Mas Sulis ,
Ya justru itu , rantai itu harus di 'putus'
dan bisa di 'putus' , tinggal bagaimana kita sendiri dan peran yang kita mainkan utk masyarakat ..
soal teknis saya tidak pernah meragukan kemampuan ITB-ITB ini .,..
soal kemauan (political will) itu yang saya sangat ragukan ..

kita bisa lakukan hal hal sederhana koq mas ,
membina kelompok-kelompok tani atau memberi contoh mereka hal hal dasar tanpa berusaha menggurui mereka ..
mengajak mereka berdiskusi ,
mengajak mereka sharing pengalaman mereka dalam menjalankan pekerjaan mereka sehari hari ... dan itu bisa dilakukan secara bergantian , berkelompok , terutama pada kelompok-kelompok petani ...

HKTI atau organisasi lainnya , tidak terlihat sama sekali di 'lapangan'
kalau pun organisasi itu ada , paling juga waktu butuh 'suara' petani ...

persoalan teknis hanya 1 % mas ,
persoalan non teknis 99 %

nah siapkan kita kita ini turun menyelesaikan permasalahan non teknis yang 99 % tersebut ? :-)



Achmad Hidayat wrote:
Mas Basuki,

Tidak ada yang menyalahkan petani, lingkaran nya sudah
sedemikian rumit, sehingga perlu konsistensi, siapa yg
harus konsisten, tentu nya semua pihak.

Alumni ITB hanya bs memainkan peran di segment yang
bisa dilakukan, sinergi dg semua pihak tentu nya di
perlukan.

Jika mas Basuki paham maksud kalimat saya tentang
"memupuk tanaman" dan "memupuk tanah", dan edukasi dr
produsen tentang memupuk tanaman. Maka, pengubahan ttg
paradigma dr memupuk tanaman menjadi memupuk tanah lah
yang sangat di perlukan.

Karena petani selama ini di edukasi dg memupuk
tanaman, maka tanah menjadi kehilangan unsur hara,
sehingga semakin lama, tanah membutuhkan penambahan
berbagai macam nutrient, sehingga pupuk yg diperlukan
terus menerus bertambah.

Temen-temen dr biologi tentu nya lbh paham ttg hal
ini.

Pupuk juga bs di buat dr biomassa waste (palm oil,
sampah organik, dsb dsb). Jika ada effort secara
sinergis di sana, maka kendala pupuk hasil pabrik
kimia akan bs tertanggulangi. Again, komitmen para
pihak lah yg diperlukan. Komitmen yg langsung
menyentuh ke hulu permasalahan, bukan sekedar di level
yang bersifat vurnerable yang bs up and down
bergantung suasana tanpa menyelesaikan inti masalah.

Salam,
Sulis



--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/info-milist-indonesia.txt

Kirim email ke