turut sharing sbg org yg pernah belajar arkeologi & pernah terlibat dlm pemugaran prambanan pasca gempa
Memang borobudur menjadi salah satu world heritage - unesco bersama prambanan ditahun yg sama. Konsekuensinya memang ya unesco mempunyai katakanlah tanggungjawab juga dalam pengelolaannya. Pemugaran borobudur selama beberapa tahun juga dilakukan oleh pemerintah indonesia dgn kerjasama dgn unesco. Namun tetap kendali utama pengelolaan borobudur atau situs yg telah diakui sbg world heritage ada dipemerintah masing2 sesuai dgn standard2 yg disepakati bersama. Tiap tahun ada monitoring dr unesco thdp borobudur. Namun memang pengelolaan borobudur & prambanan ini yg unik atau bisa dikatakan aneh menurut saya dan beberapa teman. Misalnya ada pembagian 3 zone, zone 3 (zone parkiran hingga ke luar) dikuasai oleh pemda, zone 2 (zone bufferzone)dikuasai oleh pihak PT. Taman Wisata candi - skrng org2 jababeka yg masuk ke situ, dan zone 1 (candi utamanya) oleh pemerintah (Balai konservasi borobudur). Jadi bisa dibayangkan bagaimana rumitnya pengelolaan candi seperti borobudur atau prambanan. Misalnya aspek koordinasinya, kemudian aspek bagaimana memandang candi sendiri, kalau pemerintah atau pihak yg ada dizone 1 mesti harus mengkonservasi sedemikian rupa, zone 2 & 3 orientasinya devisanya bagaimana. Jadi kadang antara kepentingan para pihak ini kadang nggak nyambung. Kalau mau dibandingkan dengan Angkor wat yg lebih muda umurnya dlm pengelolaanya (bahkan arkeolog indonesia terlibat dlm konservasi & pemugarannya), atmosfir kesakralan dan kepentingan untuk konservasinya sangat dijaga. Misalnya, jumlah pengunjung benar2 dibatasi dalam tiap tahunnya bahkan dalam waktu2 tertentu ditutup. Kemudian bagian2 tertentu candi dibatasi tidak boleh disentuh oleh pengunjung karena memang tiap sentuhan kita terhadap batu candi tersebut adalah penggerusan batu. Jadi bisa dibayangkan kalo turis massal pada musim sekolah tiba, bukan main itu menderitanya borobudur. Berkunjung tetap boleh tapi memang harus benar2 dikontrol utk konservasinya. Juga atmosfirnya, jika anda ke angkor wat (kebetulan saya pernah ke sana) atmosfir agamanya/kesakralannya benar2 dijaga. Jadi begitu kita masuk seakan2 kita masuk diwilayah sakral dan mau tidak mau kita harus berhati-hati. Ya mirip kalo kita masuk ke masjid atau pure Hindu. Coba anda bayangkan kalo masuk ke borobudur atau prambanan. Belum orang jualannya, belum kereta anak penuh iklan teh botol, taman bermain anak2 yg nggak ada hubungannya dgn borobudur, dsb (kabarnya mau dibikin water park atau taman mini kecil). Otomatis semakin lama semakin "kesakralan" borobudur atau prambanan ya hilang, jadi obyek wisata massal tahunan anak sekolah biasa saja. salam tijok --- Pada Sel, 29/12/09, Adhari Suryaputra <[email protected]> menulis: Dari: Adhari Suryaputra <[email protected]> Judul: Re: [indobackpacker] Ikutan sharing : Borobudurku yang malang Kepada: [email protected] Tanggal: Selasa, 29 Desember, 2009, 7:57 AM Sebagai salah satu warisan dunia, borobudur juga seharusnya memperoleh dana dari UNESCO. Saya melihat kondisi borobudur lebih baik dari angkor wat (yang saya lihat di tv hehe..). Sebagai perbandingan, kawan2 juga mungkin bisa baca liputan kompas hari ini mengenai taj mahal. Pertengahan tahun ini saya berkesempatan untuk menyaksikan sendratari borobudur dan saya sangat kagum dg kondisi area borobudur yang cukup rapi, ditambah dengan--karena waktu itu malam hari--pencahayaan dari lampu sorot dari LG (sumbangan?? ) yang menyinari stupa2 borobudur. Buat saya, that was a great moment! Saat ini--setahu saya--pengelolaan borobudur dan prambanan ada di bawah group jababeka. Mohon klarifikasi kalo info ini salah. Semoga pengelolaan borobudur ke depannya semakin baik. Tapi yg lebih penting, tidak hanya borobudur, tp semoga ini juga berlaku utk semua situs bersejarah di Indonesia. 2009/12/29 Diesty <y.natapermana@ yahoo.com> > Dear, > > Waktu terakhir saya pergi ke Jogja, saya sempat main ke Prambanan yang lagi > babak belur di "renovasi" sesudah gempa. Disana saya sempat ngobrol dengan > beberapa security disana tentang gempa dan mengapa "pembangunan" Candi > Seribu nya Prambanan kok terkesan lambat. > > Menurut mereka, setiap candi itu punya batu nya sendiri. Sehingga tidak > sembarang batu bisa ditumpuk menjadi candi. Konon kalo batu yg salah ditaruh > di bukan candinya, candi tersebut akan rubuh kembali. Coba bayangkan, > susahnya para arkeolog yang mencoba menyusun kembali candi seribu dari > keping-keping batu (yang menurut saya) semua terlihat sama dan buanyaaaakkk > sekali!! > > Saya mengandaikan cerita Prambanan ini juga sama dengan Borobudur yang > patung Budha nya banyak kehilangan kepala. Apakah mungkin ceritanya juga > sama, bahwa mereka menunggu kepala yang tepat bisa melekat dibadan mereka > lagi? Soalnya sepengetahuan saya, Borobodur bisa seperti ini ya hasil > "renovasi" berulang kali. Belum lagi merenovasi cerita pewayangan yg ada > didinding Borobudur. Benar-benar tantangan tersendiri!! > > Menurut saya pribadi sih, masyarakat Jogja dan beberapa turis yang datang > kesana, banyak sekali yang sudah menghargai situs-situs tersebut. Banyak > warga Jogja yang saya ajak bicara, terkesan sangat bangga dengan apa yang > mereka miliki. Walaupun mereka juga menyayangkan orang2 yang tak > bertanggungjawab dan merusak situs2 berharga tersebut. > > Alangkah menyenangkan kalo semangat tersebut dibawa oleh semua orang yang > mengunjungi situs2 bersejarah dimanapun. > > Cheers, > > > > Diesty > > -----Original Message----- > From: luciana liestiyo <lucy_anna911@ yahoo.com> > Date: Mon, 28 Dec 2009 18:57:32 > To: <indobackpacker@ yahoogroups. com> > Subject: [indobackpacker] Ikutan sharing : Borobudurku yang malang > > Dear IBPeers... > > Jadi kepengen ikut comment neh, soal tiket masuk.... > Enggak ada niat ngomporin, cuma kalau ngebayangin kondisinya separah itu ( > mungkin kira2 mirip sama beberapa "Wat" di Ayuttaya yang terkesan kurang > terawat, juga - sama sih, patung2 Buddhanya banyak yang tanpa kepala & > lengan, padahal sama2 World Herritage neh... ).... rasanya sih.... sebesar > apapun yang di dapat dari tiket masuk ( belum termasuk buat bayar penjaga > tiket, pemeliharaan kebersihan dll ).... jangan terlalu di harap deh...... > apalagi, dalam satu tahun tuh, berapa kali sih, holiday season nya? Kan > enggak sepanjang tahun ramai, sedangkan... ., pemeliharaan tetap kudu di > lakukan tiap hari, kan? > Mustinya sih ada anggaran "khusus" lah entah dari pemerintah pusat or > pemerintah daerah ( masa iya sih enggak seberapa? ini warisan budaya gitu > loh... kebanggaan bangsa Indonesia ) > Memang sih, faktor alam seperti gempa dll dan usia juga bukan hal remeh > yang ikutan memperburuk keadaan, tapi at least kalau 'anggaran khusus' di > perbesar.... kondisinya enggak semakin parahlah... > Kalau soal penjual souvenir yang maksa banget, di tempat wisata manapun > pasti ada, tapi kalau Level mengganggu nya sudah enggak bisa di tolerir, > kelihatannya perlu di tertibkan deh. Kita tahu sih, sebagian income mereka > mungkin memang dari situ ( jual souvenir dll ), tapi sebagai bangsa yang > menjunjung tinggi budaya, tetap ada kok, cara - cara yang lebih sopan > Yach, semoga aja sih, ke depannya hal - hal yang kurang baik itu bisa di > kurangi > > Best Regards, > > Lucy > bitelucy.blogspot. com > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > ------------ --------- --------- ------ > > Indonesian Backpacker Community > visit our website at http://www.indoback packer.com > > Silakan membuka arsip milis http://groups. yahoo.com/ group/indobackpa cker/ > untuk melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan. > > No SPAMMING or forwarding unrelated messages. > Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari JUMAT. > > Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip > bagian yang perlu saja. > > Milis Indobackpacker menerima ATTACHMENT baik gambar ataupun photo, tetapi > mohon indahkan tentang hak cipta dan ukuran file. > > Cara mengatur keanggotaan di milis ini : > > Mengirim email ke grup : indobackpacker@ yahoogroups. com (moderasi penuh) > Mengirim email kepada para Moderator/Owner: > indobackpacker- ow...@yahoogroup s.com > Satu email perhari: indobackpacker- dig...@yahoogrou ps.com > No-email/web only: indobackpacker- nom...@yahoogrou ps.com > Berhenti dari milist kirim email kosong : > indobackpacker- unsubscribe@ yahoogroups. com > Bergabung kembali ke milist kirim email kosong : > indobackpacker- subscribe@ yahoogroups. com > > Yahoo! Groups Links > > > > [Non-text portions of this message have been removed] Sikap Peduli Lingkungan? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers. http://id.answers.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed]
