Surat dari Belgia
Dari Tintin ke Symbolisme en Belgique
Indarwati Aminuddin

Pernah membaca kisah Tintin, pria mungil dengan rambut tipis dan sahabatnya, 
anjing milaou atau Milo atau Snowy dalam komik-komik?  Saya mengoleksi komik 
ini 
beberapa tahun lalu dan tiga bulan lalu, saat di Jakarta, memulai lagi 
membacanya berkat pinjaman Sasi Gendro Sari., dosen muda asal Jember.

Kami berdua jatuh cinta pada komik bergambar ini dengan cara berbeda. Bila saya 
memulainya dari komik pinjaman teman saat SD di Irian Jaya sana, Sasi 
memulainya 
saat ayahnya menjadikan komik Tintin sebagai hadiah atas prestasinya di bangku 
kelas 2 SD. Ia mengingat, komik itu berjudul “Kepiting bercapit emas” dan pada 
tahun-tahun berikutnya, Ia ketagihan. Ia mengenang, tak bisa melupakan 
pelajaran 
penting tentang astronomi dari komik  “Tintin, perjalanan ke bulan”, komik yang 
di tulis diantara tahun 1950 an (artinya 16 tahun lebih cepat dari Neil 
Amstrong 
yang terbang betulan ke bulan). 


Herge, si pembuat komik yang tinggal di Belgia inilah secara cerdas mengenalkan 
hal-hal ilmiah dan canggih dengan cara sederhana, jauh dari zamannya pada Sasi 
yang tinggal di Jember, kota kecil yang sepi dan saat malam dengung serangga 
menjadi penggiring tidur. Dan pada saya yang menetap di Irian Jaya. Siapa 
nyana, 
22 tahun kemudian, kota yang melahirkan Tintin, Belgia, menjadi kota tujuan 
kami. Tak ada yang kebetulan di dunia ini.
Belgia, tempat dimana Tintin pertama kali terbit melalui suratkabar  “Le Petit 
Vingtième“ merupakan kota yang cantik dan menyesapkan sejarah serta kekuasaan. 
Simbol kehidupan masa lalu dan masa depan di tonjolkan melalui pahatan cermat 
di 
tiap lekuk dinding, batu, kayu bahkan logam. Tentang manusia,cinta,kekuasaan, 
dan pertarungan politik serta agama yang membisikkan pesan “musuh adalah guru 
terbaik”.  
Simbol ini menyebar di Palais de Justice, Bourse, Palace Royale, Manneken Pis 
(patung anak kecil yang tampak pipis seenaknya), Colonne du Congres, Rue Neuve, 
 ini tempat belanja yang dikelilingi bangunan-bangunan tua, dan bagi pelancong 
bersaku pas-pasan seperti kami ini, belanja di daerah ini seperti menyerahkan 
uang pada perampok secara paksa! Terdapat pula Parc Du Cinquentenaire, Saint 
Michael, Palais Royal, Palais De Laeken, Pavillon Chinois, Japonaise 
danAtomium. 


Bagaimana kota yang dipenuhi ras dari tiap sudut dunia bisa menjadi begitu 
terbalut sejarah? 

Belgia merupakan wilayah yang terletak di bagian barat benua Eropa. Belgia 
merupakan Negara anggota pendiri Uni Eropa dan menjadi ibukota Uni Eropa. Luas 
kota ini 30,528 kilometer persegi (bandingkan dengan Wakatobi yang luasnya 1,3 
juta hektar).  
Nama kota ini Belgia berasal dari Gallia Belgica, ini sebuah provinsi nan jauh 
di Roman yang didiami sekelompok Belgae, penduduk ber ras campuran Celtik dan 
Germanik. Sejarah menceritakan, pertarungan atas nama kawasan telah di mulai 
oleh Republik Roma terhadap Belgia pada abad 1 sebelum masehi, disusul pada 
abad 
ke-5 oleh bangsa Frank Jermanik (mereka lalu dikenal sebagai kekaisaran 
Karolingia di abad ke-8). 


