Hai Sari, 

tahun lalu saya melakukan :

Singapore-Kita Kinabalu (Mt Kinabalu)-Brunei-Miri/Mulu NP - Sawarak - 
Pontianak, lebih enak dari KL ke KK dulu daripada ke Brunei jadi ga bolak balik 
lagi.

2. Dari Brunei ada bus ke Miri, dari Miri ada bus lagi ke Kuching dan dari 
Kuching ada bus ke Pontianak...dari Pontianak bus tidak bisa menuju ke 
Kalimantan Tengah harus terbang 

kalau mau cepat, dari Miri ada pesawat ke Kuching , dari Kuching juga kalau ga 
salah ada pesawat ke Pontianak 

3. yup visa on arrival hanya berlaku untuk single entry, untuk border entikong 
rasanya ada visa on arrival juga, tapi cek lagi





--- On Sat, 6/12/10, Sari Musdar <[email protected]> wrote:

From: Sari Musdar <[email protected]>
Subject: RE: [indobackpacker] Keluar masuk Singapura-Malaysia-Brunei-Kalimantan
To: [email protected]
Date: Saturday, June 12, 2010, 7:55 PM







 



  


    
      
      
      



Hai Leah 

1. Ngga ada masalah keluar masuk Singapore -malaysia, cuma mungkin agak 
buang-buang waktu di imigrasi (perbatasan Singapore - malaysia dan sebaliknya) 
apalagi kalau masa peak liburan (tahun baru china atau long w-end) antrian 
cukup panjang. 



2. maaf, saya kurang tahu, cuma nyoba naik bus. 



3. ngga pengen sok tahu juga, cuma pakai logika aja, Visa itu kan ijin masuk 
untuk ke suatu negara (bukan ijin masuk satu pulau/ propinsi ya hehhehe), jadi 
ga harus apply VOA lagi ya mestinya



4. Jawabannya bisa lihat jawaban nomor 3



dan info di bawah ini yg saya copas dari tulisan saya 



Visa on arrival valid for 30 days for nationals from

63 countries.



You can apply

VOA at several airports and/ or ports :



a.       Airports

: Soekarno-Hatta in Jakarta, Juanda in Surabaya (East Java), Ngurah Rai in

Bali, Polonia at Medan (North Sumatra), Tabing in Padang (West Sumatra), Sultan

Syarif Kasim in Pekanbaru, Riau (Sumatra), and Sam Ratulangi in Manado (North

Sulawesi).



Seaports

: Batam, Talani Lagoi and Bandar Sri Udana Labon in the Riau archipelago, Sri

Bintan Pura in Tanjung Pinang, Belawan and Sibolga in North Sumatra, Telur

Bayur in Padang, Tanjung Priok in Jakarta, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Mas

in Central Java, Yos Sudarso Tanjung Perak in Surabaya, Padang Bai and Benoa in

Bali, Tenua and Maumere in East Nusa Tenggara, Pare-pare and Soekarno-Hatta

ports in South Sulawesi, and the port of Jayapura



salam, 



Sari Musdar



voir la vie en rose



http://sarimusdar.blogspot.com

http://oceanebleue.multiply.com

http://www.facebook.com/sari.musdar



To: [email protected]

From: [email protected]

Date: Sat, 12 Jun 2010 07:06:56 +0000

Subject: [indobackpacker] Keluar masuk Singapura-Malaysia-Brunei-Kalimantan



Dear IBPs,



Saya sedang membuat itinerari perjalananan Bali/Surabaya-Singapore-KL-Brunei-Mt 
Kinabalu-Kalimantan untuk 2 minggu. Yang saya tanyakan adalah:



        1. Apakah saya bebas keluar masuk Singapore, Malaysia dan Brunei, 
terutama



Malaysia kalau itinerarinya KL-Brunei-Mt. Kinabalu? Apakah itinerari di



atas sudah sesuai atau kah harus ada yang dirubah agar rute tidak



loncat-loncat? Haruskah Mt Kinabalu dulu baru Brunei setelah KL?



        2. Bagaimanakah transportasi yang menghubungkan Malaysia (Serawak) / 
Brunei dengan



Kalimantan? Kalau tidak salah ada bus langsung dari Brunei via Kuching



yang menuju ke Pontianak. Adakah akses yang lain yang bisa saya ambil



(Berapa lama waktu tempuh dan berapa harganya)? Mengingat tempat yang



akan dikunjungi di Kalimantan adalah: Tanjung Puting National Park,



Sungai Mahakam, Banjarmasin, Pegunungan Meratus, Pulau Derawan dan



Pontianak (itinerari belum dibuat).



        3. Kebetulan partner jalan saya berkewarganegaraan Belanda yang akan



mendapatkan VOA Indonesia di Surabaya, stay dulu 1 minggu sebelum



melakukan itinerari yang disebutkan di atas. Apakah dia harus



mendapatkan VOA lagi ketika masuk ke Kalimantan? Ataukah ia harus apply



multiple-entry visa sebelum ke Indonesia? Namun setau saya, multiple-entry visa 
itu hanya untuk urusan bisnis.



        4. Oh ja, kemungkinan besar kita akan lewat darat dari brunei/Malaysia 
menuju Kalimantan, kalau toh harus mendapatkan VOA lagi, bisakah dengan bus 
yang sudah masuk ke wilayah Indonesia namun belum mendapatkan VOA lagi bisa 
tetap masuk Indonesia? Karena setau saya VOA hanya bisa didapat dari air port 
dan sea port.Mohon penjelasannya ya.



Terima kasih.



Salam,



Leah



[Non-text portions of this message have been removed]



                                          

__________________________________________________________

Hotmail : un service de messagerie gratuit, fiable et complet

https://signup.live.com/signup.aspx?id=60969



[Non-text portions of this message have been removed]





    
     

    
    


 



  






      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke