Maaf klo saya sedikit terlambat ikutan sharing soal ini...

Saya punya pengalaman dengan mandala air ketika mereka menjual tiket murah ke 
semua jurusan hanya dengan harga +- 250rb one way ke semua jurusan.... (sktr 
bulan Sep / Okt 2008)

Ceritanya saya pengin coba2 cari, dan akhirnya saya dapet penerbangan ke Batam 
dengan harga 750.000 pp saya tawarin temen2 dan akhirnya bisa barengan dengan 4 
temen laen, tapi mereka dapet harga 900.000 pp (berangkat 22/1/2009 dan 
kiembali 27/1/2009)
Waktu saya booking tiket mandala hanya mnyediakan 1 kali penerbangan pp setiap 
harinya untuk rute tersebut.

Pas bulan Desember saya iseng2 ngecek lagi coz ada temen yg laen yg pengen 
ikutan lagi, ternyata mandala sudah menyediakan 3 x penerbangan PP Jkt-Batam 
dan yg lebih sebelnya lagi ternyata penerbangan aku jadwalnya direschedule 
menjadi lebih pagi dan masih tersedia harga PP yang 700.000 (seperti yg saya 
dapet) 

Waktu saya cerita ke temen2 saya yg dpt hrg 900.000 dan udah bayar dari bulan 
September, jelas aja mereka kesel....
ketika aku complain ke mandala, orang call centre nya gak bisa jawab tuh......

Lain lagi cerita dengan jetstar / valuair.....
bulan agustus 2008 kemarin saya berencana ke singapore, sy cari tiket pp 
jkt-sing jauh-jauh hari dapet harga +- 200 USD ( eq 2jt dgn kurs 10rb)
akhirnya saya brkt via batam (krn blum bebas fiskal wkt itu) dan ambil airasia 
dpt harga 400.000....
2 hari sebelum brkt saya coba cek dan saya coba cari tiket sing - hongkong - 
sing - jakarta tau ga berapa harganya ?? only SGD 300 (eq 2.1 jt kurs 6600)
akhirnya rencana perjalanan saya perpanjang deh sampe ke hongkong

klo airasia cukup fair dengan masalah harga.... mereka klo bikin promo bener2 
tanggal promonya gak tumpang tindih...
saya sih belum pernah nemuin harga tiket airasia yg lebih murah dari tiket yg 
saya beli waktu promo, walaupun saya beli tiketnya udah setaun sebelumnya....

pengalaman dengan Lion, saya selalu nyari tiketnya pas deket2 tgl berangkat, 
krn beberapa kali ngecek ternyata harga nya lebih murah dibanding jauh2 hari....

kesimpulan saya sih... pastinya klo deket2 hari h flightnya kurang peminat 
alias banyak seat kosong pasti airlines akan jual tiket murah lagi, daripada 
kosong kan mendingan dijual walaupun murah... toh mau gak mau mereka harus 
berangkat.....


  ----- Original Message ----- 
  From: Ambar Briastuti 
  To: Indobackpacker Groups 
  Sent: Wednesday, February 04, 2009 01:15
  Subject: Re: [indobackpacker] Strategi penjualan tiket penerbangan domestik


  Sekedar meluruskan. Untuk tiket internasional TIDAK MESTI beli duluan 
  akan mendapat murah. Betul jika itu terjadi ketika ekonomi lagi marak 
  seperti dua tiga tahun lalu. Tarip tiket ditentukan oleh faktor 
  permintaan (musim sibuk/bukan), biaya operasi (pesawat dan 
  maintanance), biaya operasional kru (salary, services etc). Ada 
  faktor2 dilluar sistem yang membuat harga tiket jatuh seperti 
  fluktuasi harga minyak, terutama review per kwartal (4bulanan) dan 
  nilai tukar dollar.

  Setahu saya, UU yang mengatur tarip ini bersifat perlindungan 
  terhadap konsumen. Sejujurnya saya kurang paham untuk sistem 
  Indonesia, tetapi Menteri Perhubungan biasanya menyampaikan tarip 
  dasar biaya angkutan termasuk pesawat ini (bis, kapal, kereta-lazim 
  diumumkan pertahun atau event tertentu seperti hari raya) serta caps 
  atau batasan persentase kenaikan yang diperolehkan. Yang kurang jalan 
  adalah sistem kontrol saja. Jadi siapa sih yang bertanggung jawab 
  menjadi polisi tarip itu? dan siapa sih yang memberikan hukuman? 
  lantas bentuk hukuman apa yang diberikan kepada airlines yang nakal?

  Dalam tiket internasional sepenuhnya adalah hukum pasar. Bahkan ini 
  jadi isu politik jika jalur itu dikuasai airlines tertentu (yang 
  berarti dia dengan seenaknya bikin tarip). Misalnya nih adalah rute 
  Singapore- KL. Tahun lalu setelah didesak berbagai budget airlines, 
  akhirnya rute ini diserahkan kepada umum setelah dikuasai Malaysia 
  Airlines dan Singapore Airlines. Makanya kemudian awal tahun ini 
  muncul jualan murah Tiger dan Airasia untuk Sin-KL.

  Ada kebijakan tertentu kapan airlines itu buka jendela tarip. Dan itu 
  berdasar masing2 ketentuan. Ada yang 12 bulan, 8 bulan, 6 bulan. 
  Biasanya dalam masa itu akan muncul penawaran harga khusus (diskon, 
  free seat, atau apalah namanya). Tujuannya adalah melihat reaksi 
  konsumen. Jika rute itu kejual abis, yah berarti yang pesan 
  belakangan akan gigit jari. Tapi jika rute itu ngga habis maka yang 
  pesan belakangan akan dapat lebih murah (itu juga bergantung policy 
  masing2 berapa persen yang ditawarkan ke publik dengan harga miring).

Kirim email ke