Planning Process dengan pilar-pilar yang harus diperkuat adalah:
1. Hemat Energi oleh Perguaruan Tinggi
2. Public and Private Partnerships oleh Bappenas
2. E Planning Process oleh Society
3. Effective Energy Systems oleh industry

yohan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                        Pak AZA dan Rekans,
   
  Kira-kira demikian, jika kita melihat pergerakan harga minyak dunia antara 
Februari-Maret yang antara USD 100- USD 115, tapi menyebabkan kenaikan net 
devisa meskipun tipis (tapi namanya tetap naik), kelihatannya memang kita dalam 
kondisi masih aman. Dalam artian untuk urusan Minyak Mentah dan BBM yang paling 
nyleneh sekalipun, tidak menyebabkan devisa berkurang. Ini adalah indikasi 
bahwa secara net, produksi minyak mentah Indonesia yang 920 ribu barrel/hari 
(mungkin nambah karena ada kenaikan harga minyak dunia, menjadi 1 juta barrel 
perhari), setelah diolah oleh 7 penyulingan milik NKRI dengan kapasitas 1,02 
juta barrel/hari, menghasilkan BBM yang mencukupi kebutuhan saat ini.
   
  Sebenarnya dengan biaya produksi seperti yang disampaikan oleh P JD, kita 
bisa menjual  BBM seenak perut kita, asal tidak lebih rendah dari rata-rata Rp 
1.117,- per liter untuk saat ini.Tapi untuk tahun depan bagaimana? Kalau BBM 
murah-meriah, jumlah mobil yang membuat macet akan bertambah gila-gilaan, 
sehingga harus sering-sering pijit karena nyopir. Selain itu masalahnya khan 
pemerintah kita perlu dana juga untuk pembangunan dan menahan ‘ngilernya’ para 
pemain melihat peluang kenaikan harga Minyak Mentah Dunia, yang kalau 
dikonversi ke BBM harga rata-ratanya bisa diatas Rp 7.500 perliter. Kalau tidak 
ada dana ini bagaimana kita akan mencegah penyelundupan Minyak Mentah atau BBM 
keluar dengan harga yang lebih kinclong. Lha penyelundupan kayu yang baris ber 
baris disungai-sungai Kalimantan aja susahnya setengah hidup J.
   
  Jadi untuk sumber dana pembangunan, lebih baik menghilangkan subsidi BBM 
daripada mencetak uang lagi dan kerepotan membendung penyelundupan BBM atau 
Minyak Mentah kenegeri tetangga. Atau lebih baik menghilangkan subsidi BBM 
daripada menjual ‘ayam-ayam’ penghasil ‘emas’ untuk mendapatkan ‘emas’ lebih 
banyak, atau daripada kemacetan di Jakarta dan pantura semakin parah. Dan kalau 
urusan pajak dan BBM kita minta ikut standar dunia, ya kami sebagai warga 
negara minta juga ke pemerintah kalau ngurus jalan, pendidikan, kesehatan, 
standar penghasilan juga bercita-cita ikut standar dunia J.
   
  Salam,
  -yohan S-
   
   
      From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Achmad 
Zaenal Abidin
 Sent: Tuesday, May 06, 2008 9:20 PM
 To: [email protected]
 Cc: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
 Subject: [indonesia] Re: Krisis Energi Sektor BBM dan Langkah-langkah 
Penyelesainnya
  
  
   
  Mas Yohan dan Rekans,
 
 Bukannya yang namanya cadangan devisa itu adalah jumlah placement 
BI/Pemerintah dalam valuta asing ditambah dengan selisih antara perolehan 
devisa hasil export/transfer masuk dari negara lain dikurangi dengan pembayaran 
untuk import/transfer keluar ke negara lain.
 
 Jika harga minyak mentah didunia naik, maka karena Pemerintah RI sekarang 
merupakan net importir, tentu biaya yang harus dibayar (transfer keluar) dalam 
bentuk devisa makin besar untuk membayar  minyak mentah untuk diolah di Kilang 
kilang Indonesia atau minyak "mateng" untuk pengadaan BBM dalam negeri.
 
 Tentu jika makin besar yang harus dibayar, cadangan devisa akan turun seiring 
dengan kenaikan harga minyak mentah dan volume import minyak mentah/"mateng".
 
 Misalnya Pemerintah mempunyai cadangan devisanya dalam valuta Euro atau GBP, 
turunnya cadangan devisa tidak sederas naiknya harga minyak dalam USD dikalikan 
dengan volume import tetapi nilai devisa masih bisa bertambah dengan naiknya 
nilai kurs Euro atau GBP terhadap USD.
 
 Makanya Iran sekarang pakai mata uang Euro untuk transaksi ekspornya.
 Indonesia kenapa tidak mulai ? padahal walaupun nilai USD turun terhadap 
Euro/GBP tetap saja nilai rupiah merosot juga terhadap USD karena kekawatiran 
tekornya APBN karena harga minyak naik terus ? apakah ini tidak dua kali rugi ? 
:-(
 
 Salam,
 Zaenal 
  
 At 00:22 05/05/2008, yohan wrote:
 
 
  Dear rekan-rekan,
 Berikut bahan bacaan yang mungkin berguna disaat senggan :
  
 Krisis Energi Sektor BBM dan Langkah-langkah Penyelesainnya
 Oleh Yohan Suryanto, ver 1.0
 Jika dicermati berdasarkan data ‘Sabtu Santai: Simulasi Investasi Saham’ oleh 
JD dalam mailing list IA-ITB, antara tanggal 23 Februari 2008 sampai 29 Maret 
2008, kisaran harga minyak mentah dunia antara $100 sampai $115 per barel. Pada 
kondisi tersebut, berdasarkan data situs BI per 3 April 2008 yang disarikan 
oleh Detik Finance, justru cadangan devisa Indonesia meningkat dari $ 57,125 
Milyar menjadi $ 58,980 Milyar.  Artinya dengan kondisi harga minyak yang 
mencapai kisaran tersebut, secara net cadangan devisa Indonesia dalam mata uang 
USD justru meningkat. Ini merupakan sinyal yang cukup menggembirakan dan 
menjadi batu pijakan pada kita untuk mengambil langkah jangka pendek (1-2 tahun 
kedepan) yang tepat untuk menyikapi kondisi harga minyak mentah yang mencapai 
kisaran antara $100-$120 USD dewasa ini.
 Realitas ini memberikan tuntunan yang lebih konkrit pada kita bahwa kenaikan 
Minyak mentah sampai level $ 5- $ 25 lebih tinggi dari rencana APBN ( $ 95) 
masih bisa diakomodasi oleh cadangan devisa NKRI. Meskipun tidak terkait 
langsung, ini menjadi pertanda bahwa kebutuhan konsumsi BBM (Bensin, Solar dan 
Kerosin) dalam negeri dengan kebijakan yang tepat tidak akan memakan devisa. 
Ini merupakan indikasi yang kuat bahwa bahwa produksi minyak mentah Indonesia 
yang mencapai 1 juta barrel perhari masih mencukupi untuk kebutuhan dalam 
negeri dengan pertumbuhannya dalam 1-2 tahun mendatang.
  
 Selanjutnya bisa dilihat di 
http://yohans.wordpress.com/2008/05/04/krisis-energi-sektor-bbm-dan-langkah-langkah-penyelesaiannya/
 
  
 Salam,
 -yohan S-
 EL’93
  
  
   
  PT.CITRA SARI MAKMUR SATELLITE & TERRESTRIAL NETWORK  Connecting the distance 
- anytime, anywhere, any content http://www.csmcom.com http://www.3g-net.net    



  Back-up email for: [EMAIL PROTECTED]



       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

Kirim email ke