Saya pengen berbagi pengalaman juga

Kebetulan saya bulan oktober 2009 kemarin juga ngurus paspornya di imigrasi 
Suci Bandung

Pengalaman saya berbeda nih, mgkn bisa jadi saran bwt yang berencana utk bikin 
paspor


Sama, saya juga melakukan 4 kali kunjungan

Kunjungan 1: hari selasa, pengambilan formulir & pembelian map+sampul paspor. 
Saya memutuskan untuk mengisi formnya di rumah aja biar nyante, lagian 
persyaratan yg harus dilampirkan ga semuanya saya bawa hari itu
U/ map+sampul paspor saya bayarnya malah 10rb, tp ga masalah lha... krn memang 
harganya dah fixed. Sampul paspornya beli didepan gpp toh...? Nanti setelah 
paspornya udah jadi bakal dikasi (beli) sampul juga kan? Kecuali klo dari awal 
paspornya ga pengen disampul


Kunjungan 2: hari rabu besoknya, pengembalian formulir. Saya datang j8 pagi pd 
saat jam buka ktr. Mapnya langsung saya serahin ke loket, nunggu bentar 
kira-kira 5 menit, abis tu saya dah dipanggil lagi & diberi pemberitahuan 
jadual tahap berikutnya 2 hari kemudian yaitu hari jumat untuk pembayaran+foto 
biometrik+wawancara


Kunjungan 3: hari jumat, saya datangnya sore jam 13.30, ambil nomor antrian, 
nunggu bentar 5 menit abis tu dipanggil bwt pembayaran & langsung ngambil 
antrian lagi bwt foto biometrik+wawancara. Saya nunggunya di dalam ruang foto 
supaya bisa mengikuti perkembangannya dengan jelas. Dan ternyata memang benar, 
karena klo ga salah nomor antrian itu harus diserahkan ke petugas foto, jadi 
saya menyerahkan nomor antrian ke petugas, nunggu kira-kira 10 menit n 
dipanggil bwt foto. Setelah foto nunggu lagi di ruangan yg sama. Setelah nunggu 
15 menit, saya dipanggil bwt wawancara dan selesai! Terakhir saya dikasih 
dikasih bukti untuk pengambilan paspor seminggu lagi


Kunjungan 4: hari jumat pagi, next week, pengambilan paspor. Langsung datang ke 
loket, kasihin bukti pengambilan & paspornya langsung dikasi saat itu juga. Ga 
pake nunggu. Saya diminta u/ memfotokopi paspor tersebut & fotokopiannya 
diserahkan lagi ke loket


Gitu pengalaman saya....... lancar2 aja, tapi ada strateginya...


Pertama, dari kitanya harus sigap, baik dalam bertindak maupun dalam 
mengumpulkan informasi. Selama saya mengurus paspor, saya berhasil mengoverlap 
puluhan orang. Sebagian besar karena merekanya kurang sigap yang berbuntut 
delay yang berkepanjangan.


- Untuk pengembalian formulir langsung aja mapnya diserahkan ke loket, 
sedangkan sebagian besar aplikan yang mau menyerahkan map malah menunggu (tanpa 
hasil) untuk dipanggil nomor antriannya. Padahal itu nomor antrian untuk 
pemrosesan berkas permohonan, bukan antrian untuk menyerahkan berkas (Hasil 
dari nanya2 ke satpam kantor imigrasi)


- Sebagian besar aplikan juga kurang sigap dalam mengambil nomor antrian pada 
waktu pembayaran+foto biometrik. Mestinya begitu datang langsung ambil nomor 
antrian & setelah bayar pun langsung ngambil antrian untuk tahap berikutnya. 
Dari dua kali pengambilan nomor antrian ini besar kemungkinan bisa meng-overlap 
lebih dari belasan orang yang datangnya lebih dulu namun lelet dalam mengambil 
antrian.


- Nomor antrian diserahkan lagi ke petugas foto, yg kemudian menaruh nomor 
tersebut di map permohonan kita. (Hasil dari nanya2 langsung ke petugas 
fotonya). Walaupun sedikit ganjil namun begitulah adanya. Kebanyakan aplikan 
hanya menunggu (entah sampai kapan) di luar ruang foto biometrik.


