Bantu nimbrung, semoga berkenan Sebenarnya material asap yang dilepaskan gunung api isinya adalah gas2 yang sudah kita kenal sebelumnya seperti CO2, CO, CH4, SO2, H2S dll. Pada kondisi tertentu, kandungannya tidak membahayakan manusia namun seiring aktivitas yang meningkat maka konsentrasi yang bertambah akan berakibat fatal.
Hari Jumat kemarin memang berita tentang kawah baru itu sampai ke telinga saya dari Om yang tinggal di Wonosobo. Om berkata, sukur tidak ada korban jiwa, biasanya minimal di daerah itu banyak yang cari rumput...ndilalah pas saat itu nggak ada sama sekali. Apalagi Dieng memang daerah padat, dengar2 mungkin se Indonesia yang harga tanah ladang permeternya bisa 1 - 2 juta hanya di situ....!! Geothermal adalah panasbumi, tidak semua gunung memiliki geothermal. Hanya gunung2 yang mempunyai sumber panas yang cukup, sumber air tanah yang melimpah dan rekahan (kekar) yang berkembang pesat sehingga mampu membuat reservoir yang baik untuk panas bumilah yang layak untuk dieksploitasi penggunaannya (umumnya untuk PLTP). Sepertinya selain di Dieng, di Kamojang, Salak, Darajat, Sibayak dan di Sulawesi ada tapi lupa namanya. kalo potensinya seharusnya besar sekali karena Indonesia berada di daerah aktif dan memiliki jejeran volcanic arc akibat tumbukan lempeng yang memanjang dari Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara hingga Maluku. Begitu yang kutahu....mungkin ada yang nambahin.. Salam R. Heru Hendarto On Sat, Jan 31, 2009 at 10:33 AM, Ade Bungsu <[email protected]> wrote: > > > Bang Andi... terima kasih sekali untuk infonya dan ini menambah wawasan. > Saya mau bertanya saja, maklum masih kagak paham, nich. > - asap yg muncul dr setiap kawah gunung itu mengandung apa, sih? krn saya > sendiri belum banyak mendaki. > - disebutkan di sekitar Gn. Dieng ada pipa geothermal. Mau tanya saja, > kira-kira kawasan pegunungan apa saja yah ada pipa geothermal? > - pengen nanya soal kelud...duh kebanyakan pertanyaan. entar2an aja deh. > maapin bang andi... > > makasih > --- On Tue, 1/20/09, adisusanto rosadi <[email protected]> wrote: > > From: adisusanto rosadi <[email protected]> > Subject: [indobackpacker] backpacking ke kawah gunung aktif dan kawah > meletus > To: [email protected] > Date: Tuesday, January 20, 2009, 2:04 AM > > Salam Backpacking, > > Minggu lalu salah satu kawah terbesar di area komplek kawah sikidang yaitu > kawah sibanteng meletus yaitu pada sore hari tanggal 17 jan, untungnya > sedang tidak ada pengunjung dan suasana sedang sepi, karena sedang hujan dan > orang enggan kekawah. Tiba tiba ada suara dentuman keras seperti ledakan > menyembur keatas, dan ada lontaran mud volcano,gas dan material dari dalam > kawah sibanteng. > > Akibat dari letusan ini, adalah mengakibatkan orang yang berada disekitar > kawah sibanteng berhamburan melarikan diri, dan menjauh dari radius gas yang > bisa mengandung racun sianida dikawatirkan seperti letusan sebelumnya yang > mengandung gas beracun sianida dan membunuh banyak penduduk disekitar dieng. > > Untuk kondisi saat ini kompleks dieng adalah ditutup untuk wisata, dan hanya > diperbolehkan berada dalam radius aman 300 mtr dari kawah. Jadi bisa > mendekati kawah dan berdiri melihat dari puncak bukit misalnya.Jadi untuk > teman yang mau backpacking kesana disarankan pergi minggu depan saja, dan > usahakan tinggal di Dieng dan harus pagi sekali jalan mendekati kawah, > karena cuaca selalu kabut. > > Pengalaman saya, begitu mendengar kabar ada kawah meletus di Dieng, saya > langsung meluncur kesana, karena kebetulan saya tinggal di Yogya, dan hanya > berjarak 3 hours lewat jalan pintas dengan motor. Hobbi saya memang adalah > mengejar gunung atau kawah yang aktif, atau yang mau meletus. Dan kalau > mendekati kawah usahakan menggunakan masker dan kacamata. > > Saya tiba di Dieng pukul 5 pagi hari, cuaca sangat dingin karena di Dieng > ketinggian paltonya sudah + 2200 m, dan sangat berkabut. Disini saya sengaja > datang subuh pagi untuk menghindari petugas atau polisi yang memblokade area > itu. Kemudian saya mengambil jalan alternatif yang ke desa, dan trekking > sedikit menuju ke kawah lewat geothermal pipe dekat kawah. > > Disana ternyata hanya ada satu orang, yang datang bersamaan dengan saya, dan > ternyata adalah jurnalis. Dan kami menelusuri kondisi kawah berdua dan > mengambil foto. Kondisi kawah sudah sangat lebar dan membesar, dengan > diameter 12 mt, sedangkan dulunya hanya 1 m. Siencetificaly: Letusan yang > terjadi adalah tipe letusan Phreatic, yang disini diakibatkan oleh hujan > yang deras dan menumpuk memenuhi luang kawah, dan material tanah erosi yang > dibawa dari atas bukit. Disini menimbulkan penumpukan yang mengakibatkan > tersumbatnya lubang kawah, dan tidak mengalirnya aliran lumpur panas dan gas > untuk keluar. Dan diakibatkan oleh tekanan magma yang terus mendesak untuk > keluar, maka terjadilah penumpukan kekuatan dan meletus disertai tekanan gas > yang kuat keatas, dan membongkar sisi kawah disekitarnya. > > Letusan ini biasa terjadi dari kawah yang berupa danau atau kawah yang > berisi larutan, seperti juga di kawa Ijen, dan kawah Kelud. tetapi di Kelud, > sekarang menimbulkan bahan pertanyaan para peneliti, karena tipe letusan > yang berubah dan membuat fenomena baru. Yang tadinya bertipe phreatik tetapi > berubah dengan akmulasi lava dome..???? > > Ok deh..ayo backpacking kesana....kalau saya jelaskan semua nanti masih > panjang..he. .he > > Salam > > Andi > > [Non-text portions of this message have been removed] > > [Non-text portions of this message have been removed] > >
