Mas Adryan dan Rekans,
Indonesia yang lebih baik itu meliputi semua aspek kehidupan, baik
karya, akhlaq, politik, ekonomi, pendidikan dan sebagainya.
sehingga semua topik posting yang bertujuan untuk mencapai Indonesia
yang lebih baik (dengan alternatif solusinya), tentu welcome.. :-)
Salam,
Zaenal
At 16:41 06/06/2008, [EMAIL PROTECTED] wrote:
mas moderator... saya rasa tulisan ini OOT....
apakah akan membentuk suatu indonesia yang labih baik?
kalo iya berarti saya salah dan tulisan ini tidak OOT
soal seting forum saya rasa dimanapun terjadi, sekarang tinggal
bagaimana kita-kita ini yang tahu informasi bisa mengarahkan orang
lain ke jalan/pemahaman yang lebih baik. soal demo / acara pasti ada teklap
untuk pihak aliansi kebangsaan.. akan sangat riskan kalau mereka
tidak ada teklap untuk apel bersama ini
mereka pasti sudah memeprtimbangkan ada golongan fundamental yang tidak setuju
di sisi lain teklap dari FPI juga kurang ok untuk membendung masa
dan yang paling parah ialah polisi.... kok kesannya telat dan gak
sadar bahwa apel ini bisa terjadi bentrokan....
soal ideologis saya ga bisa ikutan ..
tapi yang pentingbuat saya pribadia ialah saya berbuat semaksimal
mungkin di pekerjaan saya...
yang saya persembahkanuntuk TUHAN, keluarga dan baru kepada orang lain....
mungkin akan lebih sehat kalau kita kembali fokus ke proyek2 kita
heheheh
tapi tergantung forum juga mau bahas yang seperti ini atawa tidak ....
[EMAIL PROTECTED] wrote on 06/06/2008 06:02:17 AM:
> [image removed]
>
> [indonesia] Kesaksian Seorang Anggota JIL tentang Kerusuhan MONAS
>
> Achmad Zaenal Abidin
>
> to:
>
> alumni_gamais_itb, kalam_salman, IA-ITB, indonesia, iaitbjakarta, eL-ITB
>
> 06/06/2008 06:24 AM
>
> Sent by:
>
> [EMAIL PROTECTED]
>
> Please respond to indonesia
>
> Temans,
>
> Apakah ada yang mempunyai informasi berbeda dengan informasi dibawah
> ini sebagai balancing atau klarifikasi ?
>
> Salam,
> Zaenal
> From: daulaypd daulay <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Thu, 5 Jun 2008 02:51:49 +0800 (SGT)
> Subject: [anggotaicmi] Kesaksian Seorang Anggota JIL tentang
Kerusuhan MONAS
>
> Dari milis sebelah, ini ada kesaksian tentang kerusuhan di MONAS.
> Sepertinya menarik untuk dibaca. Silahkan dianalisa, dikritisi, dan
> juga konfirmasi kepada pihak-pihak terkait.
>
> -----------------------------------------------
>
> Untuk menyakinkan tulisan ini, saya perlu memperkenalkan diri dulu,
> nama Saya adalah Nong Darol Mahmada, saya salah seorang aktivis
> Jaringan Islam Liberal dan saya aktif di JIL sejak berdirinya JIL.
> Dalam kesempatan sekarang izinkan saya memberikan kesaksian kepada
> kawan-kawan sebangsa dan setanah air melalui milis ini kejadian
> sebenarnya dibalik kejadian yang terjadi di Monas pada tanggal 1 Juni
> yang lalu.
>
> Perlu kawan-kawan ketahui bersama bahwa aksi ini merupakan aksi yang
> telah di skenariokan oleh pihak pemerintah untuk mengalihkan isu BBM
> yang sedang marak ditengah masyarakat. Aliansi Kebangsaan untuk
> Kebebasan Beragama dan Beryakinan (AKK BB) hanya dijadikan kedok saja
> untuk mencegah agar ajaran Ahmadiyah tidak dibubarkan.
>
> Setelah presiden SBY menaikan harga BBM, kalangan kontributor JIL
> Goenawan Mohammad, Hamid Basyaib, Rizal Mallarangeng, Denny JA,
> Nasaruddin Umar melakukan pertemuan secara diam-diam di kediaman SBY
> di Cikeas, Bogor. Hal ini mereka bisa akses langsung kedalam berkat
> orang dalam yaitu Andi Malarangeng yang notabene kakak kandung dari
> Rizal Mallarangeng.
>
> Dalam pertemuan ini membahas isu yang berkembang di tengah masyarakat
> mengenai aksi demo-demo yang dilakukan adek-adek mahasiswa. Lalu SBY
> selaku presiden dan kepala pemerintah meminta kalangan JIL
> mengalihkan isu yang sedang berkembang di masyarakat dengan isu lain.
> Rizal M, yang merupakan pemuda JIL yang cerdas memberikan usul
> bagaimana isu kenaikan BBM yang sekarang ini diupayakan diganti
> dengan isu membubarkan Front Pembela Islam (FPI) dengan mengangkat
> isu pembubaran ajaran Ahmadiyah. Karena selama ini JIL selalu
> mendapatkan perlakuan keras dari FPI.
>
> Lalu setelah mendapatkan 'restu' dari presiden Goenawan Mohammad,
> Hamid Basyaib dan Rizal Mallarangeng datang ke markas JIL di Jl. Utan
> Kayu No. 68 H Utan Kayu. Di Kedai Tempo mereka membahas bagaimana
> membuat skenario agar anggota FPI bisa melakukan tindakan anarkis dan
> perusakan yang membuat masyarakat tidak simpati lagi dengan FPI. Lalu
> setelah melakukan diskusi selama 3 jam, ketiga kontributor JIL itu
> akhirnya berhasil membuat skenario yang bagus, dengan memanfaatkan
> momentum kelahiran Pancasila pada tanggal 1 Juni, mereka akan membuat
> semacam aksi simpatik (damai) dalam kebebasan beragama dan
> berkeyakinan. Aksi ini dilakukan di Monas, yang mana para peserta
> yang hadir sudah disetting sedemikian rupa agar anggota FPI turut
> datang dan membubarkan asyik tersebut. Mereka sangat paham betul,
> bahwa massa FPI sangat mudah sekali untuk dipancing agar melakukan
> kekerasan dan pengerusakan.
>
> Setelah membuat skenario tersebut lalu Goenawan Mohammad, menghubungi
> SBY melalui ponselnya, setelah mendengar penjelasan dari Goenawan
> Mohammad secara terperinci, akhirnya presiden menyetujui aksi
> tersebut dan akan mentrasferkan dananya sebesar 10 miliard rupiah
> untuk melancarkan aksi tersebut.
> Malam sebelum kejadian, beberapa pentolan JIL berkumpul di markas
> JIL, termasuk saya sendiri. Waktu itu yang hadir sangat ramai sekali
> dan sedang membahas persiapan untuk aksi besok pagi. Dari beberapa
> kawan-kawan yang diberikan tugas juga sudah selesai menjalankan
> tugasnya seperti mengundang kalangan pers media cetak dan media
> elektronik untuk hadir di acara tersebut. Orang-orang Ahmadiyah pun
> bersedia mengerahkan beberapa massanya untuk menghadiri aksi damai
> besok. Begitu juga dengan FPI, sudah dikontak melalui SMS membuat isu
> kalau besok jamaah Ahmadiyah, akan menggelar aksi damai di silang
> damai.
>
> Saya tidak tahu bagaimana persiapan dari FPI untuk merespon isue
> tersebut, tetapi nyatanya besok pagi ketika aksi damai itu sedang
> berlangsung dengan membawa nama AKKBB FPI datang dengan belasan truk
> dan ratusan anggotanya melakukan pemukulan kepada anggota aksi
> tersebut. Yang akhirnya terjadi aksi kekerasan tersebut. Hal ini yang
> diketahui dikalangan anggota FPI adalah aksi tersebut adalah aksi
> yang dilakukan umat Ahmadiyah sehingga secara kasar dan memaksa
> membubarkan aksi tersebut.
>
> Dari pemaparan dalam tulisan saya disini harus kawan-kawan milis
> ketahui bahwa,
> 1. Bahwa aksi kekerasan yang terjadi di Monas itu merupakan suatu
> skenario yang dilakukan pemerintah dan pihak JIL untuk mengalihkan
> isu BBM.
> 2. Aksi yang terjadi di Monas itu, JIL ingin FPI dibubarkan karena
> selama ini FPI merupakan yang menjadi sandungan kalau JIL melakukan
> aksi.
> 3. Dari jamaah Ahmadiyah dengan aksi ini, diharapkan mendapatkan
> simpati dari masyarakat Indonesia agar organisasi ini tidak jadi
> dibubarkan.
> 4. Kalangan petinggi JIL telah sekian kalinya, mendapatkan keuntungan
> untuk memanfaatkan situasi dan kondisi yang ada.
>
> Demikian tulisan ini saya buat dengan sebenarnya, karena hal ini yang
> membuat saya selalu merasa bersalah dan berdosa telah bersama-sama
> dengan kawan-kawan JIL melakukan pemutaran balikan fakta. Saya harap
> kawan-kawan setanah air dan sebangsa mau menyebarkan email kekawan-
> kawan sekalian. Terima kasih.
>
> Salam
>
> Nong Darol Mahmada
This communication may contain information that is legally
proprietary, confidential, or exempt from disclosure. If you are not
the intended recipient, please note that any dissemination,
distribution, use or copying of this communication is strictly
prohibited. Anyone who receive this message in error should notify
the sender immediately or by return e-mail and delete it from his or
her computer.