Dear rekan-rekan,

Berikut bahan bacaan yang mungkin berguna disaat senggan :

 

Krisis Energi Sektor BBM dan Langkah-langkah Penyelesainnya

Oleh Yohan Suryanto, ver 1.0

Jika dicermati berdasarkan data 'Sabtu Santai: Simulasi Investasi Saham'
oleh JD dalam mailing list IA-ITB, antara tanggal 23 Februari 2008 sampai 29
Maret 2008, kisaran harga minyak mentah dunia antara $100 sampai $115 per
barel. Pada kondisi tersebut, berdasarkan data situs BI per 3 April 2008
yang disarikan oleh Detik Finance, justru cadangan devisa Indonesia
meningkat dari $ 57,125 Milyar menjadi $ 58,980 Milyar.  Artinya dengan
kondisi harga minyak yang mencapai kisaran tersebut, secara net cadangan
devisa Indonesia dalam mata uang USD justru meningkat. Ini merupakan sinyal
yang cukup menggembirakan dan menjadi batu pijakan pada kita untuk mengambil
langkah jangka pendek (1-2 tahun kedepan) yang tepat untuk menyikapi kondisi
harga minyak mentah yang mencapai kisaran antara $100-$120 USD dewasa ini.

Realitas ini memberikan tuntunan yang lebih konkrit pada kita bahwa kenaikan
Minyak mentah sampai level $ 5- $ 25 lebih tinggi dari rencana APBN ( $ 95)
masih bisa diakomodasi oleh cadangan devisa NKRI. Meskipun tidak terkait
langsung, ini menjadi pertanda bahwa kebutuhan konsumsi BBM (Bensin, Solar
dan Kerosin) dalam negeri dengan kebijakan yang tepat tidak akan memakan
devisa. Ini merupakan indikasi yang kuat bahwa bahwa produksi minyak mentah
Indonesia yang mencapai 1 juta barrel perhari masih mencukupi untuk
kebutuhan dalam negeri dengan pertumbuhannya dalam 1-2 tahun mendatang.

 

Selanjutnya bisa dilihat di
http://yohans.wordpress.com/2008/05/04/krisis-energi-sektor-bbm-dan-langkah-
langkah-penyelesaiannya/

 

Salam,

-yohan S-

EL'93

 

Kirim email ke