Hasan........, bila petani mandiri dalam pengadaan pupuk......alias menggunakan 
kompos.buatan sendiri ..maka situasi akan terbalik......
  ----- Original Message ----- 
  From: hasanuddin windenda 
  To: indonesia 
  Sent: Tuesday, April 29, 2008 4:34 AM
  Subject: [indonesia] Berita Tentang Pertanian--->sedih banget..


  TEMANGGUNG - Kekurangan pupuk juga dirasakan oleh petani di kabupaten 
Temanggung, Jawa Tengah. Untuk mendapatkan satu zak pupuk jenis urea petani 
harus antre berdesak-desakan. Padahal, saat ini petani sangat membutuhkan 
pupuk, karena sudah memasuki masa tanam padi maupun tembakau. 

  Seperti yang terjadi di salah satu kios di kota Temanggung, setiap hari 
terdapat antrean petani yang ingin mendapatkan pupuk urea, ironisnya antrean 
ini sudah terjadi sejak tiga bulan lalu. Agen mencoba menggunakan kupon agar 
jatah pupuk yang sedikit terbagi dengan merata. 

  Kepala Dinas Pertanian Temanggung Roni Nurhastuti mengakui, kelangkaan pupuk 
terjadi karena realisasi dari Januari hingga April masih terdapat kekurangan 
sebesar 20 persen. 

  "Kebutuhan pupuk di Temangung tahun ini sebesar 42 ribu ton, namun di 
peraturan gubernur hanya disetujui 34 ribu ton," ujarnya. 

  Sampai sekarang, menurut Roni, realisasi 43 ribu ton tersebut masih kurang 
920 ton. "Seharusnya dari Januari sampai April sudah turun semua, tapi sampai 
sekarang masih kurang 920 ton," ujarnya.

  Pihaknya berharap kekurangan pupuk tersebut segera dikirim ke Temanggung. 
"Sebentar lagi musim tanam, kasihan petani bingung mencari pupuk," harapnya.

  -------


  PURWOKERTO - Kelangkaan pupuk di Kab Banyumas, Jawa Tengah, semakin 
menjadi-jadi. Selain sulit mendapatkan pupuk, harganya naik tajam hingga 
membuat petani di Banyumas tidak berkutik. Padahal, saat ini di Banyumas sedang 
memasuki masa tanam.
  ?
  Wagino (50), petani dari Cilongok mengatakan, memasuki musim tanam seharusnya 
membutuhkan pupuk urea. Namun, kenyataan di lapangan, pupuk urea sangat sulit 
didapatkan. Lagi pula, kalau pun ada pupuk harganya naik hampir dua kali lipat.
  ?
  "Saya sudah mencari pupuk hingga luar daerah yang jaraknya 20 kilometer (Km). 
Saya memang menemukannya, namun harganya sudah melambung jauh. Per sak isi 50 
Kg naik Rp35 ribu," ungkapnya, di Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (29/4/2008).
  ?
  Biasanya harganya hanya Rp65 ribu, namun dijual pengecer Rp90 ribu. Sehingga 
mengalami kenaikan Rp35 ribu per sak.? 
  Seharusnya, pupuk urea yang bersubsidi itu harganya Rp1.300 per kg. Namun 
kenyataannya malah Rp1.800 per kg. 
  ?
  Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Banyumas Asan Sohib membenarkan 
keluhan anggotanya. Menurutnya, sejak awal musim tanam kedua ini mencari pupuk 
benar-benar susah. 
  Padahal, sebelumnya PT Pusri menjamin penyediaan pupuk bersubsidi cukup aman. 
"Namun faktanya kelangkaan pupuk menyebar ke mana-mana," ujarnya. 
  ?
  Berdasarkan data di PT Pusri, stok pupuk urea di Banyumas sebanyak 30 ribu 
ton. Jumlah itu sebetulnya cukup aman. Namun dari jumlah, sekitar 9.000 ton 
yang telah terpakai untuk konsumsi pada Januari - Februari. 


------------------------------------------------------------------------------
  Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG. 
  Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.23.6/1404 - Release Date: 4/29/2008 
6:27 PM

Kirim email ke