Dear,

Waktu terakhir saya pergi ke Jogja, saya sempat main ke Prambanan yang lagi 
babak belur di "renovasi" sesudah gempa. Disana saya sempat ngobrol dengan 
beberapa security disana tentang gempa dan mengapa "pembangunan" Candi Seribu 
nya Prambanan kok terkesan lambat.

Menurut mereka, setiap candi itu punya batu nya sendiri. Sehingga tidak 
sembarang batu bisa ditumpuk menjadi candi. Konon kalo batu yg salah ditaruh di 
bukan candinya, candi tersebut akan rubuh kembali. Coba bayangkan, susahnya 
para arkeolog yang mencoba menyusun kembali candi seribu dari keping-keping 
batu (yang menurut saya) semua terlihat sama dan buanyaaaakkk sekali!!

Saya mengandaikan cerita Prambanan ini juga sama dengan Borobudur yang patung 
Budha nya banyak kehilangan kepala. Apakah mungkin ceritanya juga sama, bahwa 
mereka menunggu kepala yang tepat bisa melekat dibadan mereka lagi? Soalnya 
sepengetahuan saya, Borobodur bisa seperti ini ya hasil "renovasi" berulang 
kali. Belum lagi merenovasi cerita pewayangan yg ada didinding Borobudur. 
Benar-benar tantangan tersendiri!!

Menurut saya pribadi sih, masyarakat Jogja dan beberapa turis yang datang 
kesana, banyak sekali yang sudah menghargai situs-situs tersebut. Banyak warga 
Jogja yang saya ajak bicara, terkesan sangat bangga dengan apa yang mereka 
miliki. Walaupun mereka juga menyayangkan orang2 yang tak bertanggungjawab dan 
merusak situs2 berharga tersebut.

Alangkah menyenangkan kalo semangat tersebut dibawa oleh semua orang yang 
mengunjungi situs2 bersejarah dimanapun.

Cheers,



Diesty

-----Original Message-----
From: luciana liestiyo <[email protected]>
Date: Mon, 28 Dec 2009 18:57:32 
To: <[email protected]>
Subject: [indobackpacker] Ikutan sharing : Borobudurku yang malang

Dear IBPeers...
 
Jadi kepengen ikut comment neh, soal tiket masuk....
Enggak ada niat ngomporin, cuma kalau ngebayangin kondisinya separah itu ( 
mungkin kira2 mirip sama beberapa "Wat" di Ayuttaya yang terkesan kurang 
terawat, juga  - sama sih, patung2 Buddhanya banyak yang tanpa kepala & lengan, 
padahal sama2 World Herritage neh... ).... rasanya sih.... sebesar apapun yang 
di dapat dari tiket masuk ( belum termasuk buat bayar penjaga tiket, 
pemeliharaan kebersihan dll ).... jangan terlalu di harap deh.....   apalagi, 
dalam satu tahun tuh, berapa kali sih, holiday season nya? Kan enggak sepanjang 
tahun ramai, sedangkan...., pemeliharaan tetap kudu di lakukan tiap hari, kan?
Mustinya sih ada anggaran "khusus" lah entah dari pemerintah pusat or 
pemerintah daerah ( masa iya sih enggak seberapa? ini warisan budaya gitu 
loh... kebanggaan bangsa Indonesia )
Memang sih, faktor alam seperti gempa dll dan usia juga bukan hal remeh yang 
ikutan memperburuk keadaan, tapi at least kalau 'anggaran khusus' di 
perbesar.... kondisinya enggak semakin parahlah...
Kalau soal penjual souvenir yang maksa banget, di tempat wisata manapun pasti 
ada, tapi kalau Level mengganggu nya sudah enggak bisa di tolerir, kelihatannya 
perlu di tertibkan deh. Kita tahu sih, sebagian income mereka mungkin memang 
dari situ ( jual souvenir dll ), tapi sebagai bangsa yang menjunjung tinggi 
budaya, tetap ada kok, cara - cara yang lebih sopan 
Yach, semoga aja sih, ke depannya hal - hal yang kurang baik itu bisa di kurangi

Best Regards,

Lucy
bitelucy.blogspot.com


      

[Non-text portions of this message have been removed]




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Indonesian Backpacker Community 
visit our website at http://www.indobackpacker.com 

Silakan membuka arsip milis http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/   
untuk melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan.

No SPAMMING or forwarding unrelated messages.
Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari JUMAT. 

Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip bagian 
yang perlu saja. 

Milis Indobackpacker menerima ATTACHMENT baik gambar ataupun photo, tetapi 
mohon indahkan tentang hak cipta dan ukuran file. 

Cara mengatur keanggotaan di milis ini :

Mengirim email ke grup : [email protected] (moderasi penuh)
Mengirim email kepada para Moderator/Owner: [email protected]
Satu email perhari: [email protected]
No-email/web only: [email protected]
Berhenti dari milist kirim email kosong : 
[email protected]
Bergabung kembali ke milist kirim email kosong : 
[email protected]

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke