Bang Andi... terima kasih sekali untuk infonya dan ini menambah wawasan.
Saya mau bertanya saja, maklum masih kagak paham, nich.
- asap yg muncul dr setiap kawah gunung itu mengandung apa, sih? krn saya 
sendiri belum banyak mendaki.
-  disebutkan di sekitar Gn. Dieng ada pipa geothermal. Mau tanya saja, 
kira-kira kawasan pegunungan apa saja yah ada pipa geothermal? 
- pengen nanya soal kelud...duh kebanyakan pertanyaan. entar2an aja deh.
maapin bang andi...
 
makasih
--- On Tue, 1/20/09, adisusanto rosadi <[email protected]> wrote:

From: adisusanto rosadi <[email protected]>
Subject: [indobackpacker] backpacking ke kawah gunung aktif dan kawah meletus
To: [email protected]
Date: Tuesday, January 20, 2009, 2:04 AM






Salam Backpacking,

Minggu lalu salah satu kawah terbesar di area komplek kawah sikidang yaitu 
kawah sibanteng meletus yaitu pada sore hari tanggal 17 jan, untungnya sedang 
tidak ada pengunjung dan suasana sedang sepi, karena sedang hujan dan orang 
enggan kekawah. Tiba tiba ada suara dentuman keras seperti ledakan menyembur 
keatas, dan ada lontaran mud volcano,gas dan material dari dalam kawah 
sibanteng.

Akibat dari letusan ini, adalah mengakibatkan orang yang berada disekitar kawah 
sibanteng berhamburan melarikan diri, dan menjauh dari radius gas yang bisa 
mengandung racun sianida dikawatirkan seperti letusan sebelumnya yang 
mengandung gas beracun sianida dan membunuh banyak penduduk disekitar dieng.

Untuk kondisi saat ini kompleks dieng adalah ditutup untuk wisata, dan hanya 
diperbolehkan berada dalam radius aman 300 mtr dari kawah. Jadi bisa mendekati 
kawah dan berdiri melihat dari puncak bukit misalnya.Jadi untuk teman yang mau 
backpacking kesana disarankan pergi minggu depan saja, dan usahakan tinggal di 
Dieng dan harus pagi sekali jalan mendekati kawah, karena cuaca selalu kabut.

Pengalaman saya, begitu mendengar kabar ada kawah meletus di Dieng, saya 
langsung meluncur kesana, karena kebetulan saya tinggal di Yogya, dan hanya 
berjarak 3 hours lewat jalan pintas dengan motor. Hobbi saya memang adalah 
mengejar gunung atau kawah yang aktif, atau yang mau meletus. Dan kalau 
mendekati kawah usahakan menggunakan masker dan kacamata.

Saya tiba di Dieng pukul 5 pagi hari, cuaca sangat dingin karena di Dieng 
ketinggian paltonya sudah + 2200 m, dan sangat berkabut. Disini saya sengaja 
datang subuh pagi untuk menghindari petugas atau polisi yang memblokade area 
itu. Kemudian saya mengambil jalan alternatif yang ke desa, dan trekking 
sedikit menuju ke kawah lewat geothermal pipe dekat kawah.

Disana ternyata hanya ada satu orang, yang datang bersamaan dengan saya, dan 
ternyata adalah jurnalis. Dan kami menelusuri kondisi kawah berdua dan 
mengambil foto. Kondisi kawah sudah sangat lebar dan membesar, dengan diameter 
12 mt, sedangkan dulunya hanya 1 m. Siencetificaly: Letusan yang terjadi adalah 
tipe letusan Phreatic, yang disini diakibatkan oleh hujan yang deras dan 
menumpuk memenuhi luang kawah, dan material tanah erosi yang dibawa dari atas 
bukit. Disini menimbulkan penumpukan yang mengakibatkan tersumbatnya lubang 
kawah, dan tidak mengalirnya aliran lumpur panas dan gas untuk keluar. Dan 
diakibatkan oleh tekanan magma yang terus mendesak untuk keluar, maka 
terjadilah penumpukan kekuatan dan meletus disertai tekanan gas yang kuat 
keatas, dan membongkar sisi kawah disekitarnya.

Letusan ini biasa terjadi dari kawah yang berupa danau atau kawah yang berisi 
larutan, seperti juga di kawa Ijen, dan kawah Kelud. tetapi di Kelud, sekarang 
menimbulkan bahan pertanyaan para peneliti, karena tipe letusan yang berubah 
dan membuat fenomena baru. Yang tadinya bertipe phreatik tetapi berubah dengan 
akmulasi lava dome..????

Ok deh..ayo backpacking kesana....kalau saya jelaskan semua nanti masih 
panjang..he. .he

Salam

Andi

[Non-text portions of this message have been removed]

 














      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke