Untuk jaringan interkoneksi, jika memang asumsi
pembedaan 0.8 BPP untuk tegangan menengah dan 0.6 BPP
untuk tegangan rendah karena rugi2 yang berbanding
terbalik dgn tegangan, saya kira ini yg tidak wajar.
Misal, PLN harus menyediakan listrik ke pelanggan
akhir suatu rumah tangga pada tegangan rendah.
Sekarang dibandingkan saja :
1. Listrik dari Pembangkit X masuk ke jaringan
menengah, kemudian listrik tersebut juga AKAN MASUK
lagi ke jaringan rendah.
2. Listrik dari Pembangkit Y langsung masuk ke
jaringan rendah.
Seharusnya, Dari sisi efisiensi energi, PLN lebih
untung dengan listrik dari pembangkit Y.
Itu dari sisi pembangkitan. Tapi, dari sisi pembelian
listrik, jika ada pelanggan yang mengambil listrik
dari tegangan menengah, (saya tidak tahu juga, adakah
pelanggan yang mengambil dari jaringan menengah) dia
lebih menguntungkan PLN dibanding pelanggan yang
mengambil lstrik dari jaringan rendah.
Artinya, jika alasannya karena rugi2 listrik yg
berbanding terbalik dengan tegangan :
1. Harga Pembelian PLN dari Pembangkit Listrik pada
Jaringan Rendah seharusnya lebih tinggi dibanding
harga pembelian dari Pembangkit Listrik pada Jaringan
Menengah.
2. Harga Penjualan PLN ke Pelanggan yang mengambil
listrik dari Jaringan Menengah lebih murah dari Harga
penjualan listrik dari jaringan rendah.
Itu kalau mau Fair.
Salam Fair,
--- Achmad Zaenal Abidin <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
> >Mengenai alasannya, saya kira dibuat dengan asumsi
> bahwa jaringan
> >yang ada adalah jaringan yang terinterkoneksi.
> Implikasinya di titik
> >mana pun energi listrik masuk ke jaringan, maka
> akan mempunyai
> >kemungkinan untuk mengalir ke bagian mana pun dalam
> sistem
> >interkoneksi tersebut dengan dibatasi oleh
> kemampuan jaringan.
> >Artinya, karena ada kemungkinan bahwa energi yang
> dihasilkan akan
> >dialirkan melalui saluran transmisi ke daerah lain,
> maka arti
> >tegangan menjadi penting disini. Seperti yang kita
> ketahui rugi2
> >listrik berbanding terbalik dengan tegangan, atau
> semakin tinggi
> >tegangan maka rugi2 akan lebih kecil untuk sejumlah
> energi yang sama
> >yang disalurkan.
> >
> >Ada pun argumen bahwa pembangkit listrik yang dekat
> dengan beban
> >bisa dihargai lebih mahal sesuai hukum pasar,
> memang benar untuk
> >pasar listrik yang sudah dideregulasi (seperti yang
> dimaui oleh UU
> >No 20/2002 yang batal). Namun sayangnya, pasar
> listrik kita memang
> >masih regulated, jadi mau ngga mau, harga jual/beli
> listrik masih
> >harus mengikuti regulasi.
>
=== message truncated ===
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.
Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt