Dear IBPs,

Saya sedang membuat itinerari perjalananan Bali/Surabaya-Singapore-KL-Brunei-Mt 
Kinabalu-Kalimantan untuk 2 minggu. Yang saya tanyakan adalah:

        1. Apakah saya bebas keluar masuk Singapore, Malaysia dan Brunei, 
terutama
Malaysia kalau itinerarinya KL-Brunei-Mt. Kinabalu? Apakah itinerari di
atas sudah sesuai atau kah harus ada yang dirubah agar rute tidak
loncat-loncat? Haruskah Mt Kinabalu dulu baru Brunei setelah KL?
        2. Bagaimanakah transportasi yang menghubungkan Malaysia (Serawak) / 
Brunei dengan
Kalimantan? Kalau tidak salah ada bus langsung dari Brunei via Kuching
yang menuju ke Pontianak. Adakah akses yang lain yang bisa saya ambil
(Berapa lama waktu tempuh dan berapa harganya)? Mengingat tempat yang
akan dikunjungi di Kalimantan adalah: Tanjung Puting National Park,
Sungai Mahakam, Banjarmasin, Pegunungan Meratus, Pulau Derawan dan
Pontianak (itinerari belum dibuat).
        3. Kebetulan partner jalan saya berkewarganegaraan Belanda yang akan
mendapatkan VOA Indonesia di Surabaya, stay dulu 1 minggu sebelum
melakukan itinerari yang disebutkan di atas. Apakah dia harus
mendapatkan VOA lagi ketika masuk ke Kalimantan? Ataukah ia harus apply
multiple-entry visa sebelum ke Indonesia? Namun setau saya, multiple-entry visa 
itu hanya untuk urusan bisnis.
        4. Oh ja, kemungkinan besar kita akan lewat darat dari brunei/Malaysia 
menuju Kalimantan, kalau toh harus mendapatkan VOA lagi, bisakah dengan bus 
yang sudah masuk ke wilayah Indonesia namun belum mendapatkan VOA lagi bisa 
tetap masuk Indonesia? Karena setau saya VOA hanya bisa didapat dari air port 
dan sea port.Mohon penjelasannya ya.


Terima kasih.
Salam,

Leah



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke