Halo rekan2 semua,

Sebelumnya saya nyatakan sedikit disclaimer, meski saya berusaha mendapatkan sumber yang valid, kebenaran informasi yang saya tulis tidak bisa dijamin :-) Mohon maaf juga, saya kutipkan <http://209.85.173.104/search?q=cache:sKQkeJokXysJ:www.indonesia.go.id/id/index.php%253Foption%253Dcom_content%2526task%253Dview%2526id%253D4532%2526Itemid%253D687+subsidi+listrik+rincian+dpr+2008&hl=id&ct=clnk&cd=1>berita tahun kemarin, tentang asumsi2 yang digunakan:

Sedang Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi J Purwono mengungkapkan subsidi listrik untuk tahun 2008 diusulkan menjadi Rp 42,6 triliun atau mengalami kenaikan Rp16,8 triliun dibandingkan APBN 2007 sebesar Rp25,8 triliun. Subsidi sebesar itu merupakan skenario maksimal dengan asumsi PT PLN mendapat marjin 5%. ''Sementara, kalau PLN tidak mendapat marjin maka subsidinya menjadi Rp36,93 triliun,'' ujar J Purwono.

Asumsi untuk menghitung skenario maksimal adalah konsumsi BBM 9,556 juta kiloliter, biaya pokok penyediaan (BPP) listrik Rp930,17 per kWh, pertumbuhan penjualan listrik 6,8 persen, susut jaringan 10,14 persen, harga minyak $US 60/ barel, dan nilai tukar Rp9.400.

Sedangkan, apabila memakai skenario minimal maka dengan marjin PLN lima persen, maka kebutuhan subsidi menjadi Rp38,21 triliun dan Rp32,73 triliun untuk marjin nol persen. Asumsi yang dipakai buat skenario minimal ini adalah konsumsi BBM 9,556 juta kiloliter, BPP listrik Rp896,1 per kWh, pertumbuhan penjualan listrik 6,8 persen, susut jaringan 10,14 persen, harga minyak $US 57/ barel, dan nilai tukar Rp9.400.

Kalau yang ini dari <http://www.pln.co.id/InfoKorporat/LaporanTahunan/tabid/173/Default.aspx>laporan tahunan PLN:

[]


[]

[]


Jadi perhitungan kasarnya, katakan lah dengan asumsi pertumbuhan produksi listrik 6-7% dari tahun 2006, maka produksi listrik kira2 menjadi 150 GWh di tahun 2008. Harga jual ke konsumen bervariasi, katakan lah ambil yang Rp 500/kWh, sedang untuk BPP berkisar Rp 704-936/kWH di awal tahun 2008 (saya pribadi memperkirakan BPP real saat ini mungkin sudah kembali tembus ke angka di atas Rp 1000/kWh, karena harga minyak), misal ambil yang Rp 800/kWh, maka selisih harga jual dan harga produksi adalah Rp 300/kWh.

Jadi subsidi yang dibutuhkan sekitar Rp 300/kWh x 150 GWh = Rp 45 triliun. Kalau ditambah susut jaringan, mungkin kira2 subsidi yang dibutuhkan sekitar Rp 50 triliun. Jadi usulan pemerintah untuk subsidi listrik dalam RAPBN yang Rp 42.6 triliun sebenarnya sudah sangat minim. Berita terakhir yang saya tahu saat pembahasan RAPBN-P, <http://209.85.173.104/search?q=cache:TBw5nkyWNCgJ:www.indo-latestinfo.com/component/option,com_arsip/limit,50/limitstart,15100/+subsidi+listrik+2008+60+triliun&hl=id&ct=clnk&cd=13>DPR menyetujui subsidi listrik sebesar Rp 61 triliun. Jumlah ini pun menurut saya masih terlalu optimis dengan perkembangan harga minyak sekarang. Dengan perbedaan harga jual dan harga produksi sekitar Rp 500/kWh (dengan BPP Rp 1000/kWh), maka subsidi yang dibutuhkan sebenarnya sekitar Rp 500/kWh x 150 GWh = Rp 75 triliun.

Kenapa BPP aktual saat ini saya perkirakan sudah bergerak naik? Karena pembangkit listrik BBM, yang harga BBM-nya sampai 2 x dari asumsi semula, masih besar porsinya dalam hal penyediaan listrik. Bappenas memperkirakan konsumsi listrik dari jenis pembangkit listrik BBM masih sekitar 25% tahun 2008 ini. Sedikit kalkulasi kasar, 0.75 x Rp 800/kWh + 0.25 x Rp 1600/kWh = Rp 1000/kWh. Seperti yang kita tahu Rp/kWh pembangkit BBM ini sangat mahal. Sebagai contoh, jika harga minyak diesel dihargai Rp 10000/liter(PLN membeli BBM dengan harga pasar, walaupun mbayarnya nunggu subsidi cair, makanya dulu sempat rame dengan Pertamina), maka biaya operasi PLTG minyak, yang biasa dioperasikan PLN pada saat beban puncak jam 17.00-22.00 bisa mencapai Rp 3500/kWh, hanya dari biaya bahan bakar saja.

Itu sebabnya kenapa sebaiknya kita harus hemat energi, terutama di petang hari, mencegah jangan sampai PLN terpaksa mengoperasikan mesin2 mahalnya. Ini juga menjadi sebab, kenapa proyek 10000 MW, pengembangan panas bumi, diversifikasi energi primer yang lain seperti PLTMH digalakkan dan dipercepat. Cuma problemnya mungkin untuk sebagian investor, seperti yang disebut pak Zaini dan pak Zaenal, insentif yang diberikan, misal dalam hal pentarifan dan kepastiannya masih kurang menarik.

Mengenai subsidi diberikan ke golongan yang mana, saya kira semua golongan, baik rumah tangga maupun industri masih menerima subsidi. Subsidi untuk rumah tangga s/d 450VA lah yang terbesar. Kalau kita melihat grafik diatas, maka luas bidang ungu untuk R1 lah yang terbesar. Golongan yang paling kecil subsidinya adalah rumah tangga R2&R3, lebih kecil dari subsidi yang diberikan untuk industri dan bisnis. Nilai jual listrik dengan tarif keekonomian itu sendiri sebenarnya biaya produksi rata-rata ditambah margin keuntungan yang ditetapkan pemerintah(kadang 5%, kadang 0% kalau ngga ingin bilang dipaksa rugi), sesuai prinsip regulated market.

Salam, semoga bermanfaat.


M. Imaduddin


On 5/12/08, Achmad Zaenal Abidin <<mailto:[EMAIL PROTECTED]>[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mas Imaduddin dan Rekans,
>
> Mestinya ditambahin, harga 0.6 x BPP provinsi jika masuk ke tegangan rendah apabila didaerah tersebut ada jaringan 20 KV, tetapi apabila didaerah tersebut tidak ada jaringan 20 KV PLN, harganya tetap 0,8 x BPP provinsi karena beban desa setempat dekat dengan Pembangkit listriknya sehingga rugi rugi listrik dibawah 10% :-)
> Masih belum ada angkanya :
>
> a. Subsidi Rp. 54.997,5 Milyard berasal dari berapa KWH x berapa nilai subsidi dalam rupiah per KWH ? > b. Total KWH yang disubsidi apakah merupakan total KWH yang dijual PLN diseluruh Indonesia ? atau hanya total KWH yang dijual oleh PLN kepada Golongan = < 440 VA ?
> c. Berapa nilai jual PLN per KWH yang seharusnya jika tidak ada subsidi ?

__._,_.___
<http://groups.yahoo.com/group/IndoEnergy/message/5471;_ylc=X3oDMTM0c29pb2NtBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzYwNTgzMzYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTcxNDY0BG1zZ0lkAzU0OTIEc2VjA2Z0cgRzbGsDdnRwYwRzdGltZQMxMjEwNTYyNDk0BHRwY0lkAzU0NzE->Messages in this topic (5) <http://groups.yahoo.com/group/IndoEnergy/post;_ylc=X3oDMTJwcnA0YWU2BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzYwNTgzMzYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTcxNDY0BG1zZ0lkAzU0OTIEc2VjA2Z0cgRzbGsDcnBseQRzdGltZQMxMjEwNTYyNDk0?act=reply&messageNum=5492>Reply (via web post) | <http://groups.yahoo.com/group/IndoEnergy/post;_ylc=X3oDMTJlNDMwbTI5BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzYwNTgzMzYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTcxNDY0BHNlYwNmdHIEc2xrA250cGMEc3RpbWUDMTIxMDU2MjQ5NA-->Start a new topic <http://groups.yahoo.com/group/IndoEnergy/messages;_ylc=X3oDMTJlc2hrY2MxBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzYwNTgzMzYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTcxNDY0BHNlYwNmdHIEc2xrA21zZ3MEc3RpbWUDMTIxMDU2MjQ5NA-->Messages | <http://groups.yahoo.com/group/IndoEnergy/database;_ylc=X3oDMTJjNmVscjI1BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzYwNTgzMzYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTcxNDY0BHNlYwNmdHIEc2xrA2RiBHN0aW1lAzEyMTA1NjI0OTQ->Database | <http://groups.yahoo.com/group/IndoEnergy/polls;_ylc=X3oDMTJmdG9nbjJwBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzYwNTgzMzYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTcxNDY0BHNlYwNmdHIEc2xrA3BvbGxzBHN0aW1lAzEyMTA1NjI0OTQ->Polls | <http://groups.yahoo.com/group/IndoEnergy/calendar;_ylc=X3oDMTJka2VqcDQyBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzYwNTgzMzYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTcxNDY0BHNlYwNmdHIEc2xrA2NhbARzdGltZQMxMjEwNTYyNDk0>Calendar
TAHUKAH ANDA:
- Geothermal hanya menyumbang 800MW listrik (2.5% kebutuhan listrik) dan hanya 4% dari 20,000 MW of geothermal potential Indonesia !
- Potensi geothermal Indonesia 40% dari Potensi geothermal dunia !
<http://groups.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTJkazhvcXUzBF9TAzk3NDc2NTkwBGdycElkAzYwNTgzMzYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTcxNDY0BHNlYwNmdHIEc2xrA2dmcARzdGltZQMxMjEwNTYyNDk0>
Yahoo! Groups

<http://groups.yahoo.com/group/IndoEnergy/join;_ylc=X3oDMTJmYmVuOTkwBF9TAzk3NDc2NTkwBGdycElkAzYwNTgzMzYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTcxNDY0BHNlYwNmdHIEc2xrA3N0bmdzBHN0aW1lAzEyMTA1NjI0OTQ->Change settings via the Web (Yahoo! ID required) Change settings via email: <mailto:[EMAIL PROTECTED] Delivery: Digest>Switch delivery to Daily Digest | <mailto:[EMAIL PROTECTED] Delivery Format: Traditional>Switch format to Traditional <http://groups.yahoo.com/group/IndoEnergy;_ylc=X3oDMTJkbGN1MWg2BF9TAzk3NDc2NTkwBGdycElkAzYwNTgzMzYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTcxNDY0BHNlYwNmdHIEc2xrA2hwZgRzdGltZQMxMjEwNTYyNDk0>Visit Your Group | <http://docs.yahoo.com/info/terms/>Yahoo! Groups Terms of Use | <mailto:[EMAIL PROTECTED]>Unsubscribe
Recent Activity
* 12 <http://groups.yahoo.com/group/IndoEnergy/members;_ylc=X3oDMTJmZnY5OHYxBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzYwNTgzMzYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTcxNDY0BHNlYwN2dGwEc2xrA3ZtYnJzBHN0aW1lAzEyMTA1NjI0OTQ->New Members <http://groups.yahoo.com/group/IndoEnergy;_ylc=X3oDMTJlYjJxYTZhBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzYwNTgzMzYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTcxNDY0BHNlYwN2dGwEc2xrA3ZnaHAEc3RpbWUDMTIxMDU2MjQ5NA-->Visit Your Group
Special K Group

<http://us.ard.yahoo.com/SIG=13psi4s8l/M=493064.12016300.12445692.11323196/D=groups/S=1705171464:NC/Y=YAHOO/EXP=1210569694/L=/B=NDbIAkLaX9Q-/J=1210562494651309/A=5170416/R=0/SIG=11b5gu1oe/*http://new.groups.yahoo.com/specialKgroup>on Yahoo! Groups

Learn how others

are losing pounds.
Moderator Central

<http://us.ard.yahoo.com/SIG=13o6hasui/M=493064.12016262.12445669.8674578/D=groups/S=1705171464:NC/Y=YAHOO/EXP=1210569694/L=/B=NTbIAkLaX9Q-/J=1210562494651309/A=5028925/R=0/SIG=11e3tma2a/*http://new.groups.yahoo.com/moderatorcentral>Yahoo! Groups

Get the latest news

from the team.
Yahoo! Groups

<http://us.ard.yahoo.com/SIG=13o1f1tq7/M=493064.12662708.12980600.8674578/D=groups/S=1705171464:NC/Y=YAHOO/EXP=1210569694/L=/B=NjbIAkLaX9Q-/J=1210562494651309/A=5349276/R=0/SIG=11nhsqmjq/*http://advision.webevents.yahoo.com/EverydayWellness/>Join people over 40

who are finding ways

to stay in shape.
.

__,_._,___
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.23.15/1426 - Release Date: 10/05/2008 11:12

Kirim email ke