Dear IBPeers...
Jadi kepengen ikut comment neh, soal tiket masuk....
Enggak ada niat ngomporin, cuma kalau ngebayangin kondisinya separah itu (
mungkin kira2 mirip sama beberapa "Wat" di Ayuttaya yang terkesan kurang
terawat, juga - sama sih, patung2 Buddhanya banyak yang tanpa kepala & lengan,
padahal sama2 World Herritage neh... ).... rasanya sih.... sebesar apapun yang
di dapat dari tiket masuk ( belum termasuk buat bayar penjaga tiket,
pemeliharaan kebersihan dll ).... jangan terlalu di harap deh..... apalagi,
dalam satu tahun tuh, berapa kali sih, holiday season nya? Kan enggak sepanjang
tahun ramai, sedangkan...., pemeliharaan tetap kudu di lakukan tiap hari, kan?
Mustinya sih ada anggaran "khusus" lah entah dari pemerintah pusat or
pemerintah daerah ( masa iya sih enggak seberapa? ini warisan budaya gitu
loh... kebanggaan bangsa Indonesia )
Memang sih, faktor alam seperti gempa dll dan usia juga bukan hal remeh yang
ikutan memperburuk keadaan, tapi at least kalau 'anggaran khusus' di
perbesar.... kondisinya enggak semakin parahlah...
Kalau soal penjual souvenir yang maksa banget, di tempat wisata manapun pasti
ada, tapi kalau Level mengganggu nya sudah enggak bisa di tolerir, kelihatannya
perlu di tertibkan deh. Kita tahu sih, sebagian income mereka mungkin memang
dari situ ( jual souvenir dll ), tapi sebagai bangsa yang menjunjung tinggi
budaya, tetap ada kok, cara - cara yang lebih sopan
Yach, semoga aja sih, ke depannya hal - hal yang kurang baik itu bisa di kurangi
Best Regards,
Lucy
bitelucy.blogspot.com
[Non-text portions of this message have been removed]