- Siaga pendengaran atau sekalian aja duduk di dekat loket yang akan dituju 
biar dapat mengikuti dengan jelas. Banyak banget lho yang pada waktu dipanggil 
orangnya ga ada ato ga denger


- Timing. Untuk pembayaran+foto biometrik+wawancara lebih baik datangnya sore 
hari. Untuk menghindari hal2 yg tidak diinginkan. Orang yang diwawancarai 
persis sebelum saya saja udah datang dari pagi, sedangkan saya datangnya jam 
13.30. Ga tau juga deh kenapa dia prosesnya bisa lama gitu.... Begitu juga 
dengan pengambilan paspor sebaiknya juga sore hari untuk mencegah klo ada yang 
pengen ngerjain dengan menahan2 paspor (saya dah pernah baca beberapa kasus ky 
gini)


So, sebelum memakai calo, sebaiknya dipertimbangkan dulu deh....., karena tetap 
aja untuk biometrik+wawancara, kita sendiri yang harus hadir. Sedangkan untuk 
tahapan lainnya kan bisa diwakilkan ke saudara/teman sehingga tidak perlu lah 
memperkaya calo2 itu




________________________________
Dari: makananenak <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Kam, 24 Desember, 2009 00:27:55
Judul: [indobackpacker] Tahapan membuat passport di Imigrasi Suci Bandung 
(Jalur normal)

  
Gua mau berbagi pengalaman membuat passport nih. Tulisan ini gua kopas dari 
blog gua http://andhikapandu .blogspot. com/2009/ 09/langkah- membuat-passport 
-di-kantor. html

--

Ini pengelaman pertama kalinya gua berhubungan dengan birokrat. Awalnya biasa 
aja, tetapi setelah sampai di tahap akhir pengurusan passport di Imigrasi 
Bandung. Baru gua sadar, bahwa gua adalah seseorang yang ga sabar, pemarah, dan 
pendendam. 

So, kalau lo pengen melatih kesabaran? Silahkan datang ke birokrasi terdekat!

-----

Tanggal 14 Januari 2009. Gua mengurus passport di kantor Imigrasi Bandung 
Jl.Surapati. Awalnya gua ragu untuk urus sendiri, selain gua belum pernah 
berurusan dengan birokrat, gua juga tipe orang yang malas dipersulit. Jadi 
kalau ada orang yang menyediakan jasa cepat (calo) lebih baik gua pake itu aja. 
Selain mudah gua juga ga perlu tunggu lama. Tetapi jelas, kekurangannya adalah 
lebih mahal.

Karena bulan ini gua banyak pengeluaran penting ; seperti kolokium, dan smester 
baru. Oleh karen itu gua pun mengurungkan niat menggunakan jasa calo.

-----

Ini kira-kira perbandingan antara lo pakai jalur cepat dengan jalur normal :

- Jalur normal : Rp.270rb, selesai kira-kira 12 hari.
- Jalur cepat (calo) : Rp. 750rb, selesai 2 hari
- Jalur super cepat (calo) : Rp.1jt, selesai selama 1 hari saja!!

Dilihat dari perbandingannya. Terlihat jelas, menggunakan jasa calo lebih 
mudah, cepat, tapi 300-400% lebih mahal. Sedangkan jalur normal menyediakan 
harga lebih murah, tetapi lama, dan yang pastinya perlu kesabaran.

----

Dengan berbekal keteguhan gua waktu itu. Akhirnya gua memberanikan diri pergi 
ke kantor Imigrasi Bandung, Jl.Surapati. Kebetulan jarak kantor itu dari rumah 
gua cuma butuh sekitar 5 menit aja pakai motor.

Kesan pertama terhadap kantor ini antara lain: sumpek, karena banyak mobil 
diparkir di halaman parkir yang amat sempit, juga orang banyak berlalulalang. 
Saking banyaknya, kita bahkan sulit membedakan antara pelamar, atau calo, 
karena semuanya sama-sama menggunakan baju bagus.

Ada suatu ketentuan yang gua baru tahu pertama kali ketika gua ke Imigrasi. 
Kita harus mengenakan baju formal, maksudnya pria menggenakan kemeja, sedangkan 
wanita bebas asal sopan, dan tidak berpenampilan seperti Dewi Persik, karena 
khawatir anda hanya akan menjadi objek penghibur mata pria yang kelelahan 
menunggu di sana.

-----

Ada beberapa tahapan (jalur normal) sampai lo dapat passport lo.

Tahap I : Penyerahan Dokumen dan Formulir
Tahap II : Pembayaran
Tahap III : Wawancara, ambil sidik jari, juga pemotretan.
Tahap IV : Pengambilan Passport.

Dari Tahap I s/d Tahap II biasanya butuh waktu kira-kira 5 harian, sampai lo 
diminta untuk balik lagi ke kantor imigrasi untuk melakukan pembayaran.. Tahap 
III yaitu wawancara, kira-kira selang sehari setelah tahap II. Nah, yang 
terakhir tahap IV kurang lebih 7 hari setelah tahap III. Jadi total semua ada 
13 hari (versi gua).

Kalau lo lewat calo lebih baik nggak usah bingung-bingung ngitung berapa hari 
passport lo bakalan selesai. Cukup datang, dipotret ambil sidik jari, pulang, 
tidur, besok jadi.

Tapi, kalau lo pakai jalur normal. Silahkan simak paragraf tentang jumlah hari 
dalam setiap tahapan yang ada dengan seksama. Ingat belajar itu lebih enak dari 
pengalaman orang lain. Ini pengalaman buruk gua dan gua akan bagi ceritanya ke 
lo-lo semua.

----

Tahap I

Setelah gua mengisi formulir dan melengkapinya dengan data penunjang, seperti :
- Foto Copy KTP
- Foto Copy Kartu Keluarga (KK)
- Foto Copy Akte Kelahiran

Akhirnya gua submit dokumen-dokumen tersebut dalam sebuah map khusus dari 
Imigrasi berwarna kuning yang terdapat kolom : Nama, Kewarganegaraan, Tanggal 
Lahir, No.KTP.. Yang harus kita isi dengan benar.

Ada uniknya, untuk membeli map itu, jangan repot-repot ceulang-cileung (Sunda : 
mondar-mandir) di dalam kantor Imigrasi. Karena ketika lo tanya petugas 
informasi Imigrasi di sana. "Di mana saya bisa dapat map-nya?". Petugas bagian 
informasi akan dengan senang menjawab, "Di kantin". ?? ??

Akhirnya gua mencari kantin yang ternyata tempatnya bukan di dalam kantor 
imigrasi, tapi di luar dekat parkiran motor kantor Imigrasi. Harga map-nya 
sungguh mahal Rp.6000, dengan harga segitu lo bisa dapetin 1 buah map beserta 1 
buah sampul passport (inget ini cuma sampulnya doang). ~Tolol, juga dalam hati 
gua~. Akhirnya gua bilang ke orang yang di kantin.

Pandu : Bu, maaf sampulnya ga usah, map-nya aja
Ibu-ibu di kantin : Dek, ini wajib lho
Pandu : Wajib kenapa?
Ibu-ibu : Udah ketentuannya begitu.
Pandu : Ibu ini aneh, percuma dong saya punya sampulnya tapi passportnya belum 
ada?
Pandu : Seumur-umur baru kali ini saya beli buah jeruk, tapi cuma dapet 
kulitnya.
Ibu-ibu : ... ...

Akhirnya gua pun meninggalkan kantin dan kembali lagi ke dalam kantor. Gua 
duduk di depan loket I tempat penyerahan berkas pendaftaran. Kurang lebih 
sekitar 45 menit setelah berkas dikumpulkan, gua dipanggil namanya "Andhika 
Panduwinata" melalui pengeras suara atau terdengar "Ansdfhiksdf Psdfansdfu 
Wsdfisdfnatsdfa" akibat kualitas mic yang kurang bagus.

Gua bergegas ke loket dan segera ambil kuitansi. Isi dari kuitansi itu adalah 
tanggal gua harus kembali ke imigrasi untuk pembayaran dan wawancara.

Di situ kuitansi itu ditulis : Kalau gua harus kembali lagi ke Imigrasi untuk 
melakukan pembayaran pada tanggal 19 Januari 2009 dan juga wawancara tanggal 20 
januari 2009. Pertanyaan gua yang paling mendasar. "Kenapa harinya tidak di 
satukan aja yah dengan saat gua mau wawancara?". Konyol dah?!

---

Tahap II

Setelah pulang dari Jatinangor tanggal 19 Januari, tepatnya jam 14:00. Gua ke 
Imigrasi lagi sesuai dengan tanggal pembayaran. Setelah gua memarkirkan motor 
bebek jadul tahun 70 gua. Gua langsung ambil nomor dan melakukan pembayaran di 
Loket Pembayaran.

Pandu : Mas, saya ingin bayar. Ini kuitansinya.
Mas : ....
Mas : ....
Mas : .... (tetap diam)
Pandu : Mas, ini saya ingin bayar.
Mas : Iya, tunggu dulu, saya selesein berkas ini dulu.
Pandu : Bilang Dong!! (kesal)

Setelah gua bilang nada lebih tegas, akhirnya dia langsung mengambil berkas gua 
dan menerima pembayaran gua sebesar Rp.270rb. Langsung setelah gua dapet bukti 
pembayaran gua, langsung cabut. Gerah gua di sana lama-lama.

----

Tahap III : Wawancara, Ambil Sidik Jari, Pemotretan

Besokannya setelah melakukan pembayaran, gua kembali lagi. Sekarang lebih pagi 
jam 8:30 gua datengnya. Karena semakin siang, kondisi imigrasi semakin nggak 
karuan dengan banyaknya orang yang ngantri dan juga calo yang berkeliaran 
mengejar mangsa, jadi gua dateng lebih pagi.

Setelah ambil nomor antrian, gua langsung di suruh ke dalam ruangan, katakanlah 
loket II. Di loket ini gua kasihin nomor antrian gua dengan sebelumnya 
dibubuhkan nama lengkap gua dulu "Andhika Pandhu Winata Keren Sekali". Hehe.. 
Sampai akhirnya ada suara dari pengeras suara. "Nomor 4019 Bapak. Andhika 
Pandhu Winata Ker... .. ?? maaf.. Silahkan masuk ke dalam ruangan Wawancara". 
Dalam hati gua "Gotcha?!". Note : ini cuma lelucon aja dan ga bener terjadi.

Di dalam ruangan itu, ada sekitar lima meja dengan kamera di atasnya. Gua-pun 
menuju salah satu meja untuk melakukan sesi pemotretan. Akhirnya gua disuruh 
menghadap kamera dan.. 1.. 2... 3. "Iya, sekarang samping kanan". Otomatis 
karena mendengar kata samping, dan masih dalam konteks pemotretan, akhirnya gua 
merubah arah duduk gua menghadap ke samping kanan seperti narapidana yang 
diambil potretnya dari segala arah di depan kamera. Dalam hati "Kok aneh yah 
disuruh menyamping?" . Akhirnya si bapak dari imigrasi tersenyum. "Maaf, maksud 
saya, sekarang tangan samping kanan, kita sekarang ambil sidik jari". Dalam 
hati ini gua malu banget, gua berharap cepet-cepet keluar dah dari ruangan ini. 
Akhirnya sidik jari guapun diambil.

Selesai pengambilan gambar, dan sidik jari. Sekarang waktunya sesi wawancara. 
Kalau versi gua sih cuma ditanya nama lengkap, juga ditanya udah punya passport 
sebelumnya?. Tapi nggak tau deh kalau yang lain kayak gimana?.

Setelah selesai, kita dapet secarik kertas yang harus diberikan ketika 
pengambilan passport tahap IV.

---

Tahap IV : Pengambilan Passport.

Tepatnya tanggal 28 Januari 2009, (hari pada saat gua tulis note ini), gua 
dapet passport gua. Ini adalah tahap yang paling menyebalkan dari semua tahap 
yang ada. Di sini lah pengujian kesabaran lo diukur sudah sampe di mana.

Kira-kira hari ini jam 9:30, gua nyempetin ke Imigrasi sepulangnya dari temen 
gua. Seharusnya gua ambil tanggal 27 kemarin, hanya saja karena tanggal itu gua 
lagi ada kolokium, makanya gua baru sempet ambil hari ini.

Seperti biasa, langkah pertama yang gua lakukan di kantor imigrasi adalah ambil 
nomor antrian. Setelah memberikan nomor antrian dan kertas yang gua dapet dari 
Tahap III kemaren. Gua pun mencari tempat duduk di barisan terdepan. Supaya 
lebih terdengar kalau nama gua dipanggil. Gua duduk di sebelah mantan pensiunan 
ABRI. Karena ga ada kerjaan, gua pun mengajak si bapak itu bicara ngalor ngidul 
seputar ; politik, sejarah, pendidikan.

Karena menarik bahasan yang kita perbincangkan, akhirnya gua terbawa dalam 
percakapan tersebut. Gua pun tersadar sudah 1 jam gua di sini. Waduh!, udah jam 
setengah 11 aja nih. Gua ada keperluan lain di Cimahi jam 12, sedangkan gua mau 
ke Depok hari ini jam setengah 6.

Akhirnya gua tanya ke petugas Imigrasi, tentang keberadaan passport gua. Dia 
bilang lagi diurus oleh kepala kantor jadi gua dipersilahkan menunggu. Gua 
masih biasa menolerir ini, akhirnya gua duduk manis lagi di bangku ruang 
tunggu. Karena ga ada kerjaan di sana, dan juga pembicaraan dengan bapak itu 
tiba-tiba menjadi hambar. Maka gua putusin untuk browsing GPRS aja sambil isi 
waktu. Mungkin ada miliaran situs di google kali, gua browse tadi pas lagi 
nunggu. sampai akhirnya gua liat waktu udah nunjukin jam 11:30. Waduh! Gua ada 
janji nih jam 12.

Karena merasa kelaman nunggu sampai 2 jam di kantor imigrasi. Juga sedikit 
merasa dipermainkan karena ada seorang ibu-ibu yang baru menyerahkan surat 
hasil wawancara tapi 15 menit kemudian dia dapet passportnya. Akhirnya gua 
kembali bertanya ke petugas di loket penyerahan passport RI.

Pandu : "Kapan passport saya selesai?"
Petugas : "Sebentar lagi, sabar"
Pandu : "Ya, elah, gimana saya bisa sabar. Ibu-ibu yang tadi dateng belakangan 
cuma 15 menit aja bisa dapet passprt masa saya yang udah 2 jam gini nunggu, ga 
juga ada!"
Petugas : "Lagi diproses, lagi ditanda tangani kepala kantor"
Pandu : "Ok, di mana ruangan kepala kantornya, saya menghadap dia sekarang!"
Petugas : "Oh, maaf nggak bisa"
Pandu : "Gini aja lah pak! Kapan pastinya tuh passport selesai, ntar saya balik 
lagi!
Petugas : "Setelah istirahat"
Pandu : "Ok, saya dateng lagi jam 13:30, tapi pastikan passportnya udah siap?"
Petugas : "Iya"

Untuk sementara karena gua ada keperluan lain lagi di Cimahi. Gua ke sana dulu.

Kira-kira jam 13:30 gua udah di kantor Imigrasi Jl.Surapati lagi. Tanpa banyak 
basa-basi gua langsung ke loket penyerahan passport.

Pandu : "Pak, saya mau ambil passport saya"
Petugas : "Atas nama siapa pak?"
Pandu : "Andhika Panduwinata"
(Petugas sibuk mencari-cari. )
Petugas : "Belum masuk pak"
Pandu : Gimana sih, kan katanya selesai setelah istirahat. Yang bener kalau 
ngomong?!.

Sebenernya gua ga enak ngomong dengan intonasi tegas ke bapak-bapak yang 
umurnya beda 30 tahun sama gua. Tapi, mau gimana lagi? Kalau gua ga proaktif, 
pastinya gua bakal jadi pihak yang lemah diantara calo-calo yang minta duluan 
di sana.

Gua cuma ngarepin hak gua terpenuhi, setelah gua melakukan kewajiban dengan 
membayar sejumlah uang untuk pembuatan passport ini. Tapi, konyolnya dia lebih 
ngedahuluin calo-calo. Akhirnya gua ga bisa cuma diem, gua harus lebih tegas 
lagi.

Pandu : Jadi sekarang saya harus nunggu berapa jam lagi??!!

Sii petugas bertanya sama orang yang ada di sampingnya tentang kesiapan berkas 
atas nama gua. Dengan nada bisik-bisik tapi masih terdengar itu. Gua baru tahu, 
kalau berkas atas nama gua belum diambil dan dikirim ke kepala kantor untuk 
ditandatangani. (Dalam hati gua , sialan banget nih orang. Ngasih janji palsu 
ke gua?!)

Petugas : "Tunggu sebentar , lagi ditandatangani"
Pandu : "Apaan lagi ditandatanganin, saya denger bapak tadi bicara apa?! Berkas 
saya belum dikerjakan kan?!"
Pandu : "Gini aja pak, saya mau bapak prioritasin saya, sebagai orang yang udah 
nunggu 4 jam disini! Bapak pikir kerjaan saya cuma diem aja di sini? Saya juga 
ada keperluan yang lain lagi pak!

Pelamar yang lain, kayaknya ngeliatin gua, betapa marahnya gua waktu itu. 
Akhirnya gua pun memilih untuk duduk, ketimbang berkoar-koar ga jelas di sana. 
Ketika duduk, ada ibu-ibu yang juga curhat sama gua, kalau dia juga dari jam 12 
belum keluar juga passportnya.

Ngobrollah gua dengan ibu-ibu tersebut. Sampai akhirnya, waktu jam setengah 4. 
Dan gua mulai kesal. Gua kembali lagi ke loket penyerahan passport.

Pandu : Pak, mana passport saya!
Petugas : Iya, pak sedang ditandatangani.
Pandu : PAK! YANG BENER KALAU KERJA!! JANGAN KAYA TAI GINI LAH PAK!! LO PIKIR 
KAGA CAPE GUA NUNGGU DI SINI!! ANJING LO!!

(Reflek gua nendang meja kasir dengan keras)

Keadaan imigrasi yang sudah mulai sepi sejak ditutup jam 3 tadi, tiba-tiba 
bertambah hening, sejak suara dominan gua mengisi ruangan itu. Semua mata 
tertuju ke gua yang saat itu merah mukanya, menahan luapan emosi.

Pandu : LIMA MENIT LAGI GA SELESAI GUA OBRAK-ABRIK NI TEMPAT!!

Konyolnya, setelah gua ancem kayak gitu. Ga ada semenit, passport gua dikasih 
juga. Kampret!

Akhirnya si petugas suruh gua foto kopi dulu, dan di kasihin ke dia. 
Cepet-cepet deh gua selesein urusan di sana. Gerah, makin sore keadaan Bandung 
bukannya semakin dingin, malah semakin panas..

---

Kesan gua tentang ini. Untung buat passport cuma 5 tahun sekali. Kalau sebulan 
sekali bisa cepet jantungan gua.

Jadi gua saranin ke lo-lo yang mau urus passport jalur normal. Jangan sungkan 
untuk cerewet, atau paling nggak galak, kalau lo ngerasa lo dibuat menunggu 
lama, sebenernya si birokrat lagi memohon, agar lo kasih uang ke dia supaya 
urusan diperlancar!
--

Cheers.


 


      Mencari semua teman di Yahoo! Messenger? Undang teman dari Hotmail, Gmail 
ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke