Mas Basuki,

Tidak ada yang menyalahkan petani, lingkaran nya sudah
sedemikian rumit, sehingga perlu konsistensi, siapa yg
harus konsisten, tentu nya semua pihak.

Alumni ITB hanya bs memainkan peran di segment yang
bisa dilakukan, sinergi dg semua pihak tentu nya di
perlukan.

Jika mas Basuki paham maksud kalimat saya tentang
"memupuk tanaman" dan "memupuk tanah", dan edukasi dr
produsen tentang memupuk tanaman. Maka, pengubahan ttg
paradigma dr memupuk tanaman menjadi memupuk tanah lah
yang sangat di perlukan.

Karena petani selama ini di edukasi dg memupuk
tanaman, maka tanah menjadi kehilangan unsur hara,
sehingga semakin lama, tanah membutuhkan penambahan
berbagai macam nutrient, sehingga pupuk yg diperlukan
terus menerus bertambah.

Temen-temen dr biologi tentu nya lbh paham ttg hal
ini.

Pupuk juga bs di buat dr biomassa waste (palm oil,
sampah organik, dsb dsb). Jika ada effort secara
sinergis di sana, maka kendala pupuk hasil pabrik
kimia akan bs tertanggulangi. Again, komitmen para
pihak lah yg diperlukan. Komitmen yg langsung
menyentuh ke hulu permasalahan, bukan sekedar di level
yang bersifat vurnerable yang bs up and down
bergantung suasana tanpa menyelesaikan inti masalah.

Salam,
Sulis

> 2008/4/30 Basuki Suhardiman <[EMAIL PROTECTED]>:
> 
> >
> > saya rasa , jangan lah menyalahkan petani
> > karena mereka tidak punya banyak pilihan,
> > tidak ada duit buat beli pupuk
> > tidak ada informasi berapa harga pupuk sebenarnya
> > panen selalu anjlok harga nya
> > tengkulak merajalela
> > rentenir meraja lela ...
> >
> > ITB-ITB (alumni) lah yang harus memikirkan hal itu
> ...
>
> > Achmad Hidayat wrote:
> >
> > > Mungkin karena petani kita terbiasa di edukasi
> oleh
> > > produsen pupuk untuk memupuk tanaman, bukan
> memupuk
> > > tanah...
> > >
> > > Salam,
> > > Sulis



      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

-- 
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/info-milist-indonesia.txt

Kirim email ke