Pada abad ke-16, revolusi Belgia tahun 1830 menetapkan lapisan dasar 
budaya,pembangunan dan politik yang kemudian dikenal sebagai masa ‘Belgia 
merdeka’, dimana gereja yang menaungi Katolik di harap bersikap netral di bawah 
pemerintah sementara dan kongres nasional.  

Leopod, raja pertama Belgia resmi berkuasa di tahun 1831 dan menyusul Belgia 
menjadi monarki konstitusional dan demokrasi parlementer. Pada perang dunia 
ke-2, system demokrasi mereka berubah dari system oligarki menjadi system hak 
pilih universal (symbol dalam bentuk lukisan tentang ini bisa di lihat di 
museum 
seni kuno, judulnya episode revolusi Belgia tahun 1830 oleh Egide Charles 
Gustave Wappers di buat tahun 1834).   


Memasuki abad pertengahan hingga abad ke-17, kelompok Belgae—bersama dengan 
Belanda dan Luksemburg—menguasai perdagangan dan kebudayaan. Lintasan budaya 
datang dan pergi   dari orang-orang dari  daerah Jermanik-Latin, Flandria dan 
Perancis, Walloon dan Jerman Pelafal (tak ketinggalan Maroko,Turki,India, 
Arab,China). Tiap abad budaya dan sejarah mereka inilah yang kemudian di 
tuturkan dalam bentuk symbol ; manusia, harimau berkepala orang, 
manusia-manusia 
turunan dewa, malaikat, santo, Jesus, Bunda Maria, reinkarnasi manusia, semua 
tampak seperti sejarah yang dibangun kemarin dan dihaturkan di depan kita untuk 
dilhat, di simak, dipegang, dipotret dan diceritakan. Dan semua terawat baik 
dari tahun ke tahun.    

Aturan pun dibuat untuk ikut serta memanjangkan usia bangunan symbol ini. 
Polisi 
ada dimana-mana. Berdiri di sudut taman bertugas menyemprit orang yang 
menginjak 
rumput di Royal Palace  dan penjaga pintu Botanique –tempat dimana seluruh 
tanaman indah dan bunga-bunga bermekaran romantic—akan menunjukkan wajah cuek 
pada para pelancong yang tak rela mengeluarkan 2 euro untuk memasuki botanique. 
Sejarah masa tak hanya menarik perhatian kita tapi juga uang kita. Pemerintah 
dan semua warga di sini memiliki pemahaman yang sama bahwa keindahan bisa 
dijual, tanpa harus merusak sumber-sumber kekayaan alam lainnya.    

Nenek moyang Belgia juga melahirkan generasi berwajah rupawan –mereka memenuhi 
unsure yang oleh iklan-iklan di tv,radio,suratkabar dikategorikan cantik – 
tampan nan sexy : Berpostur tinggi, berat badan seimbang, kulit bersih, rambut 
tergerai tebal, alis beriringan seperti semut, bibir merekah, mata besar 
berwarna coklat, biru. Sopir kernet, penjaga toilet serta seorang petugas 
kereta 
api yang membantu kami mengenali peron juga sedemikian rupawannya sehingga 
tampaknya bila mereka pindah ke Indonesia kemungkinan akan menjadi artis yang 
memenuhi layar-layar sinetron. 


Kota ini juga melahirkan orang-orang hebat seperti Adolph Quetelet (ahli 
matematik), Alber Claude (ini penerima nobel), Anne Morelli (sejarawan), Paul 
Robbrenct (arsitek), AA Payen (pelukis yang menjadi guru dari Raden Saleh, 
pelukis kita di Indonesia), Charif Benhelima (foto artist), Colijn de Coter 
(pelukis), Francois Duquesnoy (pematung), dan tentu saja Herge (nama aslinya 
George Remi), pria penemu komik Tintin! ([email protected])


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke