticket agent langganan (waktu itu ketika saya di
Jogja) dan meminta mereka untuk memantau penerbangan yang kita mau.
Nanti, mereka akan sesekali mengecek dan segera membooking jika ada
harga "bagus" dan tentu saja, segera memberi info ke kita tentang hal
ini. 

 

Thanks, Agnes.

________________________________

From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of [ e | s | t | r | a
]
Sent: Friday, January 30, 2009 2:52 PM
To: [email protected]
Subject: [indobackpacker] Strategi penjualan tiket penerbangan domestik

 

Dear backpackers,

Adakah teman-teman yang memahami strategi penjualan tiket setiap
maskapai
penerbangan domestik? 

Dari dulu saya berpikir, jika kita beli tiket jauh-jauh hari sebelum
hari
keberangkatan, kita bisa mendapatkan harga tiket yang lebih murah
ketimbang
beli tiket mendekati hari-H. Ini jika diasumsikan tidak ada promosi
apapun.
Jadi, jika berniat untuk backpacking, saya menyiapkan segala sesuatunya,
termasuk beli tiket pesawat, beberapa bulan sebelumnya. Tapi ternyata
saya
salah atau mungkin salah.

Sebagai contoh, ketika saya membeli tiket Jakarta-Banda Aceh, 3 bulan
sebelum berangkat, Sriwijaya Air menawarkan harga di kelas M. Namun, 2
bulan
sebelum berangkat, ketika saya cek lagi, harga turun ke Kelas X. Jika
dikalkulasi, perjalanan bolak balik, saya rugi 900ribu. Begitupun dengan
Lion Air, ketika membooking tiket ke Balikpapan, 4 bulan sebelum
berangkat,
kena harga yang fantastis, hampir 3 kali harga normal. Namun, secara
tiba-tiba beberapa minggu sebelum berangkat, harga turun ke harga
normal.
Padahal saat itu tidak ada promosi apapun. Lain halnya dengan Batavia
Air,
saya beli tiket ke Manado 4 bulan sebelum berangkat, kena harga dibawah
normal, yang mana artinya tiket dengan kelas terendah. Semakin mendekati
hari-H, harganya semakin meningkat. 

Memang harga tiket "mahal" erat kaitannya dengan fasilitas refund,
reroute,
open date, etc. Tetapi jika kepergian kita sudah fix, alias pasti
berangkat
pada waktu yang disepakati, maka saya mengutamakan keuntungan ekonomi
ketimbang kelebihan fasilitas. Toh, mau tiket mahal atau murah, kalo
sama-sama kelas ekonomi, tempat duduknya sama, minum dan makannya sama
(kalau dapat), asuransinya juga sama. Nah, kalo teman-teman ada yang
memahami kapan setiap maskapai mengeluarkan/membuka tiket termurah atau
kelas terendah, bisa di-share disini. Jadi kegiatan backpacking kita
bisa
lebih dioptimalisasi dari segi biaya. 

Thx,

Estra

[Non-text portions of this message have been removed]

 

________________________________

::BCA:: 



::BCA::


